Ulama berperan atasi krisis moral di zaman modern
Kamis, 12 Januari 2017 10:40 WIB
Ilustrasi. (ANTARA/Yudhi Mahatma/Ang)
Bengkalis (Antarasumsel.com)- Kedudukan ulama di tengah-tengah masyarakat sebagai panutan dan pemimpin memiliki peran strategis dalam upaya memperkokoh etika, moral dan spiritual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Saat ini umat Islam, tak terkecuali di Kabupaten Bengkalis, tengah menghadapi berbagai pengaruh negatif yang menyebabkan terkikisnya akidah dan akhlak umat, mulai dari masalah narkoba, pergaulan bebas, prostitusi, kenakalan remaja, minuman keras dan lain sebagainya,"kata Bupati Bengkalis, Amril Mukminin dalam keterangannya di Bengkalis, Kamis.
Menurut dia, kondisi seperti itu di zaman modern saat ini dibutuhkan perhatian dan penanganan serius, dan jika semua komponen terpanggil untuk memelihara dan menjaga kehidupan beragama, maka berbagai persoalan yang muncul akan dapat diatasi sebagaimana mestinya.
"Kepada MUI Kabupaten Bengkalis, kami harapkan mampu berkiprah dalam pembangunan, khususnya pembangunan moral dan akhlak, mampu memerankan fungsi dan statusnya sebagai organisasi yang menggalang persatuan dan kesatuan, yang sinergis serta melakukan pembinaan, penataan dan pembaharuan terutama dalam kaitannya mengantisipasi berbagai perkembangan yang terjadi di masyarakat," kata dia.
Dia melanjutkan, bukan hanya penyakit masyarakat yang telah dipaparkannya menjadi sorotan serius, namun juga saat ini yang begitu dikhawatirkan adalah marak bermunculan aliran agama yang mengarah pada aliran sesat, serta kemiskinan yang berpotensi menimbulkan kerawanan akidah dan akhlak.
"Ulama memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pencerahan, mencerdaskan, dan membimbing umat, para ulama memang bukanlah pihak yang paling bertanggung jawab menangani krisis dan degradasi moral dalam kehidupan masyarakat, akan tetapi ulama sangat memiliki peran penting untuk mengatasi krisis moral saat ini," katanya.
ia menjelaskan, peran dan fungsi ulama, sebagai kekuatan moral dalam masyarakat yang selalu berbicara dengan kaidah-kaidah agama dan moral, tentu saja memiliki keterbatasan jika dihadapkan dengan kekuatan di luar wilayah keulamaan, yang berkolaborasi dengan kekuatan ekonomi, teknologi dan informasi.
"Kita harus bekerja keras dan bekerjasama dengan melibatkan komponen masyarakat untuk mengawasi, membentengi dan membimbing umat Islam di negeri ini. hal ini dapat dimulai dari pembangunan aqidah keluarga, generasi muda dan masyarakat kita dari ancaman dan pengaruh serta aksi pendangkalan aqidah, bahkan pemurtadan, penyebaran aliran sesat dan aliran sempalan,"katanya.
"Saat ini umat Islam, tak terkecuali di Kabupaten Bengkalis, tengah menghadapi berbagai pengaruh negatif yang menyebabkan terkikisnya akidah dan akhlak umat, mulai dari masalah narkoba, pergaulan bebas, prostitusi, kenakalan remaja, minuman keras dan lain sebagainya,"kata Bupati Bengkalis, Amril Mukminin dalam keterangannya di Bengkalis, Kamis.
Menurut dia, kondisi seperti itu di zaman modern saat ini dibutuhkan perhatian dan penanganan serius, dan jika semua komponen terpanggil untuk memelihara dan menjaga kehidupan beragama, maka berbagai persoalan yang muncul akan dapat diatasi sebagaimana mestinya.
"Kepada MUI Kabupaten Bengkalis, kami harapkan mampu berkiprah dalam pembangunan, khususnya pembangunan moral dan akhlak, mampu memerankan fungsi dan statusnya sebagai organisasi yang menggalang persatuan dan kesatuan, yang sinergis serta melakukan pembinaan, penataan dan pembaharuan terutama dalam kaitannya mengantisipasi berbagai perkembangan yang terjadi di masyarakat," kata dia.
Dia melanjutkan, bukan hanya penyakit masyarakat yang telah dipaparkannya menjadi sorotan serius, namun juga saat ini yang begitu dikhawatirkan adalah marak bermunculan aliran agama yang mengarah pada aliran sesat, serta kemiskinan yang berpotensi menimbulkan kerawanan akidah dan akhlak.
"Ulama memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pencerahan, mencerdaskan, dan membimbing umat, para ulama memang bukanlah pihak yang paling bertanggung jawab menangani krisis dan degradasi moral dalam kehidupan masyarakat, akan tetapi ulama sangat memiliki peran penting untuk mengatasi krisis moral saat ini," katanya.
ia menjelaskan, peran dan fungsi ulama, sebagai kekuatan moral dalam masyarakat yang selalu berbicara dengan kaidah-kaidah agama dan moral, tentu saja memiliki keterbatasan jika dihadapkan dengan kekuatan di luar wilayah keulamaan, yang berkolaborasi dengan kekuatan ekonomi, teknologi dan informasi.
"Kita harus bekerja keras dan bekerjasama dengan melibatkan komponen masyarakat untuk mengawasi, membentengi dan membimbing umat Islam di negeri ini. hal ini dapat dimulai dari pembangunan aqidah keluarga, generasi muda dan masyarakat kita dari ancaman dan pengaruh serta aksi pendangkalan aqidah, bahkan pemurtadan, penyebaran aliran sesat dan aliran sempalan,"katanya.
Pewarta : Abdul Razak & Siti Zubaidah
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Real Madrid umumkan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih baru, akhiri masa bergejolak bersama Xabi Alonso
13 January 2026 9:09 WIB
AS sebut Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai target serangan
01 January 2026 19:12 WIB
Fundamental kuat dan transaksi meningkat, Semen Baturaja dinobatkan sebagai The Best Public Company 2025
04 November 2025 10:16 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB