Pertamina laksanakan program periksa ibu hamil
Selasa, 20 Oktober 2015 15:48 WIB
pemeriksaan ibu hamil (foto antara sumsel/nila)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Pertamina Refinery Unit III kembali melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR sehati, pemeriksaan ibu hamil yang berada di ring I pada tahun 2015 ini.
Program CSR pemeriksaan ibu hamil itu dibuka oleh General Manager RU III, Mahendrata Sudibja di dampingi General Affairs Manager, Erwin Widiarta serta Direktur Rumah Sakit Pertamedika Plaju, Dody Alamsyah Siregar di Palembang, Selasa.
Menurut Mahendrata, program pemeriksaan ibu hamil ini mengedukasi 300 ibu hamil yang berada di wilayah ring I, meliputi Kecamatan Banyuasin I dan Kecamatan Plaju melalui sosialisasi dan pemeriksaaan kesehatan kandungan.
Kegiatan pemeriksaan ibu hamil ini merupakan salah satu program CSR bidang kesehatan RU III yang bergerak dalam isu kesehatan ibu dan anak di bawah payung program Pertamina Sehati.
Program ini telah rutin diselenggarakan RU III memasuki tahun keempat sejak diselenggarakan pada tahun 2012, dimana pada tahun tersebut berhasil memecahkan rekor MURI dengan jumlah pemeriksaan 300 peserta ibu hamil dalam satu hari.
Ia menyatakan, dalam kegiatan ini, para ibu hamil diberikan kesempatan untuk dapat memeriksa kandungannya secara langsung dengan dokter dan ahli kebidanan.
Melalui pemeriksaan, para ibu dapat mengetahui kondisi kesehatan kandungan baik dari informasi usia, jenis kelamin bayi yang dikandung serta melakukan konsultasi dengan dokter.
Pertamina RU III bekerja sama dengan Rumah Sakit Pertamedika Plaju untuk secara langsung menangani secara medis pemeriksaan ibu hamil, sedangkan pihak Puskesmas Plaju dan Banyuasin dilibatkan dalam pendataan dan pengumpulan peserta.
Ia menjelaskan, pada penyelenggaraan program pada tahun ini, RU III mengucurkan dana program sebesar Rp198 juta.
Ia berharap, melalui pemeriksaan kesehatan dilakukan dapat memberikan hasil baik bagi para ibu dan terutama membantu mengedukasi pentingnya menjaga kondisi kesehatan khususnya bagi calon anak yang sedang dikandung.
"Kami berharap melalui kegiatan ini, dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kesadaran para ibu akan pentingnya kesehatan kehamilan hingga melahirkan dan dapat membantu mengurangi angka kematian ibu melahirkan, khususnya di wilayah ring I Pertamina RU III," ujarnya.
Sementara mitra spesialis Rumah Sakit Pertamedika Plaju, Trisno Kushartoyo menjelaskan, pemeriksaan kehamilan dilakukan dengan metode ANC (Ante Natal Care) yakni cara penting untuk memonitoring dan mendukung kesehatan ibu hamil normal.
"Standar pemeriksaan meliputi 7T yakni timbang berat badan, ukur (tekanan) darah, ukur (tinggi) fundus uteri, pemberian imunisasi (tetanus toksoid) lengkap, pemberian (tablet) besi minimal 90 tablet selama kehamilan, tes terhadap penyakit menular seksual dan terakhir temu wicara dalam rangka persiapan rujukan," paparnya.
Ia menuturkan, melalui pemeriksaan yang dilakukan ini dapat membantu ibu hamil untuk mengetahui faktor-faktor resiko dalam kehamilan, terlebih mereka berdomisili di daerah yang sulit dijangkau dan jauh dari fasilitas kesehatan.
"Jika terdapat faktor resiko dalam kehamilan maka kami akan memberikan rujukan lebih lanjut, namun jika tidak terdapat faktor resiko maka ibu tersebut dapat melanjutkan pemeriksaan rutin di bidan atau kader kesehatan setempat," jelasnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, para ibu hamil juga mendapatkan penyuluhan pola hidup sehat selama mengandung serta informasi mengenai asupan makanan sehat dan bernutrisi selama mengandung.
Para peserta mendapatkan bingkisan berupa peralatan mandi dan makanan bayi serta barang-barang keperluan yang dapat digunakan saat bersalin seperti kain bersalin, maternity pads, dan vitamin bagi ibu hamil.
Program CSR pemeriksaan ibu hamil itu dibuka oleh General Manager RU III, Mahendrata Sudibja di dampingi General Affairs Manager, Erwin Widiarta serta Direktur Rumah Sakit Pertamedika Plaju, Dody Alamsyah Siregar di Palembang, Selasa.
Menurut Mahendrata, program pemeriksaan ibu hamil ini mengedukasi 300 ibu hamil yang berada di wilayah ring I, meliputi Kecamatan Banyuasin I dan Kecamatan Plaju melalui sosialisasi dan pemeriksaaan kesehatan kandungan.
Kegiatan pemeriksaan ibu hamil ini merupakan salah satu program CSR bidang kesehatan RU III yang bergerak dalam isu kesehatan ibu dan anak di bawah payung program Pertamina Sehati.
Program ini telah rutin diselenggarakan RU III memasuki tahun keempat sejak diselenggarakan pada tahun 2012, dimana pada tahun tersebut berhasil memecahkan rekor MURI dengan jumlah pemeriksaan 300 peserta ibu hamil dalam satu hari.
Ia menyatakan, dalam kegiatan ini, para ibu hamil diberikan kesempatan untuk dapat memeriksa kandungannya secara langsung dengan dokter dan ahli kebidanan.
Melalui pemeriksaan, para ibu dapat mengetahui kondisi kesehatan kandungan baik dari informasi usia, jenis kelamin bayi yang dikandung serta melakukan konsultasi dengan dokter.
Pertamina RU III bekerja sama dengan Rumah Sakit Pertamedika Plaju untuk secara langsung menangani secara medis pemeriksaan ibu hamil, sedangkan pihak Puskesmas Plaju dan Banyuasin dilibatkan dalam pendataan dan pengumpulan peserta.
Ia menjelaskan, pada penyelenggaraan program pada tahun ini, RU III mengucurkan dana program sebesar Rp198 juta.
Ia berharap, melalui pemeriksaan kesehatan dilakukan dapat memberikan hasil baik bagi para ibu dan terutama membantu mengedukasi pentingnya menjaga kondisi kesehatan khususnya bagi calon anak yang sedang dikandung.
"Kami berharap melalui kegiatan ini, dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kesadaran para ibu akan pentingnya kesehatan kehamilan hingga melahirkan dan dapat membantu mengurangi angka kematian ibu melahirkan, khususnya di wilayah ring I Pertamina RU III," ujarnya.
Sementara mitra spesialis Rumah Sakit Pertamedika Plaju, Trisno Kushartoyo menjelaskan, pemeriksaan kehamilan dilakukan dengan metode ANC (Ante Natal Care) yakni cara penting untuk memonitoring dan mendukung kesehatan ibu hamil normal.
"Standar pemeriksaan meliputi 7T yakni timbang berat badan, ukur (tekanan) darah, ukur (tinggi) fundus uteri, pemberian imunisasi (tetanus toksoid) lengkap, pemberian (tablet) besi minimal 90 tablet selama kehamilan, tes terhadap penyakit menular seksual dan terakhir temu wicara dalam rangka persiapan rujukan," paparnya.
Ia menuturkan, melalui pemeriksaan yang dilakukan ini dapat membantu ibu hamil untuk mengetahui faktor-faktor resiko dalam kehamilan, terlebih mereka berdomisili di daerah yang sulit dijangkau dan jauh dari fasilitas kesehatan.
"Jika terdapat faktor resiko dalam kehamilan maka kami akan memberikan rujukan lebih lanjut, namun jika tidak terdapat faktor resiko maka ibu tersebut dapat melanjutkan pemeriksaan rutin di bidan atau kader kesehatan setempat," jelasnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, para ibu hamil juga mendapatkan penyuluhan pola hidup sehat selama mengandung serta informasi mengenai asupan makanan sehat dan bernutrisi selama mengandung.
Para peserta mendapatkan bingkisan berupa peralatan mandi dan makanan bayi serta barang-barang keperluan yang dapat digunakan saat bersalin seperti kain bersalin, maternity pads, dan vitamin bagi ibu hamil.
Pewarta : Susilawati
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pusri pastikan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi aman hadapi musim kemarau
24 August 2026 12:28 WIB
Pemkab OKU Selatan sasar 100 orang warga ekonomi lemah, tekan kasus stunting
05 May 2025 12:17 WIB, 2025
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Gelar Youth Today, AIESEC gaet 800 lebih pendaftar di Universitas Sriwijaya
21 September 2026 13:16 WIB
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB