Menkeu kenalkan program UMI kepada pedagang
Sabtu, 26 Mei 2018 19:28 WIB
Sri Mulyani Indrawati (ANTARA /Sigid Kurniawan)
Sukoharjo (ANTARA News Sumsel) - Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati mengenalkan program Ultra Mikro (UMI) kepada pedagang di Pasar Telukan, Kabupaten Sukoharjo.
"Program UMI ditujukan bagi pedagang atau pengusaha yang tidak terjangkau kredit usaha rakyat (KUR)," katanya di sela kunjungan tersebut di Sukoharjo, Sabtu.
Kredit UMI disalurkan melalui beberapa lembaga keuangan, di antaranya Pegadaian, Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Bahana Artha Ventura.
Menurut dia, mengingat plafonnya yang cukup rendah, syarat pengajuan pinjamannya tidak serumit syarat pengajuan KUR. "Kalau KUR 'kan pinjamannya di atas Rp50 juta, sedangkan ini (UMI, red.) untuk pedagang yang hanya pinjam Rp1 juta, Rp2 juta, hingga Rp5 juta. Dengan adanya program ini, diharapkan kegiatan ekonomi masyarakat dapat terus bergulir," katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang bertindak sebagai pengelola kredit UMI Djoko Hendrato mengatakan program yang dimulai sejak Agustus 2017 hanya melayani pinjaman maksimal Rp10 juta.
Ia mengatakan bahwa peluncuran produk UMI untuk memfasilitasi pelaku usaha kecil yang tidak terjangkau oleh program KUR.
"Saya berharap tadinya semua (pelaku usaha UMKM, red.) bisa dijangkau KUR, tetapi ternyata tidak. Ada 44.000.000 orang yang tidak dijangkau KUR. Itu target yang bisa dijangkau UMI," katanya.
Menurut dia, selama masa uji coba sejak pertengahan tahun lalu tersebut, Pemerintah menyediakan dana sebesar Rp1,5 miliar dengan target jangkauan 300.000 nasabah.
"PIP menghabiskan dana Rp800 miliar dengan jangkauan 305.000 nasabah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke," katanya.
Pada tahun ini, katanya lagi, Pemerintah menyiapkan Rp2,5 miliar dengan target jangkauan 800.000 nasabah.
Ia berharap target tersebut dapat terpenuhi mengingat saat ini nilai serapan sudah mencapai Rp1,2 miliar dengan 400.000 nasabah.
"Program UMI ditujukan bagi pedagang atau pengusaha yang tidak terjangkau kredit usaha rakyat (KUR)," katanya di sela kunjungan tersebut di Sukoharjo, Sabtu.
Kredit UMI disalurkan melalui beberapa lembaga keuangan, di antaranya Pegadaian, Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Bahana Artha Ventura.
Menurut dia, mengingat plafonnya yang cukup rendah, syarat pengajuan pinjamannya tidak serumit syarat pengajuan KUR. "Kalau KUR 'kan pinjamannya di atas Rp50 juta, sedangkan ini (UMI, red.) untuk pedagang yang hanya pinjam Rp1 juta, Rp2 juta, hingga Rp5 juta. Dengan adanya program ini, diharapkan kegiatan ekonomi masyarakat dapat terus bergulir," katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang bertindak sebagai pengelola kredit UMI Djoko Hendrato mengatakan program yang dimulai sejak Agustus 2017 hanya melayani pinjaman maksimal Rp10 juta.
Ia mengatakan bahwa peluncuran produk UMI untuk memfasilitasi pelaku usaha kecil yang tidak terjangkau oleh program KUR.
"Saya berharap tadinya semua (pelaku usaha UMKM, red.) bisa dijangkau KUR, tetapi ternyata tidak. Ada 44.000.000 orang yang tidak dijangkau KUR. Itu target yang bisa dijangkau UMI," katanya.
Menurut dia, selama masa uji coba sejak pertengahan tahun lalu tersebut, Pemerintah menyediakan dana sebesar Rp1,5 miliar dengan target jangkauan 300.000 nasabah.
"PIP menghabiskan dana Rp800 miliar dengan jangkauan 305.000 nasabah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke," katanya.
Pada tahun ini, katanya lagi, Pemerintah menyiapkan Rp2,5 miliar dengan target jangkauan 800.000 nasabah.
Ia berharap target tersebut dapat terpenuhi mengingat saat ini nilai serapan sudah mencapai Rp1,2 miliar dengan 400.000 nasabah.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Airlangga buka suara terkait kabar pertemuan Sri Mulyani dan Megawati
05 February 2024 17:08 WIB, 2024
Menkeu Sri Mulyani: Periksa transaksi enam perusahaan terkait Rafael Alun
07 March 2023 14:39 WIB, 2023
Menkeu sebut Indonesia jadi salah satu negara yang asetnya tercatat
08 December 2022 13:59 WIB, 2022
Menkeu Sri Mulyani jelaskan di KTT G20, tiga tantangan pemulihan ekonomi global akibat COVID-19
31 October 2021 7:32 WIB, 2021
Menkeu Sri Mulyani lanjutkan reformasi perpajakan wujudkan sistem sehat dan adil
20 May 2021 15:45 WIB, 2021
Menkeu Sri Mulyani: Program vaksinasi Indonesia tunjukkan kemajuan signifikan
20 May 2021 15:28 WIB, 2021
Menkeu Sri Mulyani yakin ekonomi RI 2021 mampu tumbuh ke kisaran 5 persen
16 February 2021 13:44 WIB, 2021
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025