Potensi perikanan Banyuasin cukup besar
Kamis, 27 Agustus 2015 13:24 WIB
Kadis Perikanan dan Kelautan Banyuasin, Kosarodin (Foto: antarasumsel.com/Susilawati/15)
Palembang, (ANTARA Sumsel) - Potensi perikanan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan cukup besar sehingga pemerintah kabupaten setempat sangat memperhatikan sektor perikanan di daerah itu.
Berbagai bantuan sudah diberikan kepada masyarakat nelayan di daerah ini, kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Banyuasin, Kosarodin di Palembang, Kamis saat ditanya mengenai sektor perikanan di daerah itu.
Menurut dia, kalau untuk perikanan tangkap sudah digalakan di daerah Banyuasin dimana masyarakat nelayan dibantu kapal nelayan untuk menangkap ikan.
"Bantuan kapal nelayan untuk menangkap ikan dilengkapi peralatan dan ada lagi nelayan kita tambah alat tangkapnya berupa jaring," katanya.
Ia mengatakan, di kampung nelayan yang akses jalannya kurang baik diperbaiki dan dibantu peralatan pengolahan ikan.
Peralatan yang dibantu itu seperti alat pemisah daging ikan, pengilingan, pengasapan sehingga masyarakat bisa mengolah hasil tangkapannya dengan baik.
Jadi, ikan itu bisa diolah menjadi kerupuk ikan, kemplang ikan, salah satunya bahkan terasi paling banyak diproduksi di Banyuasin, ujarnya.
Terasi itu seperti di Pulau Bangka sebenarnya kebanyakan Banyuasin hanya saja masalah kemasan yang belum menarik. Kemudian kalau pasar terasi Bangka sudah dikenal lama, tuturnya.
"Kita juga memperhatikan budi daya ikan dengan mengalakan kepada masyarakat untuk memelihara kolam-kolam ikan patin dan ikan lele," katanya.
Berbagai bantuan sudah diberikan kepada masyarakat nelayan di daerah ini, kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Banyuasin, Kosarodin di Palembang, Kamis saat ditanya mengenai sektor perikanan di daerah itu.
Menurut dia, kalau untuk perikanan tangkap sudah digalakan di daerah Banyuasin dimana masyarakat nelayan dibantu kapal nelayan untuk menangkap ikan.
"Bantuan kapal nelayan untuk menangkap ikan dilengkapi peralatan dan ada lagi nelayan kita tambah alat tangkapnya berupa jaring," katanya.
Ia mengatakan, di kampung nelayan yang akses jalannya kurang baik diperbaiki dan dibantu peralatan pengolahan ikan.
Peralatan yang dibantu itu seperti alat pemisah daging ikan, pengilingan, pengasapan sehingga masyarakat bisa mengolah hasil tangkapannya dengan baik.
Jadi, ikan itu bisa diolah menjadi kerupuk ikan, kemplang ikan, salah satunya bahkan terasi paling banyak diproduksi di Banyuasin, ujarnya.
Terasi itu seperti di Pulau Bangka sebenarnya kebanyakan Banyuasin hanya saja masalah kemasan yang belum menarik. Kemudian kalau pasar terasi Bangka sudah dikenal lama, tuturnya.
"Kita juga memperhatikan budi daya ikan dengan mengalakan kepada masyarakat untuk memelihara kolam-kolam ikan patin dan ikan lele," katanya.
Pewarta : Oleh Susilawati
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Revisi kebijakan ekspor dinilai berpotensi turunkan budi daya lobster
12 February 2024 10:25 WIB, 2024
Menteri KKP: potensi kelautan lebih dari 1,3 triliun dolar AS, tapi izin masih bertele-tele
21 August 2020 19:36 WIB, 2020
Pemprov Sumsel tingkatkan pemanfaatan perikanan tangkap perairan umum
25 November 2019 19:01 WIB, 2019
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kualitas Udara Kota Jambi masuk kategori tidak sehat, nilai ISPU tembus 101
23 August 2026 15:34 WIB
Mensesneg bantah kabar Haji Isam ditunjuk jadi koordinator karhutla Kalimantan
23 August 2026 15:31 WIB
Manggala Agni padamkan ratusan hektare karhutla di Indragiri Hulu dan Pelalawan
23 August 2026 15:25 WIB
Mobil tangki BPBD Belitung kecelakaan saat menuju lokasi karhutla, tiga petugas luka
23 August 2026 15:19 WIB