Jakarta (Antaranews Sumsel) - PT PLN (Persero) mengoperasikan jaringan kabel transmisi sepanjang 661,4 kilometer sirkuit (kms) di wilayah Sumatera pada akhir Desember 2017.

Direktur PLN Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto dalam rilis di Jakarta, Sabtu mengatakan jaringan transmisi tersebut terdiri atas 556,5 kms bertegangan 275 kV di ruas Payakumbuh-Padang Sidempuan, Sumatera Barat dan Nagan Raya-Blang Pidie, Aceh sepanjang 104,9 kms dengan tegangan 150 kV

"Pengoperasian transmisi ini akan memperkuat kelistrikan di Sumatera," katanya.

Menurut Wiluyo, transmisi Payakumbuh-Padang Sidempuan merupakan bagian dari pembangunan jaringan saluran udara bertegangan 275 kV.

Jaringan transmisi yang ditopang 747 menara tersebut mulai beroperasi pada 30 Desember 2017.

Wiluyo mengatakan transmisi Payakumbuh-Padang Sidempuan akan meningkatkan kapasitas transfer listrik hingga 700 MW untuk satu sirkuit dengan prediksi kebutuhan di ruas itu pada 2018 sebesar 217 MW.

"Kalau transmisi 275 kV di Sumatera bagian selatan dan utara beroperasi, maka akan menghemat Rp188 miliar per tahun dan berpotensi menurunkan BPP (biaya pokok produksi) pembangkitan di Sumatera sebesar Rp11 per kWh atau setara Rp391 miliar per tahun," jelasnya.

Transmisi 275 kV di Sumatera dibutuhkan untuk mengalirkan listrik dari pembangkit besar yang ada di Sumatera bagian selatan ke konsumen besar di bagian utara.

"Karena itu, transmisi 275 kV dan juga 500 kV di Sumatera terus dikebut agar transfer daya bisa dilakukan secara maksimal," ujarnya.

Untuk transmisi listrik 150 kV ruas Nagan Raya-Blang Pidie, menurut Wiluyo, mulai dioperasikan 25 Desember 2017.
     
Jaringan dengan 326 menara itu juga didukung pengoperasian Gardu Induk (GI) Blang Pidie berkapasitas 30 MVA.

Menurut dia, transmisi Nagan Raya-Blang Pidie itu akan mengalirkan daya listrik pembangkit di Nagan Raya dan sekaligus menggantikan operasi mesin diesel di Aceh.

"Transmisi Nagan Raya-Blang Pidie ini akan menghemat Rp91,4 miliar per tahun karena menggantikan pembangkit diesel. Selain itu, berpotensi menghasilkan pendapatan Rp9,7 miliar karena mampu melistriki 10 ribu pelanggan," ucapnya.

Wiluyo juga menambahkan saat hampir bersamaan, PLN mengoperasikan dua trafo tegangan tinggi di Sumatera.

Pertama, trafo IBT-2 di Bangko, Jambi mulai beroperasi pada 27 Desember 2017 yang akan meningkatkan keandalan sistem 150 kV di Jambi dan sebagai persiapan evakuasi daya dari PLTA Merangin dan PLTP Sungai Penuh yang direncanakan beroperasi pada 2024.

Trafo kedua adalah IBT-2 Lubuk Linggau, Sumatera Selatan berkapasitas 250 MVA, yang beroperasi per 23 Desember 2017.

Instalasi itu dapat membantu fleksibilitas operasi dan pemeliharaan gardu induk di sistem Sumatera bagian selatan.

"Semua pembangunan infrastruktur kelistrikan ini untuk memperkuat sistem kelistrikan di Sumatera. Pekerjaan ini kami kebut demi mempercepat terwujudnya Sumatera Terang," kata Wiluyo.
(TZ.K007/C. Hamdani)


Pewarta : Kelik Dewanto
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2024