Psikolog: Jessica tidak menunjukkan gestur menolong saat Mirna sakit
Senin, 15 Agustus 2016 14:02 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso (kanan) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (10/8/2016) (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Saksi ahli psikolog klinis Dra. Antonia Ratih Andjayani menyebut reaksi terdakwa Jessica Kumala Wongso tidak menunjukkan gestur menolong saat Mirna terlihat sakit ketika meminum es kopi Vietnam yang dipesannya.
Sewajarnya, sepanik apapun seseorang saat melihat temannya terkena musibah, ia akan menunjukkan reaksi ingin menolong.
"Ini yang tidak terlihat di rekaman," kata Antonia di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin.
Ketika Mirna mengisap minuman dengan sedotan, kemudian mengipas-ngipas dan terjadi perubahan ekspresi, yang terlihat panik adalah Hani. Sebaliknya, Jessica terlihat tenang.
"Kalau dia panik sampai tidak bisa berkata kata, ekspresi dan gesturnya tidak menunjukkan itu," katanya.
Ketika beranjak untuk mencari pertolongan, gerakan Jessica dinilai terlalu santai dan tidak ada tanda ingin bergegas.
"Dalam konteks kasus ini Jessica dan Mirna adalah teman. Dalam situasi sangat genting, sepanik apapun, setidakberdaya apapun, sebingung-bingungnya akan ada gestur membantu, khawatir, harus bergerak sigap, ada kepanikan, bukan reaksi tidak menolong."
Sewajarnya, sepanik apapun seseorang saat melihat temannya terkena musibah, ia akan menunjukkan reaksi ingin menolong.
"Ini yang tidak terlihat di rekaman," kata Antonia di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin.
Ketika Mirna mengisap minuman dengan sedotan, kemudian mengipas-ngipas dan terjadi perubahan ekspresi, yang terlihat panik adalah Hani. Sebaliknya, Jessica terlihat tenang.
"Kalau dia panik sampai tidak bisa berkata kata, ekspresi dan gesturnya tidak menunjukkan itu," katanya.
Ketika beranjak untuk mencari pertolongan, gerakan Jessica dinilai terlalu santai dan tidak ada tanda ingin bergegas.
"Dalam konteks kasus ini Jessica dan Mirna adalah teman. Dalam situasi sangat genting, sepanik apapun, setidakberdaya apapun, sebingung-bingungnya akan ada gestur membantu, khawatir, harus bergerak sigap, ada kepanikan, bukan reaksi tidak menolong."
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
KPK sempat pertimbangkan reaksi publik setelah pengalihan penahanan Yaqut Cholil Qoumas
26 March 2026 19:46 WIB
Polda Sumsel catat 30.956 kegiatan pengamanan selama Operasi Ketupat Musi 2026
26 March 2026 19:22 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim apresiasi Pakistan jadi tuan rumah dialog antara AS-Iran.
25 March 2026 19:00 WIB
Ditpolairud Polda Sumsel sulap kapal patroli jadi ambulans apung jangkau pelayanan darurat
25 March 2026 16:54 WIB
Cegah kemacetan, Kapolri sarankan masyarakat balik Lebaran tanggal 25-27 Maret 2026
24 March 2026 18:43 WIB