Legislator: tawaran program Jokowi-Jk lebih realistis
Rabu, 23 Juli 2014 5:18 WIB
Palembang (ANTARA Sumsel) - Anggota DPRD Sumatera Selatan HM Giri Ramanda N Kiemas menyatakan, kemenangan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pemilu Presiden 9 Juli lalu, karena tawaran programnya lebih realistis.
HM Giro Ramanda yang juga Wakil Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antaralembaga DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan itu menyampaikan hal tersebut sehubungan telah ditetapkannya Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai capres-cawapres meraih suara terbanyak oleh KPU RI di Palembang, Selasa (22/7).
Menurut dia, kemenangan pasangan capres-cawapres tersebut pada Pemilu Presiden 9 Juli lalu, karena tawaran programnya lebih realistis dan memang untuk rakyat.
Selain itu, karena memang rakyat ingin perubahan Indonesia yang lebih baik, katanya.
Ia mengatakan, Insya Allah ini pilihan rakyat dan saatnya rekonsiliasi antara pendukung pasangan capres-cawapres.
Karena kedepan tantangan berat untuk membangun Indonesia dan perlu bantuan seluruh pihak agar Indonesia hebat, ujarnya.
Namun demikian, katanya, yang menang tidak perlu berlebihan dan yang kalah tidak perlu marah, karena tantangan Indonesia ke depan sangat berat.
Ia juga menyatakan, setelah pelantikan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, maka partai itu akan mengawal agar visi dan misi capres-cawapres tersebut supaya bisa diwujudkan.
Sebagaimana diketahui KPU RI sudah menetapkan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla meraih 53,15 persen suara dan pasangan Prabowo-Hatta mendapat 46,85 persen suara.
Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
HM Giro Ramanda yang juga Wakil Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antaralembaga DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan itu menyampaikan hal tersebut sehubungan telah ditetapkannya Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai capres-cawapres meraih suara terbanyak oleh KPU RI di Palembang, Selasa (22/7).
Menurut dia, kemenangan pasangan capres-cawapres tersebut pada Pemilu Presiden 9 Juli lalu, karena tawaran programnya lebih realistis dan memang untuk rakyat.
Selain itu, karena memang rakyat ingin perubahan Indonesia yang lebih baik, katanya.
Ia mengatakan, Insya Allah ini pilihan rakyat dan saatnya rekonsiliasi antara pendukung pasangan capres-cawapres.
Karena kedepan tantangan berat untuk membangun Indonesia dan perlu bantuan seluruh pihak agar Indonesia hebat, ujarnya.
Namun demikian, katanya, yang menang tidak perlu berlebihan dan yang kalah tidak perlu marah, karena tantangan Indonesia ke depan sangat berat.
Ia juga menyatakan, setelah pelantikan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, maka partai itu akan mengawal agar visi dan misi capres-cawapres tersebut supaya bisa diwujudkan.
Sebagaimana diketahui KPU RI sudah menetapkan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla meraih 53,15 persen suara dan pasangan Prabowo-Hatta mendapat 46,85 persen suara.
Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Pewarta : Oleh Susilawati
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua DPD PDIP Sumsel instruksikan kader gotong royong bantu korban gempa NTT
15 August 2026 21:13 WIB
Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri inspektur upacara di Sekolah Partai PDIP
17 August 2025 11:59 WIB, 2025
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kasus TPPU eks Jampidsus segera disidangkan, kuasa hukum sebut Febrie kooperatif
16 September 2026 9:16 WIB
Diskominfo OKI edukasi warga mencegah penipuan digital catut nama pejabat
11 September 2026 21:20 WIB