Barangsoi tontonan gratis masyarakat
Minggu, 18 Februari 2018 21:21 WIB
Dokumentasi- Pertunjukan barongsai. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/16)
Banjarmasin (ANTARA News Sumsel) - Barongsai sebuah seni budaya tradisonal Tionghoa turun temurun merupakan tontonan gratis bagi masyarakat Banjar Kalimantan Selatan (Kalsel).
Warga masyarakat Banjarmasin, Minggu menyaksikan pertunjukan barongsai gratis yang mendatangi rumah-rumah keturunan Tionghoa yang tinggal di ibukota Kalsel tersebut.
Di "kota seribu sungai" Banjarmasin ada beberapa group barongsai yang para awak pemainnya bukan keturunan dari negeri "tirai bambu" Cina, melainkan pula non Tionghoa.
Sedangkan jenis atraksi cukup beragam seperti meleok-leokan (melekuk-lekukan) badan, melompat tinggi bagaikan dalam ceritera silat Tiongkok, yaitu ilmu meringankan tubuh atau gingkan-luekang.
Begitu pula ragam barongsai cukup variasi, antara lain ada menyerupai naga dan singa, serta lainnya yang bersumber dari ceritera kono Tionghoa.
Namun tontonan gratis barongsai itu hanya sekali dalam setahun, yaitu saat menjelang/suasana perayaan Imlek yang merupakan kalender atau penanggalan Tionghoa.
Pertunjukan barongsai garis tersebut mulai awal tahun baru Imlek hingga Cap Go Meh atau sekitar 15 (setengah bulan) sesudah memasuki penanggalan/kalender Kong Hu Cu itu.
Beberapa warga kota seribu sungai Banjarmasin menyarankan, pertunjukan barogsai secara berkala dan rutin, mungkin bisa satu atau dua bulan sekali di halaman klenting/tempat persembahyangan.
Pertunjukan secara rutin berkala itu selain untuk hiburan gratis bagi masyarakat, juga buat melestarikan seni budaya Tiongkok yang sudah tergolong mempunyai beradaban tinggi sebelum tahun Masihi, ujar Abdussamad warga Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalsel.
(T.KR-SKR/I. Hanafi)
Warga masyarakat Banjarmasin, Minggu menyaksikan pertunjukan barongsai gratis yang mendatangi rumah-rumah keturunan Tionghoa yang tinggal di ibukota Kalsel tersebut.
Di "kota seribu sungai" Banjarmasin ada beberapa group barongsai yang para awak pemainnya bukan keturunan dari negeri "tirai bambu" Cina, melainkan pula non Tionghoa.
Sedangkan jenis atraksi cukup beragam seperti meleok-leokan (melekuk-lekukan) badan, melompat tinggi bagaikan dalam ceritera silat Tiongkok, yaitu ilmu meringankan tubuh atau gingkan-luekang.
Begitu pula ragam barongsai cukup variasi, antara lain ada menyerupai naga dan singa, serta lainnya yang bersumber dari ceritera kono Tionghoa.
Namun tontonan gratis barongsai itu hanya sekali dalam setahun, yaitu saat menjelang/suasana perayaan Imlek yang merupakan kalender atau penanggalan Tionghoa.
Pertunjukan barongsai garis tersebut mulai awal tahun baru Imlek hingga Cap Go Meh atau sekitar 15 (setengah bulan) sesudah memasuki penanggalan/kalender Kong Hu Cu itu.
Beberapa warga kota seribu sungai Banjarmasin menyarankan, pertunjukan barogsai secara berkala dan rutin, mungkin bisa satu atau dua bulan sekali di halaman klenting/tempat persembahyangan.
Pertunjukan secara rutin berkala itu selain untuk hiburan gratis bagi masyarakat, juga buat melestarikan seni budaya Tiongkok yang sudah tergolong mempunyai beradaban tinggi sebelum tahun Masihi, ujar Abdussamad warga Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalsel.
(T.KR-SKR/I. Hanafi)
Pewarta : Sukarli
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dewan Kesenian Palembang kenalkan tokoh pahlawan Sumsel melalui lomba karya seni
13 June 2025 13:45 WIB
Pj Bupati Muara Enim sebut kreativitas pemuda turut serta dalam pembangunan daerah
06 January 2025 8:15 WIB, 2025
Bupati OKU tekankan pejabat baru dilantik berinovasi dalam pembangunan
30 April 2024 16:17 WIB, 2024
Kelompok Kesenian Indonesia dan Malaysia ikuti Festival Siak Bermadah
11 October 2023 9:23 WIB, 2023
Terpopuler - Seni & Budaya
Lihat Juga
Dinas Pariwisata Palembang promosikan Ziarah Kubro menjelang 10 hari Ramadhan
17 February 2025 19:57 WIB, 2025