Bronjong jalan lintas Lubuk Batang longsor
Senin, 27 Februari 2017 23:22 WIB
Bronjong Sungai Ogan jalan lintas Lubuk Batang longsor (Antarasumsel.com/Edo/17)
Baturaja (Antarasumsel.com) - Pembangunan bronjong di jalan lintas provinsi di Desa Lubuk Batang Lama Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu, yang masih dalam pengerjaan, Senin dini hari longsor, sehingga terjadi penyempitan badan jalan.
Akibat longsor itu membuat kemacetan arus lalu lintas kendaraan di Lubuk Batan-Peninjauan yang menghubungkan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dengan Kabupaten Ogan Ilir (OI).
"Sejak pelaksana proyek bronjong tersebut bekerja sudah kami keluhkan, karena lantai pondasi dipasang di atas permukaan sungai, bukan dari dasar sungai, namun pelaksana tidak menggubris keluhan kami," ujar Bambang, warga Lubuk Batang.
Dengan demikian, kata dia, meskipun bronjongnya berlampis-lapis tidak akan kuat menahan arus Sungai Ogan yang begitu deras kalau pondasinya tidak dari dasar sungai.
"Kami sudah menduga bahwa bronjong itu akan longsor, karena tergerus arus sungai dan benar saja sudah tiga hari ini pihak pelaksana kembali membongkar bronjong itu dengan menggunakan alat berat untuk mengambil material di dasar sungai dan akibatnya jalan menjadi macet," kata Bambang.
Sementara pihak pelaksana di lokasi mengaku bahwa bronjong tersebut dibongkar karena sudah ada tanda-tanda akan longsor.
"Kami hanya sebagai pekerja biasa pak, memang ada bagian yang longsor, takutnya melebar lalu dikeruk lagi untuk membuat pondasi dasar bronjong dan kami tidak tahu nama CV-nya, namun kami tahu perusahaan tempat kami bekerja ini dari Palembang," ujar seorang pekerja yang namanya enggan ditulis.
Informasi yang dihimpun, pengerjaan bronjong Sungai Ogan di Desa Lubuk Batang Lama tersebut sudah tiga bulan berjalan dan sudah mengalami dua kali longsor saat dikerjakan.
Kepala Dinas PU Bina Marga OKU, Helman melalui Kabid Perawatan Jalan dan Jembatan, Muzaim mengaku, belum mengetahui adanya longsor tersebut.
"Kami belum mendapat informasi soal kejadian longsor di Lubuk Batang Lama tersebut dan akan mencari tahu soal longsornya bronjong yang sedang dikerjakan itu," kata Muzaim saat dihubungi via telepon genggamnya.
Selanjutnya, kata Muzaim, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan UPTD PU Provinsi Sumatera Selatan dan Balai Besar Pembangunan jalan.
"Hal ini akan kita konfimasikan terlebih dahulu dengan UPTD PU Provinsi dan Balai besar, soal adanya kejadian ini,"kata Muzaim.
Akibat longsor itu membuat kemacetan arus lalu lintas kendaraan di Lubuk Batan-Peninjauan yang menghubungkan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dengan Kabupaten Ogan Ilir (OI).
"Sejak pelaksana proyek bronjong tersebut bekerja sudah kami keluhkan, karena lantai pondasi dipasang di atas permukaan sungai, bukan dari dasar sungai, namun pelaksana tidak menggubris keluhan kami," ujar Bambang, warga Lubuk Batang.
Dengan demikian, kata dia, meskipun bronjongnya berlampis-lapis tidak akan kuat menahan arus Sungai Ogan yang begitu deras kalau pondasinya tidak dari dasar sungai.
"Kami sudah menduga bahwa bronjong itu akan longsor, karena tergerus arus sungai dan benar saja sudah tiga hari ini pihak pelaksana kembali membongkar bronjong itu dengan menggunakan alat berat untuk mengambil material di dasar sungai dan akibatnya jalan menjadi macet," kata Bambang.
Sementara pihak pelaksana di lokasi mengaku bahwa bronjong tersebut dibongkar karena sudah ada tanda-tanda akan longsor.
"Kami hanya sebagai pekerja biasa pak, memang ada bagian yang longsor, takutnya melebar lalu dikeruk lagi untuk membuat pondasi dasar bronjong dan kami tidak tahu nama CV-nya, namun kami tahu perusahaan tempat kami bekerja ini dari Palembang," ujar seorang pekerja yang namanya enggan ditulis.
Informasi yang dihimpun, pengerjaan bronjong Sungai Ogan di Desa Lubuk Batang Lama tersebut sudah tiga bulan berjalan dan sudah mengalami dua kali longsor saat dikerjakan.
Kepala Dinas PU Bina Marga OKU, Helman melalui Kabid Perawatan Jalan dan Jembatan, Muzaim mengaku, belum mengetahui adanya longsor tersebut.
"Kami belum mendapat informasi soal kejadian longsor di Lubuk Batang Lama tersebut dan akan mencari tahu soal longsornya bronjong yang sedang dikerjakan itu," kata Muzaim saat dihubungi via telepon genggamnya.
Selanjutnya, kata Muzaim, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan UPTD PU Provinsi Sumatera Selatan dan Balai Besar Pembangunan jalan.
"Hal ini akan kita konfimasikan terlebih dahulu dengan UPTD PU Provinsi dan Balai besar, soal adanya kejadian ini,"kata Muzaim.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jalan lintas Banding Agung- Pulau Beringin di OKU Selatan amblas dan longsor
27 November 2024 13:04 WIB, 2024
Warga Desa Pusar OKU minta dibangun bronjong antisipasi tanah longsor
15 October 2020 21:24 WIB, 2020
Desa Batumarta OKU bangun bronjong dan saluran air antisipasi banjir
16 October 2019 10:57 WIB, 2019
Kodam Cenderawasih bantah helikopter yang hilang angkut bronjong dari Oksibil
13 July 2019 21:34 WIB, 2019
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Amankan 125 juta hektare kawasan hutan nasional, kuota polisi hutan ditambah 70 ribu personel
20 February 2026 4:39 WIB