Musirawas Utara kembangkan seni tari tradisional
Senin, 28 Maret 2016 22:23 WIB
Ilustrasi---Sejumlah siswi SMA tengah membawakan tari khas daerah pada kompetisi tari daerah Sumatera Selatan tingkat SMA se-Sumsel di Atrium salah salah satu mall di Kota Palembang, Rabu (23/3). (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)
Musirawas Utara (ANTARASumsel) - Kabupaten Musirawas Utara, Sumatera Selatan, mulai menggali dan mengembangkan budaya lokal yang diambang kepunahan khususnya di daerah pedalaman.
Bupati Musirawas Utara Syarif Hidayat, Senin mengatakan budaya lokal yang banyak belum tergali dan dikembangkan antara lain seni dan tari tradisional, pencak silat, dan budaya suku anak dalam yang berpegang teguh dengan budaya kearifan lokal.
Ia mengatakan budaya Suku Anak Dalam atau dikenal "Orang Rimba" sebetulnya banyak yang unik, namun hingga saat ini tak pernah tampil ke permukaan.
Orang melihat suku terasing itu hanya berpenampilan kumuh dan tetap mempertahankan budaya hidup atau tradisi berpindah-pindah (Melangun) dari satu kawasan hutan ke hutan lainnya jika mengalami musibah.
Suku anak dalam sejak masa Orde Baru di Kabupaten Musirawas Utara sebagian telah menyatu dengan penduduk lokal karena pemerintah telah membangun perumahan khususu kepada mereka.
Suku anak dalam itu memiliki keterampilan yang tidak dimiliki oleh masyarakat umum, seperti tradisi "Basale" (tradisi pengobatan massal) bagi kelompoknya.
Selain itu juga memiliki keterampilan bisa menggoreng bahan makanan di atas kepala, menari di atas bara api, dan menangkap makan kesayangannya (Ikan bulan, dan kura-kura) di sungai tanpa menggunakan alat. Mereka cukup dengan menceburkan tangannya ke atas air saja.
Kelompok SAD itu juga memiliki tarian-tarian yang mirip dengan warga Papua, namun selama ini sulit diketahui masyarakat karena lokasinya di dalam kawasan hutan dan banyak lagi keunikan lainnya.
"Kita sangat mengapresiasi berbagai kegiatan budaya yang pertama digelar Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) dalam suatu upacara khusus beberapa waktu lalu," katanya.
Kegiatan itu merupakan hal yang positif terutama bagi generasi muda untuk menggarap budaya lokal tersebut, itu adalah ajang menggali potensi pemuda dan pemudi Musirawas Utara di bidang kesenian.
Ia mengaharapkan kegiatan sanggar seni secara rutin dapat digelar untuk menampung dan menaungi pelaku seni yang ada di wilayah Musirawas Utara dan mendatangkan pelatih handal.
Ia meminta Disparpora agar membina para penari yang berpotensi untuk memajukan serta mempromosikan daerah secara berkelanjutan.
Kepala Disparpora Musirawas Utara Ralin Jufri mengatakan kegiatan pawai budaya yang digelar beberapa waktu lalu diikuti 125 peserta dari seluruh Kecamatan dan instansi di wilayah itu.
Dari jumlah itu peserta tembang batang hari, busana daerah, desain motif, lagu daerah dan tari-tarian tradisional, sedangkan kesenian Suku Anka Dalam masih dalam proses penggalian.
Tujuan kegiatan itu antara lain untuk melestarikan nilai seni dan budaya lokal peninggalan leluhur, serta menggali potensi budaya hingga dapat menumbuh kembangkan ekonomi kerakyatan.
Bupati Musirawas Utara Syarif Hidayat, Senin mengatakan budaya lokal yang banyak belum tergali dan dikembangkan antara lain seni dan tari tradisional, pencak silat, dan budaya suku anak dalam yang berpegang teguh dengan budaya kearifan lokal.
Ia mengatakan budaya Suku Anak Dalam atau dikenal "Orang Rimba" sebetulnya banyak yang unik, namun hingga saat ini tak pernah tampil ke permukaan.
Orang melihat suku terasing itu hanya berpenampilan kumuh dan tetap mempertahankan budaya hidup atau tradisi berpindah-pindah (Melangun) dari satu kawasan hutan ke hutan lainnya jika mengalami musibah.
Suku anak dalam sejak masa Orde Baru di Kabupaten Musirawas Utara sebagian telah menyatu dengan penduduk lokal karena pemerintah telah membangun perumahan khususu kepada mereka.
Suku anak dalam itu memiliki keterampilan yang tidak dimiliki oleh masyarakat umum, seperti tradisi "Basale" (tradisi pengobatan massal) bagi kelompoknya.
Selain itu juga memiliki keterampilan bisa menggoreng bahan makanan di atas kepala, menari di atas bara api, dan menangkap makan kesayangannya (Ikan bulan, dan kura-kura) di sungai tanpa menggunakan alat. Mereka cukup dengan menceburkan tangannya ke atas air saja.
Kelompok SAD itu juga memiliki tarian-tarian yang mirip dengan warga Papua, namun selama ini sulit diketahui masyarakat karena lokasinya di dalam kawasan hutan dan banyak lagi keunikan lainnya.
"Kita sangat mengapresiasi berbagai kegiatan budaya yang pertama digelar Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) dalam suatu upacara khusus beberapa waktu lalu," katanya.
Kegiatan itu merupakan hal yang positif terutama bagi generasi muda untuk menggarap budaya lokal tersebut, itu adalah ajang menggali potensi pemuda dan pemudi Musirawas Utara di bidang kesenian.
Ia mengaharapkan kegiatan sanggar seni secara rutin dapat digelar untuk menampung dan menaungi pelaku seni yang ada di wilayah Musirawas Utara dan mendatangkan pelatih handal.
Ia meminta Disparpora agar membina para penari yang berpotensi untuk memajukan serta mempromosikan daerah secara berkelanjutan.
Kepala Disparpora Musirawas Utara Ralin Jufri mengatakan kegiatan pawai budaya yang digelar beberapa waktu lalu diikuti 125 peserta dari seluruh Kecamatan dan instansi di wilayah itu.
Dari jumlah itu peserta tembang batang hari, busana daerah, desain motif, lagu daerah dan tari-tarian tradisional, sedangkan kesenian Suku Anka Dalam masih dalam proses penggalian.
Tujuan kegiatan itu antara lain untuk melestarikan nilai seni dan budaya lokal peninggalan leluhur, serta menggali potensi budaya hingga dapat menumbuh kembangkan ekonomi kerakyatan.
Pewarta : Zulkifli Lubis
Editor : Dolly Rosana
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelaku seni Sumsel antarkan 17 warisan budaya masuk Warisan Budaya Tak benda Indonesia
15 October 2025 14:08 WIB
IHSG bergerak naik Seni pagi ikuti penguatan mayoritas bursa saham kawasan Asia
21 July 2025 9:32 WIB
Dinas Kebudayaan Palembang gelar pelatihan melukis bagi pelajar dan masyarakat umum di Museum SMB
22 June 2025 17:48 WIB
Dewan Kesenian Palembang kenalkan tokoh pahlawan Sumsel melalui lomba karya seni
13 June 2025 13:45 WIB
Terpopuler - Sinema & Musik
Lihat Juga
Vina Panduwinata dan Ardhito Pramono pukau penonton di Konser 52 Tahun Erros Djarot
26 April 2026 8:48 WIB
Joko Anwar ungkap makna baju tahanan kuning sebagai simbol harapan di Film Ghost in the Cell
10 April 2026 7:47 WIB