Legislator: bangun jalan khusus batu bara
Selasa, 3 Maret 2015 11:30 WIB
Jalan khusus untuk angkutan batu bara (FOTO ANTARA)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel)
meminta para pengusaha batu bara di daerah itu membangun jalan khusus
angkutan barang tambang tersebut sehingga jalan umum tidak rusak karena
dilalui kendaraan berat.
"Kami akan panggil mereka pertengahan bulan ini, kami minta laporan dari mereka, karena sampai sekarang Kepala Dinas Pertambangan belum membuat laporan ke kami terkait jalan khusus batu bara itu," kata Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Edward Jaya di Palembang, Senin.
Menurut dia, pihaknya minta para pengusaha menggelar rembukan untuk menyelesaikan jalan khusus batu bara itu.
"Kami minta sekitar 260 pemilik izin usaha pertambangan itu rembukan membuat terobosan apa mereka patungan membuat satu jalan khusus atau membantu jalan khusus yang sudah dibuat oleh PT EPI," katanya.
Ia mengatakan, jika mereka bersama-sama membuat jalan khusus angkutan batu bara itu, maka akan segera selesai, tetapi apabila mereka tidak klop maka jalan ke Palembang untuk angkutan batu bara akan ditutup.
"Kemudian IUPnya, kami minta kepada gubernur untuk dicabut bagi yang tidak mau bersama-sama membangun jalan khusus angkutan batu bara itu, karena sudah banyak korban khususnya masyarakat dan mahasiswa," ujarnya.
Ia menyatakan jalan Palembang-Indralaya sekarang ini ditempuh satu sampai dua jam yang seharusnya 30 menit sudah sampai.
"Jadi, kami beri waktu tiga bulan sampai mereka menyelesaikannya," tutur wakil rakyat tersebut.
Ia mengatakan karena saat ini musim hujan dan banjir menjadi kendala alam, pelaksanaan penimbunan mereka stop dulu, sebab yang mau ditimbun banjir, jadi buat talang di kiri kanan tetapi tetap progres dilihat jangan sampai alasan banjir malah mereka menunda pekerjaan.
"Kami beri waktu tiga bulan sampai kami minta laporan mereka soal rencana mereka bersatu membuat jalan khusus untuk angkutan batu bara ini," katanya.
"Kami akan panggil mereka pertengahan bulan ini, kami minta laporan dari mereka, karena sampai sekarang Kepala Dinas Pertambangan belum membuat laporan ke kami terkait jalan khusus batu bara itu," kata Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Edward Jaya di Palembang, Senin.
Menurut dia, pihaknya minta para pengusaha menggelar rembukan untuk menyelesaikan jalan khusus batu bara itu.
"Kami minta sekitar 260 pemilik izin usaha pertambangan itu rembukan membuat terobosan apa mereka patungan membuat satu jalan khusus atau membantu jalan khusus yang sudah dibuat oleh PT EPI," katanya.
Ia mengatakan, jika mereka bersama-sama membuat jalan khusus angkutan batu bara itu, maka akan segera selesai, tetapi apabila mereka tidak klop maka jalan ke Palembang untuk angkutan batu bara akan ditutup.
"Kemudian IUPnya, kami minta kepada gubernur untuk dicabut bagi yang tidak mau bersama-sama membangun jalan khusus angkutan batu bara itu, karena sudah banyak korban khususnya masyarakat dan mahasiswa," ujarnya.
Ia menyatakan jalan Palembang-Indralaya sekarang ini ditempuh satu sampai dua jam yang seharusnya 30 menit sudah sampai.
"Jadi, kami beri waktu tiga bulan sampai mereka menyelesaikannya," tutur wakil rakyat tersebut.
Ia mengatakan karena saat ini musim hujan dan banjir menjadi kendala alam, pelaksanaan penimbunan mereka stop dulu, sebab yang mau ditimbun banjir, jadi buat talang di kiri kanan tetapi tetap progres dilihat jangan sampai alasan banjir malah mereka menunda pekerjaan.
"Kami beri waktu tiga bulan sampai kami minta laporan mereka soal rencana mereka bersatu membuat jalan khusus untuk angkutan batu bara ini," katanya.
Pewarta : Oleh Susilawati
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Sumsel amankan 80 ton Batubara ilegal di Jalintim OKU, dua Supir truk ditangkap
07 March 2026 16:16 WIB
Polda Sumsel gagalkan pengiriman 40 ton batu bara ilegal dari Muara Enim ke Jakarta
23 September 2025 19:11 WIB, 2025
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Kilang Plaju Palembang salurkan bantuan logistik dan sembako bagi korban gempa NTT
27 September 2026 12:44 WIB
PNM Palembang salurkan bantuan sumur bor dan menara air di Tungkal Jaya Muba
25 September 2026 19:46 WIB
Kolaborasi TNI AU dan APP Group perkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan
25 September 2026 19:38 WIB
Pemprov Sumsel ajak perkantoran swasta pasang ornamen budaya lokal sesuai Perda
24 September 2026 22:11 WIB