Wushu Sumsel berharap dukungan pengusaha Tiongkok
Jumat, 15 Januari 2016 17:15 WIB
Ilustrasi - Pertandingan Wushu kategori sanda (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Palembang, (ANTARA Sumsel) - Pengurus Provinsi Wushu Indonesia Sumatera Selatan mengharapkan dukungan dari pengusaha Tiongkok dalam mengembangkan olahraga ini di masyarakat.
Ketua Pengprov Wushu Indonesia (WI) Sumsel Ahmad Yani di Palembang, Jumat, mengatakan, organisasi menyuarakan ini karena mengamati bahwa peran pengusaha Tiongkok di Sumsel tergolong minim jika dibanding di Surabaya, Jakarta dan Riau.
"Sumsel memiliki dana yang terbatas untuk mengembangkan olahraga, jadi dibutuhkan dukungan dari banyak pihak, terutama dari kalangan swasta. Sejauh ini, pengusaha Tiongkok cukup berkiprah bagi olahraga wushu di beberapa provinsi, tapi sayang khusus di Sumsel masih belum ada," kata Yani.
Untuk itu, WI Sumsel akan menggandeng sejumlah perkumpulan masyarakat Tionghoa mengingat 17-29 September 2016 akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional di Jawa Barat.
Dukungan dana ini diharapkan dapat mengangkat prestasi wushu Sumsel kembali setelah terpuruk pada PON ke-18 di Pekan Baru, Riau tahun 2012 dengan gagal meraih medali.
Padahal, sejak PON di Palembang tahun 2004, wushu selalu berhasil menyumbang medali bagi kontingen Sumsel.
"Harapannya, atlet dapat mengenyam pelatihan di Tiongkok, tapi butuh dana yang tidak sedikit. Semoga saja para pengusaha dapat tergugah," kata Yani.
Sementara, prestasi wushu Sumatera Selatan mengalami pasang surut dalam satu dekade terakhir.
Setelah sempat menorehkan satu medali emas pada PON XVII tahun 2008 di Kalimantan Timur atas nama Irwanto, wushu Sumsel justru mengalami keterpurukan pada PON XVIII di Riau tahun 2012 dengan gagal menggondol medali.
Ketua Pengprov Wushu Indonesia (WI) Sumsel Ahmad Yani di Palembang, Jumat, mengatakan, organisasi menyuarakan ini karena mengamati bahwa peran pengusaha Tiongkok di Sumsel tergolong minim jika dibanding di Surabaya, Jakarta dan Riau.
"Sumsel memiliki dana yang terbatas untuk mengembangkan olahraga, jadi dibutuhkan dukungan dari banyak pihak, terutama dari kalangan swasta. Sejauh ini, pengusaha Tiongkok cukup berkiprah bagi olahraga wushu di beberapa provinsi, tapi sayang khusus di Sumsel masih belum ada," kata Yani.
Untuk itu, WI Sumsel akan menggandeng sejumlah perkumpulan masyarakat Tionghoa mengingat 17-29 September 2016 akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional di Jawa Barat.
Dukungan dana ini diharapkan dapat mengangkat prestasi wushu Sumsel kembali setelah terpuruk pada PON ke-18 di Pekan Baru, Riau tahun 2012 dengan gagal meraih medali.
Padahal, sejak PON di Palembang tahun 2004, wushu selalu berhasil menyumbang medali bagi kontingen Sumsel.
"Harapannya, atlet dapat mengenyam pelatihan di Tiongkok, tapi butuh dana yang tidak sedikit. Semoga saja para pengusaha dapat tergugah," kata Yani.
Sementara, prestasi wushu Sumatera Selatan mengalami pasang surut dalam satu dekade terakhir.
Setelah sempat menorehkan satu medali emas pada PON XVII tahun 2008 di Kalimantan Timur atas nama Irwanto, wushu Sumsel justru mengalami keterpurukan pada PON XVIII di Riau tahun 2012 dengan gagal menggondol medali.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Raih perak untuk Sumsel, cedera Rahmad tak mungkinkan tampil di final
15 September 2024 16:28 WIB, 2024
Atlet wushu Harris Horatius raih emas ketiga Indonesia di Asian Games
26 September 2023 15:25 WIB, 2023
Timnas wushu Indonesia raih empat emas pada The FISU World University
04 August 2023 11:54 WIB, 2023
Atlet Jambi sumbang 11 medali bagi Kontingen Indonesia di SEA Games 2021
21 May 2022 12:25 WIB, 2022
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Liga Italia: AS Roma menang dramatis 2-1 atas Atalanta di Stadion Olimpico
06 September 2026 9:13 WIB