Dinas Kelautan Sumsel bina UMKM olahan ikan
Rabu, 29 Juli 2015 9:06 WIB
Proses olahan ikan (Foto Antarasumsel.com/15/Dolly Rosana)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Selatan membina sekitar 250 Usaha Mikro Kecil dan Menengah olahan ikan yang tersebar di beberapa kabupaten/kota, untuk meningkatkan nilai tambah dan mensejahterakan pelaku sektor ini.
Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumsel, Luluk Hari Suci di Palembang, Rabu, mengatakan, pembinaan ini lebih difokuskan untuk meningkatkan daya saing UMKM olahan ikan agar mampu menembus pasar.
"Selama ini produk olahan ikan belum begitu beragam karena sebagian besar kalangan UMKM lebih menyukai membuat panganan pempek. Dalam membuat pempek ini juga lingkupnya kecil, yakni berkisar 20 kg ikan per hari, padahal potensi sungguh luar biasa jika kalangan UMKM mau benar-benar fokus untuk mengembangkan bisnis," kata dia.
Ia mengatakan, persoalan yang dihadapi UMKM olahan ikan ini relatif sama dengan UMKM jenis lain, seperti kekurangan modal, belum berpengalaman, hingga minim kreatifitas dan inovasi.
"Seperti ada ketakutan, jika membuat banyak nanti tidak laku, dan lainnya. Ini yang sedang dikikis pemerintah, yakni bagaimana meyakinkan kalangan UMKM untuk berani maju dan mengembangkan usaha, salah satunya dengan cara pendampingan," kata dia.
DKP Sumsel akan aktif mengajak UMKM mengikuti pameran skala nasional dan mencarikan pasar yang dapat menyerap produk.
"Tapi yang terpenting dari semuanya, yakni keinginan dari pengusaha sendiri untuk mengembangkan usaha seperti membuat beragam produk turunan ikan lain, selain pempek seperti nugget, ikan salai, ikan asin, yang dapat dijadikan peluang untuk menambah keuntungan," kata Luluk.
Ia mengemukakan, pemerintah mendorong agar para pengusaha kecil merambah sektor olahan ini karena sangat bermanfaat ketika harga ikan melambung atau pasokan terbatas di pasaran.
"Di saat harga ikan murah, seharusnya dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil dengan membuat nugget ikan yang produknya bisa disimpan, berbeda dengan pempek yang sangat tergantung sekali dengan permintaan secara harian," kata dia.
DKP Sumsel menggenjot konsumsi masyarakat dalam memakan ikan karena dalam beberapa tahun terakhir relatif stabil pada kisaran 38 kilogram per kapita per tahun (sudah di atas rata-rata nasional 36 kg per kapita).
Pada 2014, DKP menargetkan naik menjadi 39 kilogram per kapita, sedangkan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah hingga 2018, hanya menargetkan 40 kg per kapita,katanya.
Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumsel, Luluk Hari Suci di Palembang, Rabu, mengatakan, pembinaan ini lebih difokuskan untuk meningkatkan daya saing UMKM olahan ikan agar mampu menembus pasar.
"Selama ini produk olahan ikan belum begitu beragam karena sebagian besar kalangan UMKM lebih menyukai membuat panganan pempek. Dalam membuat pempek ini juga lingkupnya kecil, yakni berkisar 20 kg ikan per hari, padahal potensi sungguh luar biasa jika kalangan UMKM mau benar-benar fokus untuk mengembangkan bisnis," kata dia.
Ia mengatakan, persoalan yang dihadapi UMKM olahan ikan ini relatif sama dengan UMKM jenis lain, seperti kekurangan modal, belum berpengalaman, hingga minim kreatifitas dan inovasi.
"Seperti ada ketakutan, jika membuat banyak nanti tidak laku, dan lainnya. Ini yang sedang dikikis pemerintah, yakni bagaimana meyakinkan kalangan UMKM untuk berani maju dan mengembangkan usaha, salah satunya dengan cara pendampingan," kata dia.
DKP Sumsel akan aktif mengajak UMKM mengikuti pameran skala nasional dan mencarikan pasar yang dapat menyerap produk.
"Tapi yang terpenting dari semuanya, yakni keinginan dari pengusaha sendiri untuk mengembangkan usaha seperti membuat beragam produk turunan ikan lain, selain pempek seperti nugget, ikan salai, ikan asin, yang dapat dijadikan peluang untuk menambah keuntungan," kata Luluk.
Ia mengemukakan, pemerintah mendorong agar para pengusaha kecil merambah sektor olahan ini karena sangat bermanfaat ketika harga ikan melambung atau pasokan terbatas di pasaran.
"Di saat harga ikan murah, seharusnya dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil dengan membuat nugget ikan yang produknya bisa disimpan, berbeda dengan pempek yang sangat tergantung sekali dengan permintaan secara harian," kata dia.
DKP Sumsel menggenjot konsumsi masyarakat dalam memakan ikan karena dalam beberapa tahun terakhir relatif stabil pada kisaran 38 kilogram per kapita per tahun (sudah di atas rata-rata nasional 36 kg per kapita).
Pada 2014, DKP menargetkan naik menjadi 39 kilogram per kapita, sedangkan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah hingga 2018, hanya menargetkan 40 kg per kapita,katanya.
Pewarta : Oleh Dolly Rosana
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Operasi serentak di Jakarta Timur jaring 7,63 kuintal ikan sapu-sapu dari Sungai Ciliwung
17 April 2026 9:40 WIB
Kisah ibu di pinggiran Singkarak, cetak anak jadi polisi dan sarjana dari ikan bilih
21 February 2026 19:33 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB