Dishut selamatkan puluhan ekor terenggiling
Jumat, 30 Mei 2014 21:33 WIB
Musirawas (ANTARA Sumsel) - Dinas Kehutanan Kabupaten Musirawas,
Sumatera Selatan sejak beberapa tahun terakhir telah menyelamatkan
puluhan ekor hewan dilindungi jenis trenggiling yang akan diperjual
belikan ke luar daerah.
Selama kurun waktu 2013-2014 telah diselamatkan sekitar 20 ekor trenggiling (Manis javanica) yang disita dari pedagang pengumpul di wilayah itu, kata Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Musirawas Agus Stiono. Jumat.
Ia menjelaskan, pada tahun 2013 diamankan 17 ekor trenggiling dan pada tahun ini hingga Maret 2014 diselamatkan tiga ekor.
"Kami mensinyalir Kabupaten Musirawas selain sebagai habitat trenggiling juga dijadikan sindikat jual beli binatang langka yang dilindungi tersebut," ujarnya.
Para pedagang pengumpul tak resmi itu datang dari provinsi tetangga antara lain Bengkulu dan Jambi, mereka pengumpulkan trenggiling pemburu gelap di Musirawas kemudian dijual ke pedagang di wilayah Sumatera Utara.
"Kami akan memperketat peredaran dan transaksi trenggiling antara provinsi itu dan kerja sama dengan Polres Musirawas, sedangkan tersangkanya hingga saat ini sudah puluhan orang diamankan," ujarnya.
Polisi Kehutanan Dinas Kehutanan Musirawas Aidil Fitri membenarkan bahwa wilayah itu menjadi transaksi trenggiling tak resmi antara provinsi dan bisa diselamatkan hanya 20-an ekor.
Sedangkan jumlah trenggiling yang lolos diperkirakan puluhan ekor bersma hewan langka lainnya seperti jenis ular dan lainnya.
Kapolres Musirawas AKBP Chaidir mengatakan, selama 2014 polisi mengamankan tiga ekor trenggiling yang disita dari salah seorang pedagang di Desa setempat.
Hewan langka yang diselamatkan itu sudah dilepasliarkan bersama petugas Balai Konservasi Sumer Daya Alam (BKSDA) ke kawasan hutan Bukit Cogong, dengan harapan hewan tersebut bisa hidup bebas dan berkembang biak.
Sedangkan perlakunya sudah diproses hukum dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kota Lubuklinggau untuk disidang di Pengadilan Negeri setempat, ujarnya
Selama kurun waktu 2013-2014 telah diselamatkan sekitar 20 ekor trenggiling (Manis javanica) yang disita dari pedagang pengumpul di wilayah itu, kata Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Musirawas Agus Stiono. Jumat.
Ia menjelaskan, pada tahun 2013 diamankan 17 ekor trenggiling dan pada tahun ini hingga Maret 2014 diselamatkan tiga ekor.
"Kami mensinyalir Kabupaten Musirawas selain sebagai habitat trenggiling juga dijadikan sindikat jual beli binatang langka yang dilindungi tersebut," ujarnya.
Para pedagang pengumpul tak resmi itu datang dari provinsi tetangga antara lain Bengkulu dan Jambi, mereka pengumpulkan trenggiling pemburu gelap di Musirawas kemudian dijual ke pedagang di wilayah Sumatera Utara.
"Kami akan memperketat peredaran dan transaksi trenggiling antara provinsi itu dan kerja sama dengan Polres Musirawas, sedangkan tersangkanya hingga saat ini sudah puluhan orang diamankan," ujarnya.
Polisi Kehutanan Dinas Kehutanan Musirawas Aidil Fitri membenarkan bahwa wilayah itu menjadi transaksi trenggiling tak resmi antara provinsi dan bisa diselamatkan hanya 20-an ekor.
Sedangkan jumlah trenggiling yang lolos diperkirakan puluhan ekor bersma hewan langka lainnya seperti jenis ular dan lainnya.
Kapolres Musirawas AKBP Chaidir mengatakan, selama 2014 polisi mengamankan tiga ekor trenggiling yang disita dari salah seorang pedagang di Desa setempat.
Hewan langka yang diselamatkan itu sudah dilepasliarkan bersama petugas Balai Konservasi Sumer Daya Alam (BKSDA) ke kawasan hutan Bukit Cogong, dengan harapan hewan tersebut bisa hidup bebas dan berkembang biak.
Sedangkan perlakunya sudah diproses hukum dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kota Lubuklinggau untuk disidang di Pengadilan Negeri setempat, ujarnya
Pewarta : Oleh Zulkifli Lubis
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Patroli rutin PT BAP selamatkan anak beruang madu, Dishut dan BKSDA beri apresiasi
28 March 2023 21:48 WIB, 2023
Dishut: 67 persen wilayah Sumsel masuk kategori kerawanan tinggi karhutla
06 July 2022 22:38 WIB, 2022
Tim konservasi PT SBA WI serahkan seekor anak beruang madu ke Dishut Sumsel
16 June 2021 21:40 WIB, 2021
Dishut: Kawasan ekosistem esensial Sumsel bakal terluas di Indonesia
15 February 2021 16:02 WIB, 2021
Sumsel siaga satu kebakaran hutan dan lahan, kerahkan seluruh pasukan dan peralatan
05 July 2020 17:33 WIB, 2020
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Ruas jalan Desa Pulau Beringin OKU Selatan tertutup tanah longsor, arus lalu lintas lumpuh total
11 February 2026 18:04 WIB