Harga karet di OKU naik Rp1.000/kilogram
Sabtu, 16 Juni 2018 19:03 WIB
Petani menyadap karet (ANTARA News Sumsel)
Baturaja (ANTARA News Sumsel) - Harga getah karet di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan saat ini naik sebesar Rp1.000 per kilogram karena ditentukan oleh para petani di wilayah itu seharga Rp8.300 per kilogramnya.
"Harga karet sekarang ini lumayan mahal dihargai Rp8.300 untuk setiap kilogramnya," kata Sugino salah seorang petani karet warga Kecamatan Peninjauan, Ogan Komering Ulu (OKU) di Baturaja, Sabtu.
Ia mengatakan, getah karet saat ini mengalami kenaikan harga yang dinilai cukup tinggi yaitu naik menjadi Rp8.300 per kilogram dibandingkan sebelumnya hanya kisaran Rp7.300 per kilogramnya.
"Kenaikan sebesar Rp1.000 ini sangat berarti bagi para petani karet karena dapat bernafas dengan lega," kata dia.
Menurut dia, peningkatan harga jual getah karet bersih mingguan itu terjadi sejak hampir satu bulan terakhir diharga tertinggi Rp8.300 per kilogram.
"Kami berharap harganya tidak turun lagi meskipun tidak naik. Minimal bertahan di harga seperti sekarang ini," kata Ratmanto petani karet lainnya warga Desa Penilikan, Kecamatan Peninjauan secara terpisah menambahkan.
Selain itu, kata dia, faktor cuaca sejak pergantian musim kemarau kembali normal seperti sekarang ini juga menambah pendapatan yang diperoleh petani dari hasil menyadap pohon karet.
"Faktor cuaca sekarang sangat mendukung. Sebab saat musim kemarau hasil produksi karet cenderung sedikit karena getah pohon mengering. Sedangkan saat penghujan banyak bercampur air," ujar dia.
"Harga karet sekarang ini lumayan mahal dihargai Rp8.300 untuk setiap kilogramnya," kata Sugino salah seorang petani karet warga Kecamatan Peninjauan, Ogan Komering Ulu (OKU) di Baturaja, Sabtu.
Ia mengatakan, getah karet saat ini mengalami kenaikan harga yang dinilai cukup tinggi yaitu naik menjadi Rp8.300 per kilogram dibandingkan sebelumnya hanya kisaran Rp7.300 per kilogramnya.
"Kenaikan sebesar Rp1.000 ini sangat berarti bagi para petani karet karena dapat bernafas dengan lega," kata dia.
Menurut dia, peningkatan harga jual getah karet bersih mingguan itu terjadi sejak hampir satu bulan terakhir diharga tertinggi Rp8.300 per kilogram.
"Kami berharap harganya tidak turun lagi meskipun tidak naik. Minimal bertahan di harga seperti sekarang ini," kata Ratmanto petani karet lainnya warga Desa Penilikan, Kecamatan Peninjauan secara terpisah menambahkan.
Selain itu, kata dia, faktor cuaca sejak pergantian musim kemarau kembali normal seperti sekarang ini juga menambah pendapatan yang diperoleh petani dari hasil menyadap pohon karet.
"Faktor cuaca sekarang sangat mendukung. Sebab saat musim kemarau hasil produksi karet cenderung sedikit karena getah pohon mengering. Sedangkan saat penghujan banyak bercampur air," ujar dia.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seorang warga OKU alami luka serius, diserang beruang saat bekerja di kebun karet
16 April 2026 18:02 WIB
Polres Muara Enim ungkap kasus pembunuhan seorang wanita di kebun karet Desa Gaung Asam
20 February 2026 20:12 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025