Pabrik Pusri II-B ditarget operasi Agustus 2016
Kamis, 14 Juli 2016 17:02 WIB
Proses pembangunan pabrik baru Pusri IIB milik PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), Palembang. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/15/Den)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Pabrik baru Pupuk Sriwijaya (Pusri) II-B di Palembang ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Agustus 2016, setelah molor empat bulan dari rencana awal.
Direktur Utama PT Pusri Mulyono Prawiro di Palembang, Kamis, mengatakan bahwa pembangunan pabrik sudah hampir 100 persen dan siap dilakukan uji coba perdana selam satu bulan.
"Tidak apa-apa molor sedikit asalkan setelah jalan sudah benar-benar tidak ada masalah lagi," kata Mulyono.
Ia mengemukakan kemunduran jadwal ini disebabkan perusahaan belum mendapatkan pasokan gas untuk pabrik baru.
Namun, persoalan itu sudah terselesaikan setelah perusahaan bekerja sama dengan empat perusahaan besar penyuplai gas, yakni Pertamina EP, Medco Energy, Pertagas Niaga dan Conoco Philips yang akan memasok 85 mmscfd untuk pabrik II-B.
"Dengan beroperasionalnya pabrik baru ini maka total produksi pupuk dan amoniak dapat meningkat yakni mencapai 2,65 juta ton dan 1,85 juta ton untuk amoniak," kata dia.
Pabrik Pusri II-B dengan teknologi baru, selain ramah lingkungan juga hemat bahan baku gas yakni dengan rasio pemakaian gas per ton produk 31,49 MMBTU/ton Amonia dan 21,18 MMBTU/Ton Urea.
Pabrik Pusri IIB diproyeksikan memiliki kapasitas terpasang untuk pabrik amonia 2.000 ton per hari (660.000 ton per tahun), dan pabrik urea 2.750 ton per hari (907.500 ton per tahun).
Jika dibandingkan dengan Pabrik Pusri II (existing) yang memiliki rasio pemakaian gas per ton produk 49,24 MMBTU/Ton Amonia dan 36.05 MMBTU/Ton Urea maka akan dihemat pemakaian gas sebesar 14,87 MMBTU per ton urea.
Direktur Utama PT Pusri Mulyono Prawiro di Palembang, Kamis, mengatakan bahwa pembangunan pabrik sudah hampir 100 persen dan siap dilakukan uji coba perdana selam satu bulan.
"Tidak apa-apa molor sedikit asalkan setelah jalan sudah benar-benar tidak ada masalah lagi," kata Mulyono.
Ia mengemukakan kemunduran jadwal ini disebabkan perusahaan belum mendapatkan pasokan gas untuk pabrik baru.
Namun, persoalan itu sudah terselesaikan setelah perusahaan bekerja sama dengan empat perusahaan besar penyuplai gas, yakni Pertamina EP, Medco Energy, Pertagas Niaga dan Conoco Philips yang akan memasok 85 mmscfd untuk pabrik II-B.
"Dengan beroperasionalnya pabrik baru ini maka total produksi pupuk dan amoniak dapat meningkat yakni mencapai 2,65 juta ton dan 1,85 juta ton untuk amoniak," kata dia.
Pabrik Pusri II-B dengan teknologi baru, selain ramah lingkungan juga hemat bahan baku gas yakni dengan rasio pemakaian gas per ton produk 31,49 MMBTU/ton Amonia dan 21,18 MMBTU/Ton Urea.
Pabrik Pusri IIB diproyeksikan memiliki kapasitas terpasang untuk pabrik amonia 2.000 ton per hari (660.000 ton per tahun), dan pabrik urea 2.750 ton per hari (907.500 ton per tahun).
Jika dibandingkan dengan Pabrik Pusri II (existing) yang memiliki rasio pemakaian gas per ton produk 49,24 MMBTU/Ton Amonia dan 36.05 MMBTU/Ton Urea maka akan dihemat pemakaian gas sebesar 14,87 MMBTU per ton urea.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mitra binaan Pusri "Roemah Jumpoetan" raih sertifikat SNI, jadi yang pertama di Indonesia
26 January 2026 15:33 WIB
Semarak Kampung Sehati: Pusri Bangun Kebersamaan dan Harmoni dengan Warga
06 December 2025 19:56 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB