Hong Jai mualaf Tionghoa yang belajar berkurban
Jumat, 9 September 2016 22:34 WIB
Sapi . (FOTO ANTARA)
Jember (ANTARA Sumsel) - Lebaran Haji yang selalu diperingati umat Islam di setiap 10 Zulhijah pada kalender Hijriah biasa dikenal dengan Lebaran Besar yang sebentar lagi akan tiba.
Sejak memutuskan berpindah keyakinan menjadi mualaf 1 tahun lalu, Ahmad Hong Jai yang merupakan warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkurban pada Iduladha 1437 Hijriah.
"Iduladha pada tahun ini merupakan Lebaran Besar kali pertama bagi saya sehingga ingin lebih banyak tahu tentang makna Iduladha dengan berpartisipasi membeli satu hewan kurban berupa kambing," kata Ahmad Hong Jai di Masjid Muhammad Cheng Hoo Jember, Jumat.
Baginya, melakukan kurban pada Iduladha merupakan panggilan hati nuraninya untuk saling memberi kepada warga yang kurang mampu dan berharap bisa membersihkan dosa-dosa yang telah dilakukan sebelum menjadi mualaf.
"Sebenarnya belum banyak makna yang saya ketahui tentang Iduladha dan berkurban karena ini kali pertama saya berkurban sebagai muslim. Namun, saya yakin banyak hikmah yang bisa diambil dalam momentum hari raya ini," tutur pria kelahiran Jember tahun 1978.
Berbeda dengan umat Islam dan kaum tionghoa lain yang keluarganya sudah menjadi mualaf, Hong Jai merupakan satu-satunya mualaf di rumahnya karena istri dan anaknya memeluk agama Kristen Katolik, sedangkan orang tuanya pemeluk agama Kong Hu Cu.
"Perbedaan itu sangat indah dan alhamdulillah keluarga saya bisa menerima saya menjadi mualaf sehingga saya bisa aktif melakukan kegiatan di Masjid Muhammad Cheng Hoo Jember, seperti kegiatan Iduladha nanti," ucap etnis Tionghoa yang masuk Islam pada tahun 2015.
Hong Jai bersyukur bisa membeli hewan kurban dari hasil jerih payahnya dan perlahan-lahan belajar banyak tentang makna Iduladha melalui kehidupan sehari-hari yang harus ikhlas dan selalu berbagi dengan orang yang kurang mampu.
Ibadah kurban memiliki hikmah dan mengajarkan umat Islam untuk menjaga fitrahnya tetap suci, menguji tingkat ketakwaan, memotivasi diri untuk memiliki harta dengan bekerja keras, dan berjiwa sosial untuk berbagi dengan sesama.
"Mudah-mudahan saya selalu mendapatkan hidayah dari Allah Swt. melalui momentum Iduladha dan saya bisa belajar banyak tentang makna hari raya tersebut," ujarnya.
Sejak memutuskan berpindah keyakinan menjadi mualaf 1 tahun lalu, Ahmad Hong Jai yang merupakan warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkurban pada Iduladha 1437 Hijriah.
"Iduladha pada tahun ini merupakan Lebaran Besar kali pertama bagi saya sehingga ingin lebih banyak tahu tentang makna Iduladha dengan berpartisipasi membeli satu hewan kurban berupa kambing," kata Ahmad Hong Jai di Masjid Muhammad Cheng Hoo Jember, Jumat.
Baginya, melakukan kurban pada Iduladha merupakan panggilan hati nuraninya untuk saling memberi kepada warga yang kurang mampu dan berharap bisa membersihkan dosa-dosa yang telah dilakukan sebelum menjadi mualaf.
"Sebenarnya belum banyak makna yang saya ketahui tentang Iduladha dan berkurban karena ini kali pertama saya berkurban sebagai muslim. Namun, saya yakin banyak hikmah yang bisa diambil dalam momentum hari raya ini," tutur pria kelahiran Jember tahun 1978.
Berbeda dengan umat Islam dan kaum tionghoa lain yang keluarganya sudah menjadi mualaf, Hong Jai merupakan satu-satunya mualaf di rumahnya karena istri dan anaknya memeluk agama Kristen Katolik, sedangkan orang tuanya pemeluk agama Kong Hu Cu.
"Perbedaan itu sangat indah dan alhamdulillah keluarga saya bisa menerima saya menjadi mualaf sehingga saya bisa aktif melakukan kegiatan di Masjid Muhammad Cheng Hoo Jember, seperti kegiatan Iduladha nanti," ucap etnis Tionghoa yang masuk Islam pada tahun 2015.
Hong Jai bersyukur bisa membeli hewan kurban dari hasil jerih payahnya dan perlahan-lahan belajar banyak tentang makna Iduladha melalui kehidupan sehari-hari yang harus ikhlas dan selalu berbagi dengan orang yang kurang mampu.
Ibadah kurban memiliki hikmah dan mengajarkan umat Islam untuk menjaga fitrahnya tetap suci, menguji tingkat ketakwaan, memotivasi diri untuk memiliki harta dengan bekerja keras, dan berjiwa sosial untuk berbagi dengan sesama.
"Mudah-mudahan saya selalu mendapatkan hidayah dari Allah Swt. melalui momentum Iduladha dan saya bisa belajar banyak tentang makna hari raya tersebut," ujarnya.
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Manajer timnas apresiasi IBL bolehkan pemain asing keturunan Indonesia
11 October 2023 9:10 WIB, 2023
Kampung Adat Miduana membuka diri, penghuninya keturunan Kerajaan Padjajaran
28 June 2022 17:46 WIB, 2022
Komnas HAM dukung langkah Panglima izinkan keturunan PKI jadi prajurit
03 April 2022 14:47 WIB, 2022
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB