Stok pupuk bersubsidi PT Pusri tersedia cukup
Jumat, 6 Oktober 2017 14:56 WIB
Foto udara arial pabrik PT Pupuk Sriwidjaja (pusri) Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (03/08). (ANTARA Sumsel News/Nova Wahyudi/dol/17 )
Palembang (ANTARA Sumsel) - Perseroan Terbatas Pupuk Sriwidjaja menjamin stok pupuk urea bersubsidi di wilayah Sumatera Selatan dan delapan provinsi wilayah kerja lainnya dalam beberapa bulan ke depan tersedia cukup sesuai kebutuhan petani.
"Stok pupuk urea untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam sekarang ini di atas 100 ribu ton atau melebihi ketentuan pemerintah," kata Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Mulyono Prawiro , di Palembang, Jumat.
Dia menjelaskan, pihaknya berupaya menyiapkan stok pupuk urea di sentra produksi pertanian sesuai kebutuhan sehingga tidak mengganggu kegiatan penanaman dan program peningkatan produksi pertanian tanaman pangan nasional.
Stok pupuk urea yang ada di gudang seluruh provinsi yang menjadi tanggung jawab pemenuhan kebutuhan pupuk petaninya oleh PT Pusri akan terus ditambah, sehingga berapapun pupuk yang dibutuhkan petani bisa dipenuhi dengan baik, katanya.
Menurut dia, provinsi yang menjadi tanggung jawab pemenuhan kebutuhan pupuk petaninya oleh PT Pusri meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kebutuhan pupuk urea bersubsidi untuk petani di berbagai provinsi tersebut optimistis dapat dilakukan dengan baik, karena produksi seluruh pabrik yang ada di Kota Palembang ini berjalan lancar.
Semetara mengenai proses distribusi atau pengiriman pupuk urea melalui angkutan darat dan laut, sejauh ini tidak ada masalah dan berjalan lancar sesuai jadwal yang ditentukan.
Sedangkan untuk mencegah terjadinya penyimpangan pendistribusian pupuk urea bersubsidi itu, pihaknya berupaya melakukan pengawasan secara ketat.
Melalui pengawasan penyaluran pupuk urea sektor pangan tersebut secara ketat, diharapkan selain dapat mencegah terjadinya penyimpangan pupuk bersubsidi itu juga dapat menjamin ketersediaan pupuk bagi petani pada setiap musim tanam, ujar dia pula.
"Stok pupuk urea untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam sekarang ini di atas 100 ribu ton atau melebihi ketentuan pemerintah," kata Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Mulyono Prawiro , di Palembang, Jumat.
Dia menjelaskan, pihaknya berupaya menyiapkan stok pupuk urea di sentra produksi pertanian sesuai kebutuhan sehingga tidak mengganggu kegiatan penanaman dan program peningkatan produksi pertanian tanaman pangan nasional.
Stok pupuk urea yang ada di gudang seluruh provinsi yang menjadi tanggung jawab pemenuhan kebutuhan pupuk petaninya oleh PT Pusri akan terus ditambah, sehingga berapapun pupuk yang dibutuhkan petani bisa dipenuhi dengan baik, katanya.
Menurut dia, provinsi yang menjadi tanggung jawab pemenuhan kebutuhan pupuk petaninya oleh PT Pusri meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kebutuhan pupuk urea bersubsidi untuk petani di berbagai provinsi tersebut optimistis dapat dilakukan dengan baik, karena produksi seluruh pabrik yang ada di Kota Palembang ini berjalan lancar.
Semetara mengenai proses distribusi atau pengiriman pupuk urea melalui angkutan darat dan laut, sejauh ini tidak ada masalah dan berjalan lancar sesuai jadwal yang ditentukan.
Sedangkan untuk mencegah terjadinya penyimpangan pendistribusian pupuk urea bersubsidi itu, pihaknya berupaya melakukan pengawasan secara ketat.
Melalui pengawasan penyaluran pupuk urea sektor pangan tersebut secara ketat, diharapkan selain dapat mencegah terjadinya penyimpangan pupuk bersubsidi itu juga dapat menjamin ketersediaan pupuk bagi petani pada setiap musim tanam, ujar dia pula.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rayakan HUT ke-11, PT SBS komitmen wujudkan generasi sehat dan gelar penanaman pohon
03 February 2026 19:51 WIB
Pemprov Sumsel percepat pembangunan flyover perlintasan kereta di Muara Enim
02 February 2026 19:24 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB