Sumsel siapkan tim panahan ke Prakualifikasi PON
Senin, 13 Juli 2015 15:03 WIB
Atlet panahan putri (Foto Antarasumsel.com/15/Feny Selly/Aw)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia Sumatera Selatan menyiapkan 12 atlet ke Kejuaraan Nasional prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional di Jakarta, 1-10 November 2015.
Kepala Bidang Prestasi Perpani Sumsel Ibnu Mawarta di Palembang, Senin, mengatakan ke-12 atlet ini direncanakan menjalani pemusatan latihan setelah Lebaran di Palembang.
"Untuk nama-nama ke-12 atlet ini hingga kini belum final, karena akan dilakukan seleksi akhir menjelang keberangkatan. Tapi, kuotanya sudah dipastikan untuk 12 orang," kata.
Ia mengatakan, pada kejurnas tersebut, Sumsel akan mengikuti semua nomor yang dipertandingkan untuk memanfaatkan peluang meraih tiket PON.
"Dengan turun `fullteam` diharapkan meraih tiket PON untuk enam nomor," kata dia.
Ia mengemukakan saat ini terdapat 30-an atlet yangemg mengikuti pemusatan latihan untuk kemudian diseleksi menjadi 6 putra dan 6 putri.
Atlet yang meraih tiket berlaga di PON ini diharapkan dapat menyumbangkan medali pada PON di Jawa Barat tahun 2016.
"Target Perpani Sumsel pada PON mendatang ingin mencetak sejarah yakni menyumbangkan medali untuk kali pertama," kata Committe Constituen South East Archery Federation (SEAF) dalam kongres SEAF belum lama ini.
Menurutnya peluang sangat terbuka meski belum diperhitungkan di kancah nasional.
"Jatim, Jateng, Yogjakarta, Kaltim, Lampung dan DKI Jakarta menjadi daerah yang menjadi musuh berat bagi Sumsel nantinya. Tapi, atlet Sumsel juga tumbuh dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir," kata dia.
Para atlet itu di antaranya, Rani Julita dan Adinda Lisa (compound women), Oktarini, Shinta Kusuma dan Nur Zharifah (nasional women), Febriana (recurvewomen) Nur Irwandi, Irfan, Pijar Kuncoro (nasional putra).
Rani Julita belum lama ini mempersembahkan perunggu di Popnas Surabaya 13-18 Mei 2015, sedangkan Irvan Jauhari di PON 2012 musim lalu hanya mampu lolos merebut tiket PON.
Kepala Bidang Prestasi Perpani Sumsel Ibnu Mawarta di Palembang, Senin, mengatakan ke-12 atlet ini direncanakan menjalani pemusatan latihan setelah Lebaran di Palembang.
"Untuk nama-nama ke-12 atlet ini hingga kini belum final, karena akan dilakukan seleksi akhir menjelang keberangkatan. Tapi, kuotanya sudah dipastikan untuk 12 orang," kata.
Ia mengatakan, pada kejurnas tersebut, Sumsel akan mengikuti semua nomor yang dipertandingkan untuk memanfaatkan peluang meraih tiket PON.
"Dengan turun `fullteam` diharapkan meraih tiket PON untuk enam nomor," kata dia.
Ia mengemukakan saat ini terdapat 30-an atlet yangemg mengikuti pemusatan latihan untuk kemudian diseleksi menjadi 6 putra dan 6 putri.
Atlet yang meraih tiket berlaga di PON ini diharapkan dapat menyumbangkan medali pada PON di Jawa Barat tahun 2016.
"Target Perpani Sumsel pada PON mendatang ingin mencetak sejarah yakni menyumbangkan medali untuk kali pertama," kata Committe Constituen South East Archery Federation (SEAF) dalam kongres SEAF belum lama ini.
Menurutnya peluang sangat terbuka meski belum diperhitungkan di kancah nasional.
"Jatim, Jateng, Yogjakarta, Kaltim, Lampung dan DKI Jakarta menjadi daerah yang menjadi musuh berat bagi Sumsel nantinya. Tapi, atlet Sumsel juga tumbuh dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir," kata dia.
Para atlet itu di antaranya, Rani Julita dan Adinda Lisa (compound women), Oktarini, Shinta Kusuma dan Nur Zharifah (nasional women), Febriana (recurvewomen) Nur Irwandi, Irfan, Pijar Kuncoro (nasional putra).
Rani Julita belum lama ini mempersembahkan perunggu di Popnas Surabaya 13-18 Mei 2015, sedangkan Irvan Jauhari di PON 2012 musim lalu hanya mampu lolos merebut tiket PON.
Pewarta : Oleh Dolly Rosana
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia raih dua emas kompetisi balapan sepeda lintasan Track Asia Cup 2026
01 February 2026 9:47 WIB
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB
Tim SAR dikerahkan ke Gunung Bulusaraung Sulsel setelah ditemukan serpihan pesawat ATR
18 January 2026 14:12 WIB