PT Pusri ekspor pupuk urea 70 ribu ton
Rabu, 30 April 2014 6:18 WIB
Sulfa Ghanie (Foto Antarasumsel.com/13/Yudi Abdullah)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Perseroan Terbatas Pupuk Sriwidjaja (PT Pusri) yang berkantor pusat di Kota Palembang, Sumatera Selatan, hingga April 2014 telah mengekspor pupuk urea ke beberapa negara di kawasan Asia sekitar 70 ribu ton.
"Berdasarkan data realisasi penyaluran pupuk "Non-Public Service Obligation" (Non-PSO) dalam empat bulan ini secara keseluruhan mencapai 128.750 ton, dari jumlah itu sekitar 70 ribu ton di antaranya diekspor," kata Manajer Hubungan Masyarakat PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Sulfa Ghanie di Palembang, Rabu.
Kegiatan ekspor tersebut akan terus ditingkatkan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan serta memperluas pasar mengantisipasi peningkatan produksi pupuk urea seiring segera selesainya pembangunan satu pabrik baru proyek revitalisasi pabrik tua, katanya.
Menurut dia, dengan empat pabrik yang memiliki sekarang ini total kapasitas produksi terpasang mencapai 2,262 juta ton pupuk urea per tahun, secara umum dapat memenuhi kebutuhan pupuk petani dalam negeri dan sebagian diekspor.
Dengan adanya pembangunan satu pabrik baru proyek revitalisasi Pusri II-B akan menambah produksi sebesar 457.500 ton per tahun sehingga total produksi urea PT Pusri menjadi 2,61 juta ton per tahun pada tahun 2015.
Melalui perluasan pasar ke luar negeri, diharapkan semua hasil produksi bisa terserap pasar sehingga ke depan perusahaan pupuk di Bumi Sriwijaya ini bisa terus berkembang seta dapat menambah beberapa pabrik baru lagi, katanya.
Dia menjelaskan kegiatan ekspor yang dilakukan PT Pusri sekarang ini dijamin tidak mengganggu kebutuhan dalam negeri, karena sesuai ketentuan tidak akan dilakukan ekspor jika kebutuhan dalam negeri belum terpenuhi dengan baik.
Kondisi stok pupuk urea sekarang mencapai lebih dari 80 ribu ton di tingkat kabupaten atau lini tiga dan di tingkat pabrik atau lini satu sebanyak 40.179 ton.
Berdasarkan kondisi stok pupuk urea yang dimiliki sekarang ini, kebutuhan petani pada musim tanam April-September 2014 di sembilan provinsi, yakni Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang masuk dalam wilayah kerja PT Pusri dijamin bisa terpenuhi sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), ujar Sulfa.
"Berdasarkan data realisasi penyaluran pupuk "Non-Public Service Obligation" (Non-PSO) dalam empat bulan ini secara keseluruhan mencapai 128.750 ton, dari jumlah itu sekitar 70 ribu ton di antaranya diekspor," kata Manajer Hubungan Masyarakat PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Sulfa Ghanie di Palembang, Rabu.
Kegiatan ekspor tersebut akan terus ditingkatkan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan serta memperluas pasar mengantisipasi peningkatan produksi pupuk urea seiring segera selesainya pembangunan satu pabrik baru proyek revitalisasi pabrik tua, katanya.
Menurut dia, dengan empat pabrik yang memiliki sekarang ini total kapasitas produksi terpasang mencapai 2,262 juta ton pupuk urea per tahun, secara umum dapat memenuhi kebutuhan pupuk petani dalam negeri dan sebagian diekspor.
Dengan adanya pembangunan satu pabrik baru proyek revitalisasi Pusri II-B akan menambah produksi sebesar 457.500 ton per tahun sehingga total produksi urea PT Pusri menjadi 2,61 juta ton per tahun pada tahun 2015.
Melalui perluasan pasar ke luar negeri, diharapkan semua hasil produksi bisa terserap pasar sehingga ke depan perusahaan pupuk di Bumi Sriwijaya ini bisa terus berkembang seta dapat menambah beberapa pabrik baru lagi, katanya.
Dia menjelaskan kegiatan ekspor yang dilakukan PT Pusri sekarang ini dijamin tidak mengganggu kebutuhan dalam negeri, karena sesuai ketentuan tidak akan dilakukan ekspor jika kebutuhan dalam negeri belum terpenuhi dengan baik.
Kondisi stok pupuk urea sekarang mencapai lebih dari 80 ribu ton di tingkat kabupaten atau lini tiga dan di tingkat pabrik atau lini satu sebanyak 40.179 ton.
Berdasarkan kondisi stok pupuk urea yang dimiliki sekarang ini, kebutuhan petani pada musim tanam April-September 2014 di sembilan provinsi, yakni Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang masuk dalam wilayah kerja PT Pusri dijamin bisa terpenuhi sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), ujar Sulfa.
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mitra binaan Pusri "Roemah Jumpoetan" raih sertifikat SNI, jadi yang pertama di Indonesia
26 January 2026 15:33 WIB
Semarak Kampung Sehati: Pusri Bangun Kebersamaan dan Harmoni dengan Warga
06 December 2025 19:56 WIB
Perkuat keandalan operasional, Pusri tandatangani MoU dengan PLN UID S2JB
29 November 2025 19:36 WIB
Pusri terima penghargaan pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2025
27 November 2025 16:49 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB