Malaysia tawarkan imbalan yang menemukan pesawat MH370
Sabtu, 21 Januari 2017 11:39 WIB
Ilustrasi - Pesawat Boeing B-777-200ER Malaysia Airlines. .(wikipedia.org)
Kuala Lumpur (Antara/Reuters) - Malaysia, Kamis, mengatakan akan memberikan imbalan kepada perusahaan swasta mana pun yang menemukan badan pesawat Malaysian Airlines bernomor penerbangan MH370 yang hilang.
Tawaran itu dikeluarkan beberapa hari setelah pencarian, yang telah berlangsung selama tiga tahun dan tidak membuahkan hasil, ditangguhkan.
Australia, Malaysia dan China pada Selasa mengakhiri pencarian pesawat. Penghentian menjadikan membuat tragedi MH370 sebagai misteri terbesar yang tak terpecahkan dalam dunia penerbangan.
Pesawat MH370 berjenis Boeing 777 menghilang pada Maret 2014 dalam perjalanan dari ibu kota negara Malaysia, Kuala Lumpur, menuju Beijing. Ada 239 orang di dalam pesawat nahas itu.
Wakil Menteri Transportasi Malaysia Abdul Aziz Kaprawi mengatakan pemerintah terbuka terhadap perusahaan-perusahaan swasta tepercaya yang melakukan pencarian dan akan memberikan imbalan kepada siapa pun yang dapat menemukan badan pesawat.
Ia mengatakan jumlah imbalan belum ditentukan.
Perusahaan mana pun yang berniat melakukan pencarian diminta menghubungi pemerintah dan keputusan soal imbalan akan diambil kemudian, ujar Kaprawi.
Upaya pencarian pada seluas 120.000 kilometer persegi di Samudra Hindia membutuhkan biaya sekitar 200 juta dolar Australia (Rp2,02 triliun).
Ketiga negara yang terlibat dalam pencarian tak ingin melanjutkan upaya tersebut tanpa ada bukti baru soal tempat terakhir keberadaan pesawat.
MH370 hilang dari kontak di atas Teluk Thailand pada 8 Maret 2014.
Analisis lebih lanjut dari radar dan kontak satelit menunjukkan kemungkinan bahwa seseorang di dalam pesawat telah dengan sengaja mematikan pemancar radio di kokpit sebelum mengalihkan arah pesawat ribuan kilometer dari Samudra Hindia.
Sejak peristiwa itu, ada berbagai teori soal apakah pesawat tersebut mengalami pembajakan dan apakah berada dalam kendali seseorang ketika akhirnya kehabisan bahan bakar.
Jejak yang sudah dipastikan sejauh ini hanya tiga puing pesawat yang hanyut ke negara pulau Mauritius, pulau Prancis bernama Reunion serta sebuah pulau di perairan Tanzania.
Sebanyak 30 puing lainnya, yang ditemukan di lokasi-lokasi itu serta di pantai-pantai Mozambique, Tanzania dan Afrika Selatan, diperkirakan berasal dari MH370.
Sebagian besar penumpang MH370 adalah warga negara China.
Abdul Aziz mengatakan biaya pencarian MH370 selama ini ditanggung ketiga negara sementara sang perusahaan pembuat pesawat tersebut, Boeing, tidak memberikan sumbangan untuk pemenuhan biaya.
Melalui pernyataan, Boeing mengatakan pihaknya telah menyediakan bantuan teknis dan pendampingan, terutama sebagai
penasihat bagi lembaga pemerintah yang menjalankan investigasi MH370. (Uu.T008)
Tawaran itu dikeluarkan beberapa hari setelah pencarian, yang telah berlangsung selama tiga tahun dan tidak membuahkan hasil, ditangguhkan.
Australia, Malaysia dan China pada Selasa mengakhiri pencarian pesawat. Penghentian menjadikan membuat tragedi MH370 sebagai misteri terbesar yang tak terpecahkan dalam dunia penerbangan.
Pesawat MH370 berjenis Boeing 777 menghilang pada Maret 2014 dalam perjalanan dari ibu kota negara Malaysia, Kuala Lumpur, menuju Beijing. Ada 239 orang di dalam pesawat nahas itu.
Wakil Menteri Transportasi Malaysia Abdul Aziz Kaprawi mengatakan pemerintah terbuka terhadap perusahaan-perusahaan swasta tepercaya yang melakukan pencarian dan akan memberikan imbalan kepada siapa pun yang dapat menemukan badan pesawat.
Ia mengatakan jumlah imbalan belum ditentukan.
Perusahaan mana pun yang berniat melakukan pencarian diminta menghubungi pemerintah dan keputusan soal imbalan akan diambil kemudian, ujar Kaprawi.
Upaya pencarian pada seluas 120.000 kilometer persegi di Samudra Hindia membutuhkan biaya sekitar 200 juta dolar Australia (Rp2,02 triliun).
Ketiga negara yang terlibat dalam pencarian tak ingin melanjutkan upaya tersebut tanpa ada bukti baru soal tempat terakhir keberadaan pesawat.
MH370 hilang dari kontak di atas Teluk Thailand pada 8 Maret 2014.
Analisis lebih lanjut dari radar dan kontak satelit menunjukkan kemungkinan bahwa seseorang di dalam pesawat telah dengan sengaja mematikan pemancar radio di kokpit sebelum mengalihkan arah pesawat ribuan kilometer dari Samudra Hindia.
Sejak peristiwa itu, ada berbagai teori soal apakah pesawat tersebut mengalami pembajakan dan apakah berada dalam kendali seseorang ketika akhirnya kehabisan bahan bakar.
Jejak yang sudah dipastikan sejauh ini hanya tiga puing pesawat yang hanyut ke negara pulau Mauritius, pulau Prancis bernama Reunion serta sebuah pulau di perairan Tanzania.
Sebanyak 30 puing lainnya, yang ditemukan di lokasi-lokasi itu serta di pantai-pantai Mozambique, Tanzania dan Afrika Selatan, diperkirakan berasal dari MH370.
Sebagian besar penumpang MH370 adalah warga negara China.
Abdul Aziz mengatakan biaya pencarian MH370 selama ini ditanggung ketiga negara sementara sang perusahaan pembuat pesawat tersebut, Boeing, tidak memberikan sumbangan untuk pemenuhan biaya.
Melalui pernyataan, Boeing mengatakan pihaknya telah menyediakan bantuan teknis dan pendampingan, terutama sebagai
penasihat bagi lembaga pemerintah yang menjalankan investigasi MH370. (Uu.T008)
Pewarta :
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pesawat Saudi Airlines pembawa jamaah haji Jawa Timur tiba selamat di Madinah
29 April 2026 5:38 WIB
Info Mudik 2026: Bandara Djalaluddin Gorontalo siagakan posko terpadu dan diskon tiket
14 March 2026 8:50 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB
Prakiraan cuaca Sumatera Utara Jumat 24 April 2026: Didominasi berawan hingga hujan sedang
24 April 2026 10:45 WIB