Tol Palembang-Indralaya Sumsel ditutup
Sabtu, 8 Juli 2017 20:12 WIB
Manajer Proyek Jalan Tol Palindra Hasan Turcahyo (kiri) bersama Divisi Pengelolaan Jalan Tol PT Hutama Karya Rizal Sucipto pada pemantauan jalur mudik Lebaran, Jumat (16/6). (Antarasumsel.com/17/Dolly Rosana)
Palembang (Antarasumsel.com) - Jalan tol Palembang-Inderalaya atau Palindra untuk seksi 1 Palembang-Pemulutan sejauh tujuh km ditutup, Sabtu, setelah sempat dibuka pada H-5 untuk keperluan mudik Lebaran.
Manajer Proyek perwakilan PT Hutama Karya, Hasan Turcahyo di Palembang, Sabtu, mengatakan, dengan ditutupnya operasi seksi 1 ini maka para pekerja dapat fokus pada penyelesaian pekerjaan.
"Setelah Lebaran ini kami fokus untuk menyelesaikan pekerjaan, mengingat target selesai pada akhir 2017," kata Hasan.
Target selesai ini dipatok pemerintah mengingat Tol Palindra diharapkan dapat mendukung lancarnya pelaksanaan Asian Games XVIII tahun 2018.
"Untuk seksi 1 sudah selesai dan sudah digunakan saat Lebaran, tinggal seksi 2 dan seksi 3," kata Hasan.
Hutama Karya memutuskan akan membuka jalan tol seksi 1 (Palembang-Pemulutan) sejauh 7 km untuk kendaraan roda empat mulai 19 Mei 2017 (H-6) hingga H+10 dengan tidak dikenai biaya (gratis).
Sementara untuk seksi 2 dan seksi 3 belum bisa digunakan karena progres pengerjaan baru mencapai 6,0 persen dan 67 persen.
Ia mengatakan, secara keseluruhan sudah tidak ada kendala lagi setelah persoalan pembebasan lahan diselesaikan bersama tim percepatan pembangunan Sumsel yang dipimpin Setda Pemprov.
Persoalan yang menjadi kendala yakni cuaca mengingat perkiraan awal pada Mei seharusnya sudah tidak ada hujan.
"Ini berkaitan dengan penyediaan material untuk proses teknologi vacum. Jika hujan, jalan-jalan menjadi becek dan truk harus mengantri lama," kata dia.
Meski dihadapkan pada kendala tersebut tapi Hutama Karya optimistis target selesai pada akhir 2017 dapat tercapai sesuai dengan intruksi Presiden, terkait dengan dukungan atas pelaksanaan Asian Games XVIII di Palembang tahun 2018.
Manajer Proyek perwakilan PT Hutama Karya, Hasan Turcahyo di Palembang, Sabtu, mengatakan, dengan ditutupnya operasi seksi 1 ini maka para pekerja dapat fokus pada penyelesaian pekerjaan.
"Setelah Lebaran ini kami fokus untuk menyelesaikan pekerjaan, mengingat target selesai pada akhir 2017," kata Hasan.
Target selesai ini dipatok pemerintah mengingat Tol Palindra diharapkan dapat mendukung lancarnya pelaksanaan Asian Games XVIII tahun 2018.
"Untuk seksi 1 sudah selesai dan sudah digunakan saat Lebaran, tinggal seksi 2 dan seksi 3," kata Hasan.
Hutama Karya memutuskan akan membuka jalan tol seksi 1 (Palembang-Pemulutan) sejauh 7 km untuk kendaraan roda empat mulai 19 Mei 2017 (H-6) hingga H+10 dengan tidak dikenai biaya (gratis).
Sementara untuk seksi 2 dan seksi 3 belum bisa digunakan karena progres pengerjaan baru mencapai 6,0 persen dan 67 persen.
Ia mengatakan, secara keseluruhan sudah tidak ada kendala lagi setelah persoalan pembebasan lahan diselesaikan bersama tim percepatan pembangunan Sumsel yang dipimpin Setda Pemprov.
Persoalan yang menjadi kendala yakni cuaca mengingat perkiraan awal pada Mei seharusnya sudah tidak ada hujan.
"Ini berkaitan dengan penyediaan material untuk proses teknologi vacum. Jika hujan, jalan-jalan menjadi becek dan truk harus mengantri lama," kata dia.
Meski dihadapkan pada kendala tersebut tapi Hutama Karya optimistis target selesai pada akhir 2017 dapat tercapai sesuai dengan intruksi Presiden, terkait dengan dukungan atas pelaksanaan Asian Games XVIII di Palembang tahun 2018.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi arahkan kendaraan ke Tol Pulau Rimau Banyuasin, atasi kemacetan Jalintim
08 August 2026 19:20 WIB
Asap karhutla selimuti Tol Kayuagung-Palembang KM 356, petugas prioritaskan pemadaman
04 August 2026 19:47 WIB
Masjid Al-Hikmah New York, oase keramahan Islam dan Indonesia di Amerika Serikat
22 July 2026 9:11 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Petugas gunakan menara api setinggi 32 meter pantau karhutla 24 jam di Musi Banyuasin
30 September 2026 19:38 WIB
Kabupaten OKI optimalkan Rp20 miliar Banpres untuk perkuat penanganan karhutla
30 September 2026 12:54 WIB