Bupati: Hanya sebagian pejabat Mukomuko mundur
Selasa, 11 Juli 2017 12:58 WIB
Saat Pelantikan Pejabat di Kabupaten Mukomuko. (Antara/Ferri Arianto)
Mukomuko (Antarasumsel.com) - Bupati Mukomuko Choirul Huda menyatakan hanya sebagian dari puluhan pejabat eselon III di lingkungan pemerintah daerah setempat yang mengundurkan diri.
"Tidak banyak pejabat yang menggundurkan diri, hanya sebagian kecil, terutama mereka yang tidak mampu dalam menjalankan tugas yang diberikan," katanya, di Mukomuko, Bengkulu, Senin.
Sebanyak lima orang pejabat eselon III di lingkungan pemerintah setempat yang menggundurkan diri tersebut, yakni Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Suwarto, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Warsito.
Kemudian, Kabid Farmasi dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan setempat Khairul Saleh, dua orang Kabag Umum sekretariat pemerintah daerah setempat, yakni Heri Prasetyono dan Sardi.
Ia mengatakan, ada keinginan perubahan dalam organisasi perangkat daerah setempat, tetapi pejabat tersebut tidak bisa. Yang jelas ketidakmampuan pejabat itu menjalankan tugas yang diberikan, sehingga mundur.
Pihaknya melantik aparatur sipil negara (ASN) pada jabatan tertentu sebagai bentuk uji coba. Sejauhmana kemampuan ASN tersebut.
Karena, menurutnya, dalam birokrasi itu ada tingkatan atau jenjang seseorang ASN baru bisa memegang jabatan tertentu.
Namun, katanya, mereka tidak profesional dan tidak bisa beradaptasi dalam lingkungan kerjanya yang baru.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Mukomuko Ali Saftaini sebelumnya mempertanyakan alasan sejumlah pejabat tersebut mengundurkan diri karena biasanya ASN yang meminta jabatan kepada atasannya.
Ia menilai, tidak ada rasa kebanggaan lagi dalam diri ASN memegang suatu jabatan. Ada sesuatu yang membuatnya berpikir lebih berat atau terlalu berisiko menerima amanah tersebut.
Dikatakan, dalam waktu dekat lembaga ini menggelar dengar pendapat dengan seluruh organisasi perangkat daerah menyangkut serapan anggaran, termasuk penyebab banyaknya pejabat mundur.
Menurutnya, sekarang ini opini yang terbangun pasti ada apa-apanya. Karena orang diberi amanah tidak mau.
"Tidak banyak pejabat yang menggundurkan diri, hanya sebagian kecil, terutama mereka yang tidak mampu dalam menjalankan tugas yang diberikan," katanya, di Mukomuko, Bengkulu, Senin.
Sebanyak lima orang pejabat eselon III di lingkungan pemerintah setempat yang menggundurkan diri tersebut, yakni Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Suwarto, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Warsito.
Kemudian, Kabid Farmasi dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan setempat Khairul Saleh, dua orang Kabag Umum sekretariat pemerintah daerah setempat, yakni Heri Prasetyono dan Sardi.
Ia mengatakan, ada keinginan perubahan dalam organisasi perangkat daerah setempat, tetapi pejabat tersebut tidak bisa. Yang jelas ketidakmampuan pejabat itu menjalankan tugas yang diberikan, sehingga mundur.
Pihaknya melantik aparatur sipil negara (ASN) pada jabatan tertentu sebagai bentuk uji coba. Sejauhmana kemampuan ASN tersebut.
Karena, menurutnya, dalam birokrasi itu ada tingkatan atau jenjang seseorang ASN baru bisa memegang jabatan tertentu.
Namun, katanya, mereka tidak profesional dan tidak bisa beradaptasi dalam lingkungan kerjanya yang baru.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Mukomuko Ali Saftaini sebelumnya mempertanyakan alasan sejumlah pejabat tersebut mengundurkan diri karena biasanya ASN yang meminta jabatan kepada atasannya.
Ia menilai, tidak ada rasa kebanggaan lagi dalam diri ASN memegang suatu jabatan. Ada sesuatu yang membuatnya berpikir lebih berat atau terlalu berisiko menerima amanah tersebut.
Dikatakan, dalam waktu dekat lembaga ini menggelar dengar pendapat dengan seluruh organisasi perangkat daerah menyangkut serapan anggaran, termasuk penyebab banyaknya pejabat mundur.
Menurutnya, sekarang ini opini yang terbangun pasti ada apa-apanya. Karena orang diberi amanah tidak mau.
Pewarta : Ferri Arianto
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pakar: Judi daring belum penuhi syarat sebagai "extraordinary crime"
19 November 2024 10:53 WIB, 2024
Kapolda: Sepuluh saksi diperiksa terkait pembakaran Mushaf Al Quran
28 December 2018 10:45 WIB, 2018
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB