BI panen perdana cabai di Lapas Palembang
Jumat, 3 Februari 2017 15:58 WIB
Hamid Ponco Wibowo (Antarasumsel.com/Feny Selly/)
Palembang (Antarasumsel.com) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menggelar panen perdana program penanaman 5.000 batang cabai di kebun yang berada di lingkungan Lapas Pakjo, Palembang, Jumat.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sumsel Hamid Ponco mengatakan kerja sama dengan Kemenkumham ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga binaan.
"Produksi yang dihasilkan cukup banyak, yang dapat digunakan untuk kebutuhan Lapas sendiri atau jika berlebih bisa dijual ke pasar," kata Ponco seusai kegiatan panen.
Ia mengatakan komoditas cabai selalu menjadi perhatian pemerintah karena rutin menjadi penyumbang inflasi daerah.
Bahkan sejak awal tahun terjadi lonjalan di hampir seluruh daerah karena pengaruh gagal panen.
Di Kota Palembang bahkan harga cabai diketahui sempat mencapai Rp100 ribu/kg.
"Sejak lama BI melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah menggalakkan keluarga untuk menanam cabai di pekarangan sendiri agar tidak mesti ke pasar. Jika ini banyak diterapkan maka harga cabai bisa ditekan. BI berharap apa yang sudah dilakukan warga binaan ini dapat menginspirasi," kata dia.
Bukan hanya mendorong menanam cabai, BI juga memiliki program pembibitan bawang merah di Kabupaten Banyuasin yang dapat dijadikan proyek percontohan bagi kalangan pelaku usaha untuk merambah bisnis pertanian.
Program yang dikenal dengan sebutan "on farm" ini diharapkan menjadi program pengendalian inflasi untuk sejumlah komoditas bahan makanan, seperti bawang merah dan cabai.
"Kegiatannya dimulai dari pembibitan, jadi bagi pengusaha di Sumsel yang berminat dapat langsung datang ke Banyuasin untuk melihatnya," kata dia.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sumsel Hamid Ponco mengatakan kerja sama dengan Kemenkumham ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga binaan.
"Produksi yang dihasilkan cukup banyak, yang dapat digunakan untuk kebutuhan Lapas sendiri atau jika berlebih bisa dijual ke pasar," kata Ponco seusai kegiatan panen.
Ia mengatakan komoditas cabai selalu menjadi perhatian pemerintah karena rutin menjadi penyumbang inflasi daerah.
Bahkan sejak awal tahun terjadi lonjalan di hampir seluruh daerah karena pengaruh gagal panen.
Di Kota Palembang bahkan harga cabai diketahui sempat mencapai Rp100 ribu/kg.
"Sejak lama BI melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah menggalakkan keluarga untuk menanam cabai di pekarangan sendiri agar tidak mesti ke pasar. Jika ini banyak diterapkan maka harga cabai bisa ditekan. BI berharap apa yang sudah dilakukan warga binaan ini dapat menginspirasi," kata dia.
Bukan hanya mendorong menanam cabai, BI juga memiliki program pembibitan bawang merah di Kabupaten Banyuasin yang dapat dijadikan proyek percontohan bagi kalangan pelaku usaha untuk merambah bisnis pertanian.
Program yang dikenal dengan sebutan "on farm" ini diharapkan menjadi program pengendalian inflasi untuk sejumlah komoditas bahan makanan, seperti bawang merah dan cabai.
"Kegiatannya dimulai dari pembibitan, jadi bagi pengusaha di Sumsel yang berminat dapat langsung datang ke Banyuasin untuk melihatnya," kata dia.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perjanjian New START Berakhir, Indonesia desak AS-Rusia cegah perlombaan senjata nuklir
08 February 2026 9:36 WIB
Tanamkan nilai kebangsaan sejak dini, Yuk Cici ajak pelajar Bayung Lencir jadi generasi penjaga Indonesia
03 February 2026 19:28 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Antisipasi virus Nipah, Dinkes Palembang gencarkan sosialisasi di Puskesmas
06 February 2026 16:37 WIB
Waspada! BMKG beri peringatan hujan petir di perairan Sungai Musi hari Ini
06 February 2026 13:22 WIB