DPRD terima pengaduan layanan kesehatan BPJS
Selasa, 25 Februari 2014 18:46 WIB
Palembang (ANTARA Sumsel) - Komisi V DPRD Sumatera Selatan sudah
menerima beberapa surat pengaduan masyarakat mengenai layanan kesehatan
sejak diluncurkannya program jaminan kesehatan nasional dengan Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial.
"Komisi V sudah membuka kotak pengaduan dan ada beberapa masukan yang disampaikan masyarakat," kata Sekretaris Komisi V DPRD Sumatera Selatan Hj RA Anita Noeringhati di Palembang, Selasa.
Menurut dia, dirinya sangat menyayangkan pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Divre III untuk wilayah Sumsel tidak pernah mendengar adanya pasien yang ditolak.
Sementara lanjutnya, di Komisi V DPRD Sumsel ada masukan dan sudah membuka kotak pengaduan sejak program itu diluncurkan per 1 Januari lalu.
"Pengaduan bisa disampaikan melalui surat ke Komisi V, nanti tim kami menindaklanjuti ke BPJS, karena ada call centernya, sebab masyarakat terkadang tidak paham dan belum tahu, biarlah itu menjadi tugas kami," katanya.
Ia mengatakan, pada saat Komisi V DPRD Sumsel melakukan kunjungan ke BPJS Pusat masalah itu sudah mereka sampaikan.
BPJS Pusat akan membentuk tim turun ke Sumatera Selatan baik untuk sosialisasi maupun mengecek langsung ke rumah sakit yang menolak itu, ujarnya.
Wakil rakyat itu juga menilai sosialisasi mengenai program tersebut juga masih kurang ke masyarakat.
Sementara itu, Anggota DPRD Sumsel daerah pemilihan Kota Palembang melakukan reses dengan mengunjungi BPJS Divre III untuk mengetahui sejauh mana pelayanan peserta program tersebut.
Para anggota DPRD Sumsel diterima Kepala BPJS Divre III Handaryo dan menjelaskan mengenai pelayanan peserta program tersebut.
"Komisi V sudah membuka kotak pengaduan dan ada beberapa masukan yang disampaikan masyarakat," kata Sekretaris Komisi V DPRD Sumatera Selatan Hj RA Anita Noeringhati di Palembang, Selasa.
Menurut dia, dirinya sangat menyayangkan pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Divre III untuk wilayah Sumsel tidak pernah mendengar adanya pasien yang ditolak.
Sementara lanjutnya, di Komisi V DPRD Sumsel ada masukan dan sudah membuka kotak pengaduan sejak program itu diluncurkan per 1 Januari lalu.
"Pengaduan bisa disampaikan melalui surat ke Komisi V, nanti tim kami menindaklanjuti ke BPJS, karena ada call centernya, sebab masyarakat terkadang tidak paham dan belum tahu, biarlah itu menjadi tugas kami," katanya.
Ia mengatakan, pada saat Komisi V DPRD Sumsel melakukan kunjungan ke BPJS Pusat masalah itu sudah mereka sampaikan.
BPJS Pusat akan membentuk tim turun ke Sumatera Selatan baik untuk sosialisasi maupun mengecek langsung ke rumah sakit yang menolak itu, ujarnya.
Wakil rakyat itu juga menilai sosialisasi mengenai program tersebut juga masih kurang ke masyarakat.
Sementara itu, Anggota DPRD Sumsel daerah pemilihan Kota Palembang melakukan reses dengan mengunjungi BPJS Divre III untuk mengetahui sejauh mana pelayanan peserta program tersebut.
Para anggota DPRD Sumsel diterima Kepala BPJS Divre III Handaryo dan menjelaskan mengenai pelayanan peserta program tersebut.
Pewarta : Oleh: Susilawati
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Palembang perluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, sasar ketua RT/RW
20 July 2026 19:58 WIB
Pemkab OKU berikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 7.433 pekerja non-ASN di 2026
06 March 2026 4:40 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB