Menkopolhukam: BNPP perlu diperkuat
Rabu, 12 Juli 2017 14:16 WIB
Wiranto (ANTARA)
Jakarta (Antarasumsel.com) - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) perlu diperkuat kelembagaannya agar manajemen pengelolaan perbatasan semakin baik.
"Kita perlu penguatan BNPP," ujar Wiranto dalam Rakor Pengendalian Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2017 yang dihadiri Wapres Jusuf Kalla, Mendagri/Kepala BNPP Tjahjo Kumolo, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan sejumlah pejabat kementerian, TNI serta Polri, di Jakarta, Rabu.
Wiranto yang juga merupakan Pengarah BNPP mengatakan perlunya penguatan BNPP ini sebagaimana amanat pelaksanaan UU Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara, dan Perpres Nomor 44 Tahun 2017 tentang Perubahan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2010 tentang BNPP yang harus semakin diperkuat.
Menurut Wiranto, BNPP memiliki tugas yang berat karena harus berkoordinasi dengan hampir seluruh kementerian dan lembaga. Dalam kaitan tersebut BNPP memerlukan manajemen pengelolaan perbatasan yang lebih baik.
Wiranto mengingatkan saat ini paradigma pengelolaan perbatasan bukan lagi hanya mengenai pertahanan saja, melainkan juga sebagai wilayah di mana sumber dayanya perlu dimanfaatkan secara maksimal demi kesejahteraan rakyat dengan tetap memerhatikan kelestarian lingkungan.
Pada bagian lain, Mendagri Tjahjo Kumolo yang juga merupakan Ketua BNPP mengatakan sejauh ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dibantu oleh TNI beserta kementerian lain sudah membangun seluruh wilayah perbatasan.
Menurut Tjahjo, pembangunan infrastruktur ekonomi di wilayah perbatasan bahkan 99 persen telah selesai.
"Hal ini sebagaimana arahan bapak Presiden dan Wakil Presiden di awal masa kabinet bahwa perbatasan harus selesai dalam dua tahun," kata Tjahjo.
"Kita perlu penguatan BNPP," ujar Wiranto dalam Rakor Pengendalian Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2017 yang dihadiri Wapres Jusuf Kalla, Mendagri/Kepala BNPP Tjahjo Kumolo, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan sejumlah pejabat kementerian, TNI serta Polri, di Jakarta, Rabu.
Wiranto yang juga merupakan Pengarah BNPP mengatakan perlunya penguatan BNPP ini sebagaimana amanat pelaksanaan UU Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara, dan Perpres Nomor 44 Tahun 2017 tentang Perubahan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2010 tentang BNPP yang harus semakin diperkuat.
Menurut Wiranto, BNPP memiliki tugas yang berat karena harus berkoordinasi dengan hampir seluruh kementerian dan lembaga. Dalam kaitan tersebut BNPP memerlukan manajemen pengelolaan perbatasan yang lebih baik.
Wiranto mengingatkan saat ini paradigma pengelolaan perbatasan bukan lagi hanya mengenai pertahanan saja, melainkan juga sebagai wilayah di mana sumber dayanya perlu dimanfaatkan secara maksimal demi kesejahteraan rakyat dengan tetap memerhatikan kelestarian lingkungan.
Pada bagian lain, Mendagri Tjahjo Kumolo yang juga merupakan Ketua BNPP mengatakan sejauh ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dibantu oleh TNI beserta kementerian lain sudah membangun seluruh wilayah perbatasan.
Menurut Tjahjo, pembangunan infrastruktur ekonomi di wilayah perbatasan bahkan 99 persen telah selesai.
"Hal ini sebagaimana arahan bapak Presiden dan Wakil Presiden di awal masa kabinet bahwa perbatasan harus selesai dalam dua tahun," kata Tjahjo.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kisah Audy Item sempat frustrasi jalani diet ekstrem, turun cepat tapi balik lagi
05 March 2026 5:13 WIB
Kawal program MBG, BPKP Sumsel dan Badan Gizi Nasional perkuat pengawasan di Palembang
03 March 2026 19:09 WIB
Pemkot Palembang dan BNNP Sumsel bentuk badan penanganan narkoba tingkat kota
09 January 2026 17:58 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Pekerja migran asal Palembang tewas di Kamboja, BP3MI Sumsel tunggu hasil autopsi
06 March 2026 16:38 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim telepon Erdogan pascarudal balistik mengarah ke Turkiye
06 March 2026 11:00 WIB
Iran Bantah Tutup Selat Hormuz, tuduh AS tenggelamkan Fregat Dena di Sri Lanka
06 March 2026 10:56 WIB
Presiden Prabowo tak antikritik terkait BoP, Nusron Wahid: Kita coba dulu ikhtiar diplomasi
06 March 2026 5:09 WIB