Palembang (ANTARA Sumsel) - Pelatih Sriwijaya FC Benny Dollo mengatakan lebih baik tim asuhannya menelan kekalahan di ajang pra musim dibandingkan gagal meraih kemenangan dalam sebuah kompetisi.

"Lebih baik kalah di sebuah pertempuran dibandingkan kalah dalam peperangan. Kita mengetahui betapa hancurnya Amerika Serikat ketika Pearl Harbor diserang tapi mereka akhirnya jadi pemenang dalam perang tersebut," kata Benny di Palembang, Kamis.

Berpegang dengan prinsip itu, Benny pun tidak terlalu membebani skuat besutannya di SCTV Cup Padang, 17-27 Januari 2015.

Sriwijaya FC dijadwalkan bertolak dari Palembang ke Padang, Sumbar, Kamis (15/1) pukul 14.00 WIB dengan membawa 21 pemain.

Sriwijaya FC tidak membawa Jajang Mulyana dalam rombongan karena mengalami cedera.

"Jika ditanya target jelas juara satu karena juara cuma satu tidak ada juara dua atau juara tiga, tapi yang lebih terpenting lagi bagaimana para pemain dapat memahami tugas dan tanggung jawab dalam tim," ujar mantan pelatih Persija Jakarta ini.

Menurutnya, permainan yang berujuk pada tanggung jawab yang tinggi sama sekali belum ditunjukkan para pemain "Laskar Wong Kito" ketika turun pada ajang pramusim Piala Trofeo Jakarta, Sabtu (10/1).

"Sejauh ini belum sampai pada apa yang saya harapkan, tim belum satu visi dan misi dan ini dimaklumi karena baru kumpul," kata dia.

Kehadiran sejumlah pemain senior diharapan mantan pelatih timnas ini semakin mempercepat proses penyatuan mengingat kompetisi Liga Super Indonesia akan digelar pada pertengahan Februari 2015.

"Saya senang pemain senior seperti Tibo, Ferdinand, Partrick Wanggai mampu menjadi leader di tim sehingga semakin mempercepat proses untuk mengerti dan memahami taktik dan strategi pelatih," ujar dia.

Pada musim ini, Sriwijaya FC menargetkan gelar juara dengan merekrut sejumlah pemain berkualitas dan berbandrol tinggi.