Pajak kendaraan bermotor penopang utama PAD Sumsel
Kamis, 5 Oktober 2017 21:04 WIB
Warga mengakses layanan mobil samsat keliling di unit layanan UPTB Palembang II. (ANTARA Sumsel/Ist)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Pajak Bendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) menjadi penopang utama pendapatan asli daerah Sumatera Selatan.
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin di Palembang, Kamis mengatakan, adapun strategi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah itu antara lain meningkatkan pelayanan pembayaran pajak kendaraan melalui mobil samsat keliling yang tersebar di berbagai daerah.
Selanjutnya, memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam membayar pajak melalui outlet dan ATM Bank SumselBabel.
Kemudian meningkatkan sumber daya manusia yang memberikan pelayanan perpajakan dan melakukan upaya penagihan langsung melalui tim optimalisasi penagihan PKB dan BBN-KB alat-alat berat.
Selanjutnya melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat untuk membayar pajak baik melalui media maupun tatap muka langsung, ujarnya.
Sementara upaya peningkatan PAD dari sektor retribusi antara lain melakukan sosialisasi dan rapat koordinasi secara berkala dengan organisasi perangkat daerah pemungut, mengintensifkan retribusi parkir objek kerja sama dan menginventarisir objek retribusi baru sesuai dengan kewenangan.
Mengenai progres PAD dari retribusi alat-alat berat ia menuturkan saat ini badan pendapatan daerah sedang melakukan deteksi terhadap alat berat milik Pemprov yang dikelola dan disewakan kepada pihak lain.
"Selain itu, juga dilakukan langkah konkret berupa penagihan secara langsung ke lapangan melalui tim optimalisasi PAD dan hingga Agustus 2017 telah berhasil memperoleh pendapatan PKB dan BBN-KB alat berat Rp8,43 miliar," katanya.
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin di Palembang, Kamis mengatakan, adapun strategi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah itu antara lain meningkatkan pelayanan pembayaran pajak kendaraan melalui mobil samsat keliling yang tersebar di berbagai daerah.
Selanjutnya, memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam membayar pajak melalui outlet dan ATM Bank SumselBabel.
Kemudian meningkatkan sumber daya manusia yang memberikan pelayanan perpajakan dan melakukan upaya penagihan langsung melalui tim optimalisasi penagihan PKB dan BBN-KB alat-alat berat.
Selanjutnya melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat untuk membayar pajak baik melalui media maupun tatap muka langsung, ujarnya.
Sementara upaya peningkatan PAD dari sektor retribusi antara lain melakukan sosialisasi dan rapat koordinasi secara berkala dengan organisasi perangkat daerah pemungut, mengintensifkan retribusi parkir objek kerja sama dan menginventarisir objek retribusi baru sesuai dengan kewenangan.
Mengenai progres PAD dari retribusi alat-alat berat ia menuturkan saat ini badan pendapatan daerah sedang melakukan deteksi terhadap alat berat milik Pemprov yang dikelola dan disewakan kepada pihak lain.
"Selain itu, juga dilakukan langkah konkret berupa penagihan secara langsung ke lapangan melalui tim optimalisasi PAD dan hingga Agustus 2017 telah berhasil memperoleh pendapatan PKB dan BBN-KB alat berat Rp8,43 miliar," katanya.
Pewarta : Susilawati
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bapenda Sumsel pastikan tak ada kenaikan tarif Pajak Kendaraan Bermotor 2026
13 February 2026 23:38 WIB
Sumsel realisasikan penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Rp671 miliar
05 January 2026 14:41 WIB