Dekranasda Muba kembangkan tenun
Rabu, 14 Februari 2018 21:20 WIB
Arsip - Seorang perajin menyelesaikan pembuatan kain tenun songket di Desa Muara Penimbung, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (8/6). (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/17)
Musi Banyuasin (ANTARA News Sumsel) - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, terus berupaya mendukung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kabupaten setempat mengembangkan kerajinan tenun tradisional.
Dukungan pengembangan kerajinan tenun tradisional itu sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat serta melestarikan warisan seni dan budaya leluhur, kata Sekda Musi Banyuasin, Apriyadi di Sekayu, Rabu.
Menurut dia, kerajinan tenun tradisional masyarakat setempat berupa tajung dan songket kini semakin diminati masyarakat dalam dan luar negeri, sehingga perlu dikembangkan dengan baik.
Untuk mengembangkan kerajinan tenun tradisional itu, pihaknya akan mendorong ibu-ibu dan remaja putri di Bumi Serasan Sekate ini menjadikan kerajinan tenun sebagai usaha sampingan keluarga.
"Bagi ibu-ibu dan remaja putri yang telah memiliki keterampilan menenun tajung dan songket akan didorong terus berkarya, sedangkan yang belum akan diberikan pelatihan menenun," ujarnya.
Dia menjelaskan, kegiatan yang dapat mengenalkan kerajinan tenun tradisional agar semakin digemari masyarakat nasional dan internasional akan terus digalakkan.
Beberapa kegiatan yang telah dilakukan untuk mengenalkan kerajinan daerah ini seperti pameran dan peragaan busana yang menggunakan bahan baku tenun tajung dan songket di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, dan internasional.
Khusus di tingkat kabupaten, kegiatan untuk mengenalkan potensi kerajinan khas daerah ini, dilakukan secara rutin peragaan busana yang menggunakan bahan baku tenun tajung dan songket pada setiap ada kunjungan tamu dari luar daerah.
Melalui kegiatan itu diharapkan dapat melestarikan pakaian dan kain tenun tradisional serta kerajinan tradisional yang lainnya, serta bisa meningkatkan perekonomian keluarga masyarakat setempat karena ibu-ibu dan remaja putrinya memiliki kegiatan usaha sampingan, ujar Apriyadi.
Dukungan pengembangan kerajinan tenun tradisional itu sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat serta melestarikan warisan seni dan budaya leluhur, kata Sekda Musi Banyuasin, Apriyadi di Sekayu, Rabu.
Menurut dia, kerajinan tenun tradisional masyarakat setempat berupa tajung dan songket kini semakin diminati masyarakat dalam dan luar negeri, sehingga perlu dikembangkan dengan baik.
Untuk mengembangkan kerajinan tenun tradisional itu, pihaknya akan mendorong ibu-ibu dan remaja putri di Bumi Serasan Sekate ini menjadikan kerajinan tenun sebagai usaha sampingan keluarga.
"Bagi ibu-ibu dan remaja putri yang telah memiliki keterampilan menenun tajung dan songket akan didorong terus berkarya, sedangkan yang belum akan diberikan pelatihan menenun," ujarnya.
Dia menjelaskan, kegiatan yang dapat mengenalkan kerajinan tenun tradisional agar semakin digemari masyarakat nasional dan internasional akan terus digalakkan.
Beberapa kegiatan yang telah dilakukan untuk mengenalkan kerajinan daerah ini seperti pameran dan peragaan busana yang menggunakan bahan baku tenun tajung dan songket di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, dan internasional.
Khusus di tingkat kabupaten, kegiatan untuk mengenalkan potensi kerajinan khas daerah ini, dilakukan secara rutin peragaan busana yang menggunakan bahan baku tenun tajung dan songket pada setiap ada kunjungan tamu dari luar daerah.
Melalui kegiatan itu diharapkan dapat melestarikan pakaian dan kain tenun tradisional serta kerajinan tradisional yang lainnya, serta bisa meningkatkan perekonomian keluarga masyarakat setempat karena ibu-ibu dan remaja putrinya memiliki kegiatan usaha sampingan, ujar Apriyadi.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota Komisi VII DPR RI Bane Manalu dorong penguatan daya saing tenun ulos
02 December 2025 8:10 WIB
Pemkot Palembang beri pelatihan tenun songket bagi anak putus sekolah
12 November 2024 16:35 WIB, 2024
Jamu akan ditetapkan jadi warisan budaya oleh UNESCO, tenun menyusul
17 November 2023 11:13 WIB, 2023
Dekranasda-Bank SumselBabel berikan subsidi harga benang untuk petenun songket
29 December 2022 15:54 WIB, 2022
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025