Logo Header Antaranews Sumsel

PHE Ogan Komering berdayakan warga OKU kelola embung desa

Selasa, 26 Mei 2026 16:33 WIB
Image Print
Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, memberdayakan warga Desa Makartitama, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, dalam kelola embung. (ANTARA/HO/PHR 4)

Palembang (ANTARA) - Hamparan perkebunan di Desa Makartitama, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, kini tumbuh subur berkat pengairan dari embung desa seluas 2.000 meter persegi yang dikelola secara produktif oleh masyarakat setempat.

Fungsi embung yang awalnya tidak berjalan optimal tersebut kini berhasil diubah menjadi sumber bernilai ekonomi tinggi berkat inisiatif warga lokal, Erliyanto (48), yang bersinergi dengan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4.

"Saya ingin embung ini bukan hanya bermanfaat untuk hari ini, melainkan juga untuk masa depan melalui pengelolaan potensi desa secara bersama-sama," ujar Erliyanto di OKU, Selasa.

Gagasan Erliyanto untuk membudidayakan ikan air tawar seperti lele, patin, dan nila disambut oleh PHE Ogan Komering sejak 2024. Perusahaan hulu migas yang telah mendampingi Desa Makartitama sejak 2022 ini memberikan bantuan sarana prasarana serta penguatan kapasitas kelompok melalui berbagai pelatihan jurnalisme warga dan manajemen usaha.

Melalui pendampingan tersebut, kelompok pengelola kini sukses menyulap embung menjadi lokasi budidaya ikan sekaligus destinasi wisata pemancingan. Kelompok juga telah mandiri memproduksi pakan ikan mandiri berbahan baku maggot guna menekan biaya operasional sekaligus menerapkan konsep sirkular ekonomi yang ramah lingkungan.

Saat ini, pengelolaan budidaya ikan dan taman wisata pemancingan tersebut mampu menghasilkan pendapatan kelompok mencapai Rp25 juta per bulan. Sebagian dari pendapatan tersebut secara rutin disetorkan sebagai kontribusi bagi pendapatan asli desa guna mendukung kemajuan Desa Makartitama.

Guna memperkuat kemandirian energi di lokasi wisata, PHE Ogan Komering menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh. Energi terbarukan ini dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional pencahayaan, pompa air, aerator, hingga mesin pendingin. Fasilitas PLTS tersebut mampu memangkas biaya operasional pengelola berkisar Rp850 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan.

Program pemberdayaan ini direncanakan memasuki tahap pelepasan (exit program) pada akhir 2026 agar masyarakat dapat sepenuhnya mandiri dalam mengelola potensi lingkungan secara berkelanjutan.

Manager Community Involvement and Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan bahwa kepedulian kelompok masyarakat di Desa Makartitama menjadi inspirasi perusahaan dalam mendukung program kemandirian wilayah.

"Kami percaya potensi desa yang dikelola bersama masyarakat dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan baru yang berkelanjutan," kata Iwan.

Sebagai informasi, PHR Regional Sumatra Zona 4 merupakan Subholding Upstream Pertamina yang mengoperasikan tujuh wilayah kerja hulu migas di bawah koordinasi serta pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Wilayah kerja tersebut meliputi PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.(***)



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026