Kotawaringin timur matangkan persiapan penutupan lokalisasi
Minggu, 23 Oktober 2016 18:51 WIB
Ilustrasi (FOTO ANTARA)
Sampit (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus mematangkan rencana penutupan seluruh lokalisasi yang akan dilaksanakan 2017.
"Kami masih berkoordinasi dengan Kementerian Sosial agar penutupan lokalisasi ini bisa dilakukan dengan baik. Makanya belum bisa memastikan waktu pastinya," kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotawaringin Timur, Bima Ekawardhana di Sampit, Minggu.
Saat ini terdapat tiga lokalisasi di Kotawaringin Timur. Yakni di kilometer 12 Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, lokalisasi di Kecamatan Parenggean dan lokalisasi Tangar Kecamatan Mentaya Hulu.
Lokalisasi terbesar yakni Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Pasir Putih yang lokasinya terbilang dekat dengan Sampit, Ibu Kota Kabupaten Kotim, yakni hanya 12 kilometer.
Hasil pendataan terakhir, ada 269 pekerja seks komersial yang menghuni tiga lokalisasi tersebut. Mereka berasal dari sejumlah daerah di Kalimantan, Jawa dan Jakarta.
Pemerintah daerah mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat kebijakan tersebut. Mengingat, banyak yang menggantungkan hidup dari kegiatan di tiga lokalisasi itu.
"Penutupan akan dilakukan bertahap sesuai ketersediaan anggaran. Mereka akan dipulangkan ke tempat asal mereka masing-masing," kata Bima.
Berbagai alasam sehingga pemerintah daerah memutuskan akan menutup lokalisasi. Salah satu alasannya adalah untuk menekan penularan penyakit mematikan HIV/AIDS.
Penularan HIV/AIDS di Kotawaringin Timur merupakan terbesar kedua di Kalimantan Tengah, setelah Kota Palangka Raya. Lokalisasi merupakan tempat rawan penularan virus HIV/AIDS.
Rencana penutupan lokalisasi disambut positif masyarakat. Keberadaan lokalisasi dinilai banyak membawa dampak buruk bagi masyarakat.
"Selain rawan HIV/AIDS, keberadaan lokalisasi mengancam keutuhan rumah tangga. Bagus saja ditutup. Kami sangat mendukung," kata Novi.
Terkait dampak penutupan lokalisasi terhadap pekerja seks komersial, menurutnya pasti bisa diatasi. Pemerintah harus menyelamatkan masyarakat luas yang jumlahnya jauh lebih banyak. Novi yakin, jika para pekerja seks komersial mau berusaha, mereka juga pasti bisa mendapat pekerjaan yang baik.
"Kami masih berkoordinasi dengan Kementerian Sosial agar penutupan lokalisasi ini bisa dilakukan dengan baik. Makanya belum bisa memastikan waktu pastinya," kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotawaringin Timur, Bima Ekawardhana di Sampit, Minggu.
Saat ini terdapat tiga lokalisasi di Kotawaringin Timur. Yakni di kilometer 12 Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, lokalisasi di Kecamatan Parenggean dan lokalisasi Tangar Kecamatan Mentaya Hulu.
Lokalisasi terbesar yakni Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Pasir Putih yang lokasinya terbilang dekat dengan Sampit, Ibu Kota Kabupaten Kotim, yakni hanya 12 kilometer.
Hasil pendataan terakhir, ada 269 pekerja seks komersial yang menghuni tiga lokalisasi tersebut. Mereka berasal dari sejumlah daerah di Kalimantan, Jawa dan Jakarta.
Pemerintah daerah mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat kebijakan tersebut. Mengingat, banyak yang menggantungkan hidup dari kegiatan di tiga lokalisasi itu.
"Penutupan akan dilakukan bertahap sesuai ketersediaan anggaran. Mereka akan dipulangkan ke tempat asal mereka masing-masing," kata Bima.
Berbagai alasam sehingga pemerintah daerah memutuskan akan menutup lokalisasi. Salah satu alasannya adalah untuk menekan penularan penyakit mematikan HIV/AIDS.
Penularan HIV/AIDS di Kotawaringin Timur merupakan terbesar kedua di Kalimantan Tengah, setelah Kota Palangka Raya. Lokalisasi merupakan tempat rawan penularan virus HIV/AIDS.
Rencana penutupan lokalisasi disambut positif masyarakat. Keberadaan lokalisasi dinilai banyak membawa dampak buruk bagi masyarakat.
"Selain rawan HIV/AIDS, keberadaan lokalisasi mengancam keutuhan rumah tangga. Bagus saja ditutup. Kami sangat mendukung," kata Novi.
Terkait dampak penutupan lokalisasi terhadap pekerja seks komersial, menurutnya pasti bisa diatasi. Pemerintah harus menyelamatkan masyarakat luas yang jumlahnya jauh lebih banyak. Novi yakin, jika para pekerja seks komersial mau berusaha, mereka juga pasti bisa mendapat pekerjaan yang baik.
Pewarta : Norjani
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah Provinsi Sumsel siapkan penutupan jalur tongkang di Sungai Lalan
23 December 2025 21:33 WIB
Menkomdigi: Penutupan fitur live di platform TikTok diharapkan tak berlangsung lama
31 August 2025 19:36 WIB
Penutupan Pertamina LCLP 2025: Mendorong kepemimpinan lokal untuk pembangunan berkelanjutan
23 June 2025 12:53 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB