Menteri Pertanian jamin Bulog beli gabah petani
Senin, 29 Februari 2016 14:14 WIB
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Cilacap, (ANTARA Sumsel) - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin seluruh gabah petani mampu dibeli Perum Bulog menjelang dan selama panen raya yang diperkirakan akan terjadi Maret 2016.
"Saya sudah minta agar Bulog mau membeli gabah petani yang akan alami panen sehingga produksinya meningkat dalam waktu dekat dan Bulog sanggup," kata Mentan Amran kepada pers di Cilacap, Jawa Tengah, Senin.
Hal tersebut disampaikan usai memimpin panen padi panen padi serentak di tujuh provinsi yang dipusatkan di Cilacap, Jawa Tengah.
Tujuh provinsi meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.
Dikatakan mentan, memasuki masa panen raya Maret- April ini menyebabkan pasokan beras di pasar melimpah sehingga pemerintah mengharapkan Bulog segera menyerap gabah langsung ke petani.
"Hal ini dilakukan guna mencegah harga gabah petani tidak anjlok sehingga petani rugi," kata Amran.
Pemerintah telah menetapkan harga patokan pembelian Gabah Kering Panen (GKP) Rp3.700 per kilogram. "Untuk itu Pemerintah menjamin harga gabah/beras tidak turun pada saat musim panen raya," tegasnya.
Mentan mengingat mulai saat ini sudah terjadi panen maka Bulog harus beli langsung gabah lima juta dalam dua bulan. Karena ini momentun terbaik dimana harga turun dan produksi puncak.
Keberhasilan panen serentak, dikatakan Amran, antara lain disebabkan adanya sejumlah perubahan regulasi terkait dengan irigasi, alat mesin pertanian (alsintan), dan pupuk.
Khusus pupuk, katanya, pemerintah setidaknya sudah memenjarakan 40 orang yang tertangkap memainkan pupuk tidak sesuai peruntukan, seperti menimbun.
"Saya janjikan akan ada tindakan tegas yang ketahuan memainkan pupuk sehingga langka dipasaran," katanya.
Direktur Pelayanan Perum Bulog Wahyu Suparyono mengatakan pihaknya siap membeli gabah petani berapapun banyaknya.
Menurutnya, Bulog akan proaktif mencari daerah yang sedang panen untuk membeli gabah dan kemudian disimpan di gudangnya.
"Kita tidak menunggu petani yang menjual ke kita tapi kita yang mendatangi petani," kata Wahyu.
Bulog, katanya, sekalipun bersedia membeli gabah petani tetap harus memenuhi syarat yang ditentukan pemerintah seperti kadar air sebesar 13 persen.
"Saya sudah minta agar Bulog mau membeli gabah petani yang akan alami panen sehingga produksinya meningkat dalam waktu dekat dan Bulog sanggup," kata Mentan Amran kepada pers di Cilacap, Jawa Tengah, Senin.
Hal tersebut disampaikan usai memimpin panen padi panen padi serentak di tujuh provinsi yang dipusatkan di Cilacap, Jawa Tengah.
Tujuh provinsi meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.
Dikatakan mentan, memasuki masa panen raya Maret- April ini menyebabkan pasokan beras di pasar melimpah sehingga pemerintah mengharapkan Bulog segera menyerap gabah langsung ke petani.
"Hal ini dilakukan guna mencegah harga gabah petani tidak anjlok sehingga petani rugi," kata Amran.
Pemerintah telah menetapkan harga patokan pembelian Gabah Kering Panen (GKP) Rp3.700 per kilogram. "Untuk itu Pemerintah menjamin harga gabah/beras tidak turun pada saat musim panen raya," tegasnya.
Mentan mengingat mulai saat ini sudah terjadi panen maka Bulog harus beli langsung gabah lima juta dalam dua bulan. Karena ini momentun terbaik dimana harga turun dan produksi puncak.
Keberhasilan panen serentak, dikatakan Amran, antara lain disebabkan adanya sejumlah perubahan regulasi terkait dengan irigasi, alat mesin pertanian (alsintan), dan pupuk.
Khusus pupuk, katanya, pemerintah setidaknya sudah memenjarakan 40 orang yang tertangkap memainkan pupuk tidak sesuai peruntukan, seperti menimbun.
"Saya janjikan akan ada tindakan tegas yang ketahuan memainkan pupuk sehingga langka dipasaran," katanya.
Direktur Pelayanan Perum Bulog Wahyu Suparyono mengatakan pihaknya siap membeli gabah petani berapapun banyaknya.
Menurutnya, Bulog akan proaktif mencari daerah yang sedang panen untuk membeli gabah dan kemudian disimpan di gudangnya.
"Kita tidak menunggu petani yang menjual ke kita tapi kita yang mendatangi petani," kata Wahyu.
Bulog, katanya, sekalipun bersedia membeli gabah petani tetap harus memenuhi syarat yang ditentukan pemerintah seperti kadar air sebesar 13 persen.
Pewarta : Ahmad Wijaya
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hadapi Godzilla El Nino, Kementerian PU siapkan 400 pompa air untuk pertanian
11 April 2026 19:51 WIB
Mentan pastikan Indonesia tidak impor beras hingga akhir tahun 2025
05 September 2025 20:26 WIB, 2025
Mentan: Penambahan areal tanam sebagai antisipasi krisis pangan global
26 August 2024 15:13 WIB, 2024
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025