Logo Header Antaranews Sumsel

Sambal Joruk OKU Timur ditetapkan jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Senin, 7 September 2026 10:37 WIB
Image Print
Disdikbud OKU Timur mematenkan Sambal Joruk tradisi khas Komering yang disahkan sebagai fermentasi warisan budaya tak benda dari Kementerian Kebudayaan RI. ANTARA/HO/Disdikbud OKU Timur

Martapura (ANTARA) - Pemkab Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah mendapatkan paten tradisi fermentasi Sambal Joruk sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) OKU Timur Wakimin melalui Kasi Kebudayaan Ahmad Roni dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA dari Palembang, Minggu, mengatakan pihaknya mendapat satu rekomendasi WBTB Tahun 2026 Termin II dari Kementerian Kebudayaan RI.

Rekomendasi WBTB ersebut adalah Joruk sebuah fermentasi ciri khas OKU Timur Suku Komering.

Dia mengatakan prestasi yang diraih dari kementerian ini dalam hal mengembangkan pelestarian adat tradisi Komering yaitu Sambal Joruk.

"Saat ini Joruk sudah disahkan sebagai warisan budaya tak benda di Kabupaten OKU Timur," jelasnya.

Dia menjelaskan Joruk atau sering disebut sebagai olahan Sambal Joruk adalah makanan tradisional berupa fermentasi ikan sungai khas Suku Komering dari Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

Di beberapa wilayah pedesaan Komering, istilah Joruk juga kerap dikaitkan dengan tradisi makan bujoruk atau bejokjok, yaitu menikmati hidangan bersama sambal ulek mentah yang diberi perasan jeruk asam atau tomat ceri lokal (cung kediro).

Proses fermentasi dilakukan dengan cara yaitu ikan segar dibersihkan, lalu dicampur dengan garam, nasi, dan gula aren.

Campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat dan diperam (difermentasi) selama kurang lebih satu pekan hingga menghasilkan cita rasa asam, gurih, dan aroma yang khas.

Olahan Sambal Joruk ini sangat nikmat disantap bersama nasi hangat, ikan bakar, pepes, serta rebusan sayur atau lalapan segar khas daerah Komering.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026