Lubuklinggau bangun Jembatan Kelingi III
Senin, 22 Februari 2016 11:37 WIB
Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe (Foto:antarasumsel.com/15/Evan Ervani)
Lubuklinggau, (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, membangun jembatan Kelingi III menghubungkan Kelurahan Batu Urip Kelurahan Taba Pingin sepanjang delapan ratus meter yang akan menghabiskan dana puluhan miliar rupiah.
Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe, Senin mengatakan jembatan itu dibangun mulai tahun anggaran 2014 dengan dana bertahap dan diharapkan selesai akhir tahun 2016.
Ia mengatakan untuk tahap penyelesaian sekarang ini masih membutuhkan dana sekitar Rp10 miliar. Dana tersebut digunakan untuk ganti rugi lima rumah penduduk yang berada dekat tanah hibah masyarakat setempat Rp2,3 miliar, sisanya untuk penyempurnaan bangunan fisik jembatan.
Pengerjaan tahun ini ada dua tahap yaitu menyelesaikan bagian pokok jembatan, pelebaran jalan, dan penyempurnaan.
Untuk menyukseskan bangunan jembatan dan pelebaran jalan pendukung, pihaknya secara rutin turun ke lokasi bertemu dengan masyarakat agar mendukung program pemerintah daerah memperluas wilayah kota dengan berbagai pembangunan termasuk jembatan penghubung tersebut.
"Saya selalu turun ke lokasi proyek jalan dan jembatan karena banyak melintasi lahan dan rumah warga, meskipun lahan untuk bangunan itu sudah dibebaskan sejak lama," ujarnya.
Ke depan pembebasan lahan pembangunan jalan jembatan jangan terlalu lama karena banyak warga yang tak mau tau, begitu melihat lahan kosong langsung mendirikan bangunan liar dan membuat kebun.
Saat pemerintah daerah membutuhkan lahan itu, warga yang mendirikan bangunan tersebut minta ganti rugi tak sesuai dengan anggaran pemerintah, sehingga menjadi masalah baru dan bangunan akan tertunda.
"Khusus penyelesaian jembatan Kelinggi III itu saya secara rutin melakukan inspeksi mendadak untuk bertemu masyarakat sekitarnya membahas rencana pemerintah membuat pelebaran jalan tersebut," ujarnya.
Kepala Dinas PU Kota Lubuklinggau melalui Humas Pemkot Perdian Putra mengatakan dalam pembangunan jembatan itu ada lima rumah warga yang belum mendapat ganti rugi karena menunggu anggaran 2016, sedangkan jalan yang lahannya hibah masyarakat seluruhnya sudah selesai.
Ia mengatakan jalan menuju jembatan baru itu ada tiga rumah warga sudah dihibahkan, meski demikian pemerintah daerah tetap akan memberikan uang pesangon pindah dan harga rumah tersebut, hanya lahannya saja yang dihibahkan warga setempat.
Pendekatan Wali Kota SN Prana Putra Sohe maka masyarakat menerima rencana pemerintah kota melakukan pelebaran jalan untuk penyempurnaan bangunan jembatan tersebut.
Setelah pembebasan lahan dan rumah warga itu, maka dilaksanakan penyempurnaan bangunan jembatan seperti membangun lampu abdomen dan sebagainya, sehingga jalan dan jembatan bisa terang benderang pada malam hari, ujarnya.
Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe, Senin mengatakan jembatan itu dibangun mulai tahun anggaran 2014 dengan dana bertahap dan diharapkan selesai akhir tahun 2016.
Ia mengatakan untuk tahap penyelesaian sekarang ini masih membutuhkan dana sekitar Rp10 miliar. Dana tersebut digunakan untuk ganti rugi lima rumah penduduk yang berada dekat tanah hibah masyarakat setempat Rp2,3 miliar, sisanya untuk penyempurnaan bangunan fisik jembatan.
Pengerjaan tahun ini ada dua tahap yaitu menyelesaikan bagian pokok jembatan, pelebaran jalan, dan penyempurnaan.
Untuk menyukseskan bangunan jembatan dan pelebaran jalan pendukung, pihaknya secara rutin turun ke lokasi bertemu dengan masyarakat agar mendukung program pemerintah daerah memperluas wilayah kota dengan berbagai pembangunan termasuk jembatan penghubung tersebut.
"Saya selalu turun ke lokasi proyek jalan dan jembatan karena banyak melintasi lahan dan rumah warga, meskipun lahan untuk bangunan itu sudah dibebaskan sejak lama," ujarnya.
Ke depan pembebasan lahan pembangunan jalan jembatan jangan terlalu lama karena banyak warga yang tak mau tau, begitu melihat lahan kosong langsung mendirikan bangunan liar dan membuat kebun.
Saat pemerintah daerah membutuhkan lahan itu, warga yang mendirikan bangunan tersebut minta ganti rugi tak sesuai dengan anggaran pemerintah, sehingga menjadi masalah baru dan bangunan akan tertunda.
"Khusus penyelesaian jembatan Kelinggi III itu saya secara rutin melakukan inspeksi mendadak untuk bertemu masyarakat sekitarnya membahas rencana pemerintah membuat pelebaran jalan tersebut," ujarnya.
Kepala Dinas PU Kota Lubuklinggau melalui Humas Pemkot Perdian Putra mengatakan dalam pembangunan jembatan itu ada lima rumah warga yang belum mendapat ganti rugi karena menunggu anggaran 2016, sedangkan jalan yang lahannya hibah masyarakat seluruhnya sudah selesai.
Ia mengatakan jalan menuju jembatan baru itu ada tiga rumah warga sudah dihibahkan, meski demikian pemerintah daerah tetap akan memberikan uang pesangon pindah dan harga rumah tersebut, hanya lahannya saja yang dihibahkan warga setempat.
Pendekatan Wali Kota SN Prana Putra Sohe maka masyarakat menerima rencana pemerintah kota melakukan pelebaran jalan untuk penyempurnaan bangunan jembatan tersebut.
Setelah pembebasan lahan dan rumah warga itu, maka dilaksanakan penyempurnaan bangunan jembatan seperti membangun lampu abdomen dan sebagainya, sehingga jalan dan jembatan bisa terang benderang pada malam hari, ujarnya.
Pewarta : Zulkifli Lubis
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dorong efektivitas regulasi, Kemenkum Sumsel gelar Rapat Penyusunan Raperwali Lubuklinggau
23 April 2025 20:25 WIB
Sambangi Wali Kota Lubuklinggau, Kakanwil Kemenkum Sumsel sampaikan tiga hal penting
16 April 2025 20:59 WIB
Polres Lubuklinggau dalami penyebab putusnya jembatan gantung wisata
02 January 2025 18:19 WIB, 2025
Jembatan gantung putus di lokasi wisata, pengingat untuk tingkatkan sadar wisata
02 January 2025 8:33 WIB, 2025
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB