INKA akan uji LRT Palembang
Senin, 7 Mei 2018 14:39 WIB
Arsip- Pekerja menyelesaikan pembuatan Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) pesanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun, Jawa Timur. (ANTARA/Siswowidodo/mas/17)
Madiun (ANTARA News Sumsel) - Produsen kereta api, PT Inka (Persero) berencana mengujicobakan Light Rail Transit (LRT) Palembang, di ibu kota Sumatera Selatan, Mei 2018. "Uji coba ini tahapan yang harus dilakukan sebelum LRT Palembang benar-benar siap beroperasi untuk mendukung mobilitas dan percepatan konektivitas masyarakat di Palembang," kata Direktur Produksi PT Inka (Persero), Bayu Waskito menjawab pers di Madiun, Senin.
LRT Palembang ini akan menjadi moda transportasi terbaru di Indonesia untuk mendukung Asian Games 2018 yang akan digelar di Palembang pada Agustus mendatang. Untuk mendukung proses uji coba, lanjut dia, PT INKA telah mengirimkan dua "trainset" ke Palembang pada awal April 2018.
Bayu mengaku pengiriman enam trainset berikutnya akan dilakukan pada Juni 2018, sebagai kelengkapan dari total keseluruhan delapan trainset LRT Palembang tersebut. "Saat keadaan penuh, kereta mampu membawa sekitar 379 penumpang, baik penumpang yang duduk maupun penumpang yang berdiri," ujarnya.
Bayu mengungkapkan, kereta yang tergolong teknologi baru di Indonesia ini menggunakan material badan kereta (carbody) berupa aluminium "double skin" atau ekstrusi, kecepatan rata-rata 100 km/jam, dan kecepatan operasional 80 km/jam.
"Nilai tambah dari sisi material yang dipakai, antara lain, kereta menjadi semakin ringan sehingga memenuhi syarat dioperasikan pada jalur rel atas (elevated track ) dan 'carbody' anti karat," jelas dia. Dari sisi kenyamanan, selain "air conditioning", juga dipasang kaca jendela dari jenis "safety glass" (tempered) dan dilaminasi anti UV 60 persen sehingga mampu mengurangi radiasi sinar matahari langsung.
Bila dibandingkan dengan kereta terdahulu seperti Kereta Rel Listrik (KRL), LRT ini akan menjadi kereta pertama di Indonesia dengan pengambilan sumber daya berada di bawah menggunakan "third rail", tidak seperti KRL yang melalui pantograf.
"Sistem ini selalu dipasok listrik arus searah sehingga di atas kereta nanti tidak ada jalur kabel terkesan semrawut," imbuhnya.
Bayu menambahkan, sebagai manufaktur sarana perkeretaapian satu-satunya di Asia Tengggara, tingkat kandungan dalam negeri untuk produk LRT ini sekitar 45 persen.
Untuk pengerjaannya, PT Inka memanfaatkan tenaga kerja lokal sebanyak sekitar 1500 orang. Sementara nilai kontrak untuk pengadaan LRT ini sebesar Rp400 miliar.
LRT Palembang ini akan menjadi moda transportasi terbaru di Indonesia untuk mendukung Asian Games 2018 yang akan digelar di Palembang pada Agustus mendatang. Untuk mendukung proses uji coba, lanjut dia, PT INKA telah mengirimkan dua "trainset" ke Palembang pada awal April 2018.
Bayu mengaku pengiriman enam trainset berikutnya akan dilakukan pada Juni 2018, sebagai kelengkapan dari total keseluruhan delapan trainset LRT Palembang tersebut. "Saat keadaan penuh, kereta mampu membawa sekitar 379 penumpang, baik penumpang yang duduk maupun penumpang yang berdiri," ujarnya.
Bayu mengungkapkan, kereta yang tergolong teknologi baru di Indonesia ini menggunakan material badan kereta (carbody) berupa aluminium "double skin" atau ekstrusi, kecepatan rata-rata 100 km/jam, dan kecepatan operasional 80 km/jam.
"Nilai tambah dari sisi material yang dipakai, antara lain, kereta menjadi semakin ringan sehingga memenuhi syarat dioperasikan pada jalur rel atas (elevated track ) dan 'carbody' anti karat," jelas dia. Dari sisi kenyamanan, selain "air conditioning", juga dipasang kaca jendela dari jenis "safety glass" (tempered) dan dilaminasi anti UV 60 persen sehingga mampu mengurangi radiasi sinar matahari langsung.
Bila dibandingkan dengan kereta terdahulu seperti Kereta Rel Listrik (KRL), LRT ini akan menjadi kereta pertama di Indonesia dengan pengambilan sumber daya berada di bawah menggunakan "third rail", tidak seperti KRL yang melalui pantograf.
"Sistem ini selalu dipasok listrik arus searah sehingga di atas kereta nanti tidak ada jalur kabel terkesan semrawut," imbuhnya.
Bayu menambahkan, sebagai manufaktur sarana perkeretaapian satu-satunya di Asia Tengggara, tingkat kandungan dalam negeri untuk produk LRT ini sekitar 45 persen.
Untuk pengerjaannya, PT Inka memanfaatkan tenaga kerja lokal sebanyak sekitar 1500 orang. Sementara nilai kontrak untuk pengadaan LRT ini sebesar Rp400 miliar.
Pewarta : Sujatmiko
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI Palembang datangkan 60 gerbong tingkatan kapasitas angkutan batu bara
28 July 2025 15:33 WIB, 2025
INKA-Kemenko Marves kembangkan peti kemas berpedingin untuk ikan laut
24 September 2021 15:50 WIB, 2021
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Cegah dampak kabut asap, Lapas Perempuan Palembang bagikan 100 paket roti dan masker
13 September 2026 16:37 WIB
Disdik Sumsel evaluasi pembelajaran jarak jauh tingkat SMA terkait kabut asap
12 September 2026 19:16 WIB