Direktur: Lanskap upaya dukung program pemprov Sumsel
Kamis, 5 Januari 2017 15:25 WIB
Puluhan juta burung migran dari berbagai belahan dunia menetap sementara di Semenanjung Taman Nasional Sembilang, Sungai Bungin, Banyuasin, Sumsel. (Foto Antarasumsel.com/Nova Wahyudi)
Palembang (Antarasumsel.com) - Direktur Proyek Kelola Sendang, Damayanti Buchori mengatakan, lanskap atau tata ruang di luar gedung berkelanjutan sebagai upaya mewujudkan dan mendukung program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam melestarikan lingkungan.
Hal ini karena lanskap tujuannya melakukan program pengelolaan hutan yang berbasis perekonomian masyarakat, kata Damayanti dalam siaran persnya yang diterima Antara di Palembang, Kamis.
Menurut dia, Gubernur Sumsel Alex Noerdin sendiri terus berupaya melestarikan hutan yang ada di daerah tersebut.
Oleh karena itu pihaknya bermitra dengan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam melestarikan lingkungan.
Jadi program proyek kelola sendang atau kemitraan pengelolaan lanskap Sembilang Dangku dilakukan untuk melestarilan lingkungan Sumsel, katanya.
Dia mengatakan, program kelola Sendang juga bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat dari London atau Zoologocal of London dan pendanaan juga dari luar negeri.
Memang, lanjut dia, isu lingkungan belum begitu mendalam disosialisasikan kepada masyarakat.
Bahkan pemberitaan masih bersumber dari pesan narasumber dan analisa jurnalistik saja, kata dia.
Oleh karena itu pihaknya melaksanakan pelatihan jurnalistik dengan para wartawan untuk menyukseskan program Pemerintah Provinsi Sumsel.
Menurut dia, dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan isu lingkungan akan semakin diketahui masyarakat.
Pelatihan sendiri dilaksanakan di Palembang selama tiga hari dengan narasumber antara lain Bappeda Sumsel, Kelola Sendang termasuk AJI dan IJTI.
Hal ini karena lanskap tujuannya melakukan program pengelolaan hutan yang berbasis perekonomian masyarakat, kata Damayanti dalam siaran persnya yang diterima Antara di Palembang, Kamis.
Menurut dia, Gubernur Sumsel Alex Noerdin sendiri terus berupaya melestarikan hutan yang ada di daerah tersebut.
Oleh karena itu pihaknya bermitra dengan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam melestarikan lingkungan.
Jadi program proyek kelola sendang atau kemitraan pengelolaan lanskap Sembilang Dangku dilakukan untuk melestarilan lingkungan Sumsel, katanya.
Dia mengatakan, program kelola Sendang juga bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat dari London atau Zoologocal of London dan pendanaan juga dari luar negeri.
Memang, lanjut dia, isu lingkungan belum begitu mendalam disosialisasikan kepada masyarakat.
Bahkan pemberitaan masih bersumber dari pesan narasumber dan analisa jurnalistik saja, kata dia.
Oleh karena itu pihaknya melaksanakan pelatihan jurnalistik dengan para wartawan untuk menyukseskan program Pemerintah Provinsi Sumsel.
Menurut dia, dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan isu lingkungan akan semakin diketahui masyarakat.
Pelatihan sendiri dilaksanakan di Palembang selama tiga hari dengan narasumber antara lain Bappeda Sumsel, Kelola Sendang termasuk AJI dan IJTI.
Pewarta : Ujang Idrus
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Bulog Sumsel Babel serap 127 ton gabah hingga Agustus 2026, capai 73 persen target
28 August 2026 19:53 WIB
Polda Sumsel salurkan 5.000 buku hijaiyah untuk bebaskan santri dari buta aksara Alquran
28 August 2026 7:56 WIB