Panglima TNI: Waspadai "cyber narcoterrorism"
Senin, 17 April 2017 16:12 WIB
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan) saat masih menjadi kepala staf TNI AD, meneriakkan yel-yel bersama prajuri. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
Ambon (Antarasumsel.com) - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta seluruh jajaran TNI, Komando Kewilayahan dan Aparat Intelijen agar mewaspadai "cyber narcoterrorism", yaitu kelompok teroris yang menggunakan dunia maya sebagai wahana mengedarkan narkotika untuk membiayai kegiatannya.
"Setiap prajurit TNI harus mampu membentengi diri dan menangkalnya, karena mereka adalah ancaman yang serius serta sangat berbahaya bagi Indonesia," katanya, dalam amanat yang dibacakan Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVI/Pattimura Brigjen TNI Tri Suwandono selaku Inspektur Upacara 17-an bulan April 2017, yang diikuti oleh seluruh personil militer dan PNS TNI jajaran Kodam XVI/Pattimura di lapangan Makodam, Senin.
Panglima juga menekankan kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI agar tidak mudah percaya pada berita bohong (hoax), dan selalu percaya kepada komandan satuan.
Setiap prajurit harus pandai memilah berita yang positif dan bermanfaat, di tengah maraknya penyebaran informasi dan berita bohong melalui media sosial yang bisa menimbulkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Ditegaskan pula, prajurit dan PNS TNI yang melakukan pelanggaran tidak diberikan toleransi dan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Panglima lebih jauh mengucapkan terima kasih atas kinerja para prajurit dan PNS TNI yang tidak pernah surut, seperti kepedulian terhadap para korban bencana di Ponorogo dan terselenggaranya pemilihan Kepala Daerah di 101 daerah tingkat provinsi, kabupaten dan kota dengan aman dan tertib.
Bertepatan dengan Pilgub dan Pilwagub DKI Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017, Panglima menekankan kepada seluruh prajurit agar bersikap netral dan menjamin pemilihan terselenggara dengan tertib sesuai prosedur yang berlaku.
"Setiap prajurit TNI harus mampu membentengi diri dan menangkalnya, karena mereka adalah ancaman yang serius serta sangat berbahaya bagi Indonesia," katanya, dalam amanat yang dibacakan Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVI/Pattimura Brigjen TNI Tri Suwandono selaku Inspektur Upacara 17-an bulan April 2017, yang diikuti oleh seluruh personil militer dan PNS TNI jajaran Kodam XVI/Pattimura di lapangan Makodam, Senin.
Panglima juga menekankan kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI agar tidak mudah percaya pada berita bohong (hoax), dan selalu percaya kepada komandan satuan.
Setiap prajurit harus pandai memilah berita yang positif dan bermanfaat, di tengah maraknya penyebaran informasi dan berita bohong melalui media sosial yang bisa menimbulkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Ditegaskan pula, prajurit dan PNS TNI yang melakukan pelanggaran tidak diberikan toleransi dan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Panglima lebih jauh mengucapkan terima kasih atas kinerja para prajurit dan PNS TNI yang tidak pernah surut, seperti kepedulian terhadap para korban bencana di Ponorogo dan terselenggaranya pemilihan Kepala Daerah di 101 daerah tingkat provinsi, kabupaten dan kota dengan aman dan tertib.
Bertepatan dengan Pilgub dan Pilwagub DKI Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017, Panglima menekankan kepada seluruh prajurit agar bersikap netral dan menjamin pemilihan terselenggara dengan tertib sesuai prosedur yang berlaku.
Pewarta : Jimmy Ayal
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gatot Nurmantyo tak mau salahkan siapa pun terkait pencopotan baliho
27 November 2020 12:57 WIB, 2020
Menkopolhukam : Gatot Nurmantyo bersedia terima tanda kehormatan tapi tak hadir
11 November 2020 13:58 WIB, 2020
Sandiaga Uno hadiri tabligh akbar Majelis Rasulullah bersama Gatot Nurmantyo
08 October 2018 22:31 WIB, 2018
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palembang pastikan integrasi warga binaan lewat warung informasi
18 September 2026 19:57 WIB
Kasus TPPU eks Jampidsus segera disidangkan, kuasa hukum sebut Febrie kooperatif
16 September 2026 9:16 WIB