DKP: konsumsi ikan Sumsel stabil
Selasa, 24 Maret 2015 17:31 WIB
Tangkapan ikan nelayan Sumsel (Foto: antarasumsel.com/Evan Ervani)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Konsumsi ikan di Sumatera Selatan relatif
stabil dalam beberapa tahun terakhir di angka 38 kilogram per kapita
per tahun, karena dipengaruhi daya beli masyarakat yang cenderung tidak
berubah.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel Galamda Israk di Palembang, Selasa, mengatakan berdasarkan latar belakang tersebut maka pemerintah daerah tidak mematok target muluk-muluk pada beberapa tahun ke depan.
"Pada tahun ini hanya ditargetkan naik sedikit saja yakni 39 kilogram per kapita, sedangkan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah hingga 2018, hanya menargetkan 40 kg per kapita," ujar dia.
Ia mengatakan, Sumsel saat ini konsumsi ikannya sudah mencapai 38 kg per kapita patut berbangga, karena sudah berada di atas rata-rata nasional yang sementara ini memberikan batasan di angka 36 kg per kapita.
"Sumsel tergolong tinggi konsumsi ikannya karena dipengaruhi budaya memakan ikan sudah lama terpelihara. Penganan khas Palembang yakni pempek menggunakan bahan baku dari ikan, dan makanan ini sangat digemari masyarakat," kata Galamda.
Meski sudah melampaui target nasional, tapi pemerintah daerah tetap mendorong adanya peningkatan konsumsi ikan melalui produk-produk industri olahan.
Masyarakat didorong tak hanya mengkonsumsi ikan segar tapi produk olahan seperti ikan salai, ikan asin, nugget ikan, dan lainnya.
"Saat ini sedang dikembangkan produk pindang patin yang dikemas dalam kaleng. Jika ini lolos dan dinyatakan layak dilepas di pasaran maka akan semakin mendorong tingkat konsumsi ikan per kapita," ujar dia.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel Galamda Israk di Palembang, Selasa, mengatakan berdasarkan latar belakang tersebut maka pemerintah daerah tidak mematok target muluk-muluk pada beberapa tahun ke depan.
"Pada tahun ini hanya ditargetkan naik sedikit saja yakni 39 kilogram per kapita, sedangkan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah hingga 2018, hanya menargetkan 40 kg per kapita," ujar dia.
Ia mengatakan, Sumsel saat ini konsumsi ikannya sudah mencapai 38 kg per kapita patut berbangga, karena sudah berada di atas rata-rata nasional yang sementara ini memberikan batasan di angka 36 kg per kapita.
"Sumsel tergolong tinggi konsumsi ikannya karena dipengaruhi budaya memakan ikan sudah lama terpelihara. Penganan khas Palembang yakni pempek menggunakan bahan baku dari ikan, dan makanan ini sangat digemari masyarakat," kata Galamda.
Meski sudah melampaui target nasional, tapi pemerintah daerah tetap mendorong adanya peningkatan konsumsi ikan melalui produk-produk industri olahan.
Masyarakat didorong tak hanya mengkonsumsi ikan segar tapi produk olahan seperti ikan salai, ikan asin, nugget ikan, dan lainnya.
"Saat ini sedang dikembangkan produk pindang patin yang dikemas dalam kaleng. Jika ini lolos dan dinyatakan layak dilepas di pasaran maka akan semakin mendorong tingkat konsumsi ikan per kapita," ujar dia.
Pewarta : Oleh Dolly Rosana
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sambal Joruk OKU Timur ditetapkan jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
07 September 2026 10:37 WIB
Unsri dan KKP terapkan teknologi IoT untuk pembenihan ikan betok di Palembang
15 August 2026 21:00 WIB
Peluang ekspor tuna ke Jepang terbuka, KKP tegaskan penguatan daya saing dimulai dari hulu
03 August 2026 9:42 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Hadapi ancaman karhutla, PT BPP terapkan sistem injeksi air di lahan gambut
17 September 2026 12:51 WIB
PT BMH dukung Angkatan Muda Muhammadiyah Sumsel perkuat kesiapsiagaan karhutla melalui bantuan logistik
17 September 2026 12:13 WIB
Kolaborasi multipihak bantu tangani kebakaran kebun warga di Desa Kaliberau Muba
16 September 2026 12:10 WIB
PT BMH libatkan masyarakat Desa Riding OKI cegah karhutla melalui program Zero Fire
16 September 2026 11:20 WIB