BI nilai LLD dan DHE 2013 membaik
Rabu, 4 Desember 2013 11:13 WIB
Bank Indonesia (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai pelaporan lalu lintas devisa (LLD) dan devisa hasil ekspor (DHE) pada 2013 membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Perkembangan pelaporan LLD dan DHE pada 2013 menunjukkan hasil yang membaik. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah pelapor dan kualitas data laporan," ujar Perry saat menjadi pembicara kunci dalam acara Temu Akhir Tahun Pelapor LLD dan DHE 2013 di Jakarta, Rabu.
Jumlah pelapor LLD lembaga bukan bank (LBB) pada September 2013 mencapai 2.514 pelapor atau naik empat persen dibandingkan jumlah pelapor pada September 2012 sebanyak 2.413 pelapor.
Sedangkan jumlah pelapor LLD utang luar negeri (ULN) swasta pada September 2013 juga mengalami peningkatan sebesar 9 persen, dari 2.111 pelapor pada 2012 menjadi 2.313 pelapor pada 2013.
Sementara itu, untuk pelapor LLD pada lembaga perbankan pada September 2013 sama dengan periode sebelumnya, yaitu sebanyak 120 pelapor.
Pelapor DHE juga mengalami peningkatan dari 11.000 eksportir pada September 2012 kini menjadi 11.700 eksportir pada September 2013.
Perry menuturkan bahwa pihaknya menyadari bahwa pelaporan LLD dan DHE telah menyita waktu dan tenaga lembaga pelapor, namun perlu disadari bahwa data tersebut sangat dibutuhkan sebagai dasar analisa dan perumusan kebijakan moneter.
"Kontribusi pencatatan statistik LLD dan DHE yang lengkap, 'reliable', akurat dan tepat waktu merupakan amunisi yang diperlukan dalam perumusan kebijakan baik di bidang moneter, makroprudensial dan perbankan maupun sistem pembayaran," ujar Perry.
Menurut Perry, dengan pelaporan yang efektif diharapkan dapat berkontribusi besar pada stabilitas makro ekonomi sehingga pelaku bisnis yang di antaranya termasuk pelapor LLD dan DHE juga akan dapat menjalankan roda bisnisnya dengan lebih baik.
"Saya berpesan agar laporan LLD harus senantiasa dijaga baik kualitas maupun kuantitasnya secara lengkap, benar, dan tepat waktu," kata Perry.
"Perkembangan pelaporan LLD dan DHE pada 2013 menunjukkan hasil yang membaik. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah pelapor dan kualitas data laporan," ujar Perry saat menjadi pembicara kunci dalam acara Temu Akhir Tahun Pelapor LLD dan DHE 2013 di Jakarta, Rabu.
Jumlah pelapor LLD lembaga bukan bank (LBB) pada September 2013 mencapai 2.514 pelapor atau naik empat persen dibandingkan jumlah pelapor pada September 2012 sebanyak 2.413 pelapor.
Sedangkan jumlah pelapor LLD utang luar negeri (ULN) swasta pada September 2013 juga mengalami peningkatan sebesar 9 persen, dari 2.111 pelapor pada 2012 menjadi 2.313 pelapor pada 2013.
Sementara itu, untuk pelapor LLD pada lembaga perbankan pada September 2013 sama dengan periode sebelumnya, yaitu sebanyak 120 pelapor.
Pelapor DHE juga mengalami peningkatan dari 11.000 eksportir pada September 2012 kini menjadi 11.700 eksportir pada September 2013.
Perry menuturkan bahwa pihaknya menyadari bahwa pelaporan LLD dan DHE telah menyita waktu dan tenaga lembaga pelapor, namun perlu disadari bahwa data tersebut sangat dibutuhkan sebagai dasar analisa dan perumusan kebijakan moneter.
"Kontribusi pencatatan statistik LLD dan DHE yang lengkap, 'reliable', akurat dan tepat waktu merupakan amunisi yang diperlukan dalam perumusan kebijakan baik di bidang moneter, makroprudensial dan perbankan maupun sistem pembayaran," ujar Perry.
Menurut Perry, dengan pelaporan yang efektif diharapkan dapat berkontribusi besar pada stabilitas makro ekonomi sehingga pelaku bisnis yang di antaranya termasuk pelapor LLD dan DHE juga akan dapat menjalankan roda bisnisnya dengan lebih baik.
"Saya berpesan agar laporan LLD harus senantiasa dijaga baik kualitas maupun kuantitasnya secara lengkap, benar, dan tepat waktu," kata Perry.
Pewarta : Oleh: Citro Atmoko
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rupiah menguat seiring kekhawatiran terhadap kebijakan tarif AS mereda
22 January 2025 10:45 WIB, 2025
Rupiah melemah tipis seiring tingginya permintaan obligasi Indonesia
25 January 2023 11:27 WIB, 2023
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB