Dewan Pers: Peliputan terorisme harus dilengkapi pengamanan
Kamis, 27 Oktober 2016 17:03 WIB
Ilustrasi (FOTO ANTARA)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan, peliputan peristiwa teroris harus dilengkapi alat pengamanan karena peristiwa itu cukup berbahaya bagi keselamatan jiwa.
Bahkan dalam aturan Dewan Pers, wartawan dalam peliputan harus mengutamakan keselamatan, kata Yosep Adi pada Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers Dalam Meliput Isu-Isu Terorisme di Palembang, Kamis.
Yosep mengatakan, seseorang wartawan harus mengutamakan kepentingan publik dalam pemberitaan terorisme.
Hal ini karena bisa saja wartawan menjadi terorisme bila berita yang disampaikan membuat masyarakat ketakutan, ujar dia.
Oleh karena itu, pemberitaan disampaikan harus diperoleh dari narasumber yang tempat agar informasi tidak salah.
Selain itu dalam pemberitaan harus mengutamakan praduka atau diduga, karena wartawan bukan pengadilan, kata dia.
Hal ini karena bila berita yang disiarkan tidak sesuai maka itu akan merusak nama baik.
Memang, lanjut dia, diseminasi yang dilakukan merupakan bagian dari kerja sama antara Dewan Pers dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Sementara Wakil Direktur Intelkam Polda Sumsel AKBP Heri Widagdo mengatakan, terorisme memang sangat berbahaya karena dampaknya cukup besar termasuk imbasnya masalah ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu terorisme harus dicegah bersama-sama, tambah dia.
(U005)
Bahkan dalam aturan Dewan Pers, wartawan dalam peliputan harus mengutamakan keselamatan, kata Yosep Adi pada Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers Dalam Meliput Isu-Isu Terorisme di Palembang, Kamis.
Yosep mengatakan, seseorang wartawan harus mengutamakan kepentingan publik dalam pemberitaan terorisme.
Hal ini karena bisa saja wartawan menjadi terorisme bila berita yang disampaikan membuat masyarakat ketakutan, ujar dia.
Oleh karena itu, pemberitaan disampaikan harus diperoleh dari narasumber yang tempat agar informasi tidak salah.
Selain itu dalam pemberitaan harus mengutamakan praduka atau diduga, karena wartawan bukan pengadilan, kata dia.
Hal ini karena bila berita yang disiarkan tidak sesuai maka itu akan merusak nama baik.
Memang, lanjut dia, diseminasi yang dilakukan merupakan bagian dari kerja sama antara Dewan Pers dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Sementara Wakil Direktur Intelkam Polda Sumsel AKBP Heri Widagdo mengatakan, terorisme memang sangat berbahaya karena dampaknya cukup besar termasuk imbasnya masalah ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu terorisme harus dicegah bersama-sama, tambah dia.
(U005)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Berpulangnya Prof. Azyumardi Azra, cendekiawan memimpin Dewan Pers
18 September 2022 14:23 WIB, 2022
Kabar duka, Ketua Dewan Pers Prof Azyumardi Azra meninggal dunia di RS Selangor Malaysia
18 September 2022 12:34 WIB, 2022
Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra masih jalani perawatan intensif di RS Selangor
17 September 2022 10:55 WIB, 2022
Catatan Ilham Bintang - Kisah Prof Azyumardi Azra, Ketua Dewan Pers yang terpapar COVID-19
17 September 2022 10:44 WIB, 2022
Cendikiawan muslim Azyumardi Azra terpilih jadi Ketua Dewan Pers 2022-2025
18 May 2022 22:12 WIB, 2022
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Cegah dampak kabut asap, Lapas Perempuan Palembang bagikan 100 paket roti dan masker
13 September 2026 16:37 WIB
Disdik Sumsel evaluasi pembelajaran jarak jauh tingkat SMA terkait kabut asap
12 September 2026 19:16 WIB