Sumsel optimalkan pencegahan kebakaran hutan
Senin, 26 Maret 2018 8:47 WIB
Arsip - Helikopter MI815 milik BNPB melakukan pemadaman kebakaran lahan dari udara (water bombing) di Desa Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir), Sumsel, Rabu (13/9). (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/17)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan terus mengoptimalkan pencegahan kebakaran hutan dan lahan terutama menjelang Asian Games Agustus 2018.
"Guna mencegah kebakaran hutan dan lahan itu, kami rutin melakukan rapat koordinasi dengan berbagai lintas sektoral, agar peristiwa itu tidak terjadi seperti pada 2015," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel Iriansyah di Palembang, Senin.
Dia mengatakan, semua dinas dan instansi yang terlibat dalam pencegahan melaporkan kesiapan mereka masing - masing, begitu juga posko kebakaran hutan dan lahan harus selalu dicek keberadaan terutama peralatan yang dibutuhkan.
Selain itu rapat juga membahas kesiapan daerah yang wilayahnya rawan akan kebakaran hutan dan lahan.
Lahan gambut masih menjadi perhatian utama agar tidak terbakar karena bila timbul titik api di areal itu sulit untuk dipadamkan, Memang, menurut dia, pencegahan secara maksimal itu karena Gubernur Alex Noerdin telah menetapkan daerah ini siaga darurat bencana asap melalui surat keputusan yang keluarkan pada awal Februari lalu.
"Ini berarti kebakaran hutan dan lahan tidak boleh terjadi sehingga harus dicegah bersama," kata dia.
Dia mengatakan, yang jelas kabut asap tidak boleh terjadi karena Asian Games akan membawa nama baik bangsa sehingga pencegahan harus maksimal.
Asian 2018 harus bebas polusi sehingga kabut asap jangan sampai timbul seperti yang terjadi pada tiga tahun lalu, ujar dia.
Sebagaimana dalam rapat koordinasi persiapan posko kebakaran hutan dan lahan beberapa hari lalu antara lain dihadiri utusan unsur terkait, baik pemerintah, TNI, Polri, pihak perkebunan, kehutanan.
"Guna mencegah kebakaran hutan dan lahan itu, kami rutin melakukan rapat koordinasi dengan berbagai lintas sektoral, agar peristiwa itu tidak terjadi seperti pada 2015," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel Iriansyah di Palembang, Senin.
Dia mengatakan, semua dinas dan instansi yang terlibat dalam pencegahan melaporkan kesiapan mereka masing - masing, begitu juga posko kebakaran hutan dan lahan harus selalu dicek keberadaan terutama peralatan yang dibutuhkan.
Selain itu rapat juga membahas kesiapan daerah yang wilayahnya rawan akan kebakaran hutan dan lahan.
Lahan gambut masih menjadi perhatian utama agar tidak terbakar karena bila timbul titik api di areal itu sulit untuk dipadamkan, Memang, menurut dia, pencegahan secara maksimal itu karena Gubernur Alex Noerdin telah menetapkan daerah ini siaga darurat bencana asap melalui surat keputusan yang keluarkan pada awal Februari lalu.
"Ini berarti kebakaran hutan dan lahan tidak boleh terjadi sehingga harus dicegah bersama," kata dia.
Dia mengatakan, yang jelas kabut asap tidak boleh terjadi karena Asian Games akan membawa nama baik bangsa sehingga pencegahan harus maksimal.
Asian 2018 harus bebas polusi sehingga kabut asap jangan sampai timbul seperti yang terjadi pada tiga tahun lalu, ujar dia.
Sebagaimana dalam rapat koordinasi persiapan posko kebakaran hutan dan lahan beberapa hari lalu antara lain dihadiri utusan unsur terkait, baik pemerintah, TNI, Polri, pihak perkebunan, kehutanan.
Pewarta : Ujang Idrus
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kolaborasi TNI AU dan APP Group perkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan
25 September 2026 19:38 WIB
Kolaborasi multipihak bantu tangani kebakaran kebun warga di Desa Kaliberau Muba
16 September 2026 12:10 WIB
Satgas Karhutla Sumsel kendalikan kebakaran 90 hektare di SM Padang Sugihan
11 September 2026 11:09 WIB
Kemenhut sanksi enam perusahaan pemegang izin hutan akibat karhutla di Kalimantan
25 August 2026 10:27 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Petugas gunakan menara api setinggi 32 meter pantau karhutla 24 jam di Musi Banyuasin
30 September 2026 19:38 WIB
Kabupaten OKI optimalkan Rp20 miliar Banpres untuk perkuat penanganan karhutla
30 September 2026 12:54 WIB