Limbah batu bara cemari objek wisata
Selasa, 24 Januari 2017 15:24 WIB
Limbah batu bara cemari kawasan wisata (Antarasumsel.com)
Bengkulu (Antarasumsel.com) - Butiran halus batu bara yang terbawa aliran Sungai Bengkulu mulai mencemari objek wisata pantai di Bengkulu, terutama Pantai Jakat yang merupakan satu-satunya lokasi pemandian yang direkomendasikan bagi wisatawan.
"Limbahnya sudah pernah sampai ke Pantai Jakat, tapi bergeser lagi ke pantai Pasar Bengkulu karena terbawa arus laut," ungkap Refi, nelayan Kelurahan Pasar Bengkulu di Kota Bengkulu, Selasa.
Menurut para nelayan, limbah batu bara berupa butiran halus yang mencemari laut Bengkulu itu berasal dari pertambangan batu bara di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah.
Limbah pencucian batu bara di lokasi pertambangan terbawa ke laut melalui aliran sungai Bengkulu yang mengalir dari Bengkulu Tengah dan bermuara di pesisir Kota Bengkulu.
"Dua minggu ini limbah batu bara banyak di pantai Pasar Bengkulu, posisinya bergantung kondisi arus," ucap Refi, menambahkan.
Pantauan di pantai Pasar Bengkulu, puluhan nelayan mengumpulkan butiran halus batu bara itu menggunakan waring. Batu bara tersebut akan dijual ke pedagang pengumpul seharga Rp8.000 per kilogram.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral Provinsi Bengkulu, Oktaviano mengatakan segera menurunkan tim ke lapangan untuk mengetahui asal butiran batu bara tersebut.
"Kami akan cek ke lapangan untuk mengetahui sumber butiran batu bara itu, apakah benar dari muara Sungai Bengkulu atau dari lokasi lain," ucapnya.
Pantai Jakat merupakan satu spot wisata andalan Provinsi Bengkulu untuk menarik wisatawan, sebab di kawasan ini para wisatawan diperbolehkan berenang dan bermain wahana air lainnya.
Selain Pantai Jakat, ada pulau Pantai Panjang dan Pantai Tapak Paderi yang membentang sepanjang lebih lima kilometer, namun di dua lokasi pantai ini pengunjung dilating berenang akibat arus kencang.
"Limbahnya sudah pernah sampai ke Pantai Jakat, tapi bergeser lagi ke pantai Pasar Bengkulu karena terbawa arus laut," ungkap Refi, nelayan Kelurahan Pasar Bengkulu di Kota Bengkulu, Selasa.
Menurut para nelayan, limbah batu bara berupa butiran halus yang mencemari laut Bengkulu itu berasal dari pertambangan batu bara di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah.
Limbah pencucian batu bara di lokasi pertambangan terbawa ke laut melalui aliran sungai Bengkulu yang mengalir dari Bengkulu Tengah dan bermuara di pesisir Kota Bengkulu.
"Dua minggu ini limbah batu bara banyak di pantai Pasar Bengkulu, posisinya bergantung kondisi arus," ucap Refi, menambahkan.
Pantauan di pantai Pasar Bengkulu, puluhan nelayan mengumpulkan butiran halus batu bara itu menggunakan waring. Batu bara tersebut akan dijual ke pedagang pengumpul seharga Rp8.000 per kilogram.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral Provinsi Bengkulu, Oktaviano mengatakan segera menurunkan tim ke lapangan untuk mengetahui asal butiran batu bara tersebut.
"Kami akan cek ke lapangan untuk mengetahui sumber butiran batu bara itu, apakah benar dari muara Sungai Bengkulu atau dari lokasi lain," ucapnya.
Pantai Jakat merupakan satu spot wisata andalan Provinsi Bengkulu untuk menarik wisatawan, sebab di kawasan ini para wisatawan diperbolehkan berenang dan bermain wahana air lainnya.
Selain Pantai Jakat, ada pulau Pantai Panjang dan Pantai Tapak Paderi yang membentang sepanjang lebih lima kilometer, namun di dua lokasi pantai ini pengunjung dilating berenang akibat arus kencang.
Pewarta : Helti Marini Sipayung
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina EP Prabumulih Field olah limbah sabut kelapa jadi alat penanggulangan tumpahan minyak
13 September 2026 14:00 WIB
Ubah limbah jadi bermanfaat, Kilang Plaju dorong Kelompok Proklim ciptakan produk bernilai
10 August 2026 22:42 WIB
PEP Adera dampingi petani Pengabuan PALI tingkatkan penghasilan lewat olah jerami
19 May 2026 20:56 WIB
Kilang Pertamina Plaju perkuat tata kelola lingkungan melalui simulasi penanganan limbah B3
27 November 2025 23:13 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB