Pemerintah terbitkan SBSN Rp1,06 triliun
Rabu, 4 September 2013 15:22 WIB
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Pemerintah akan menerbitkan sukuk atau surat berharga syariah negara (SBSN) sebesar Rp1,06 triliun pada 5 September 2013 untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2013.
Keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan jumlah tersebut merupakan dana yang diserap dalam lelang empat seri SBSN pada 3 September 2013 dimana penawaran yang masuk mencapai Rp9,31 triliun.
Dana sebesar Rp1,06 triliun itu berasal dari dua seri SBSN yaitu seri SPN-S04032014 dan seri PBS005. Sementara untuk seri PBS001 dan PBS004 tidak ada yang dimenangkan.
Jumlah dimenangkan sebesar Rp1,06 triliun itu lebih rendah dari target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp1,5 triliun.
Jumlah dimenangkan untuk seri SPN-S04032014 sebesar Rp700 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,72 persen, tingkat imbalan secara diskonto dan akan jatuh tempo 4 Maret 2014. Penawaran yang masuk untuk seri ini sebesar Rp8,77 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,69 persen dan tertinggi 7,75 persen.
Jumlah dimenangkan untuk seri PBS005 sebesar Rp355 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 9,44 persen, tingkat imbalan 6,75 persen dan akan jatuh tempo 15 April 2043. Penawaran yang masuk untuk seri ini sebesar Rp414 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 9,38 persen dan tertinggi 11,50 persen.
Sementara itu penawaran yang masuk untuk seri PBS001 sebesar Rp107 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 8,25 persen dan tertinggi 9,75 persen. Sedangkan untuk seri PBS004, penawaran yang masuk Rp14 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 9,25 persen dan tertinggi 9,75 persen.
Keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan jumlah tersebut merupakan dana yang diserap dalam lelang empat seri SBSN pada 3 September 2013 dimana penawaran yang masuk mencapai Rp9,31 triliun.
Dana sebesar Rp1,06 triliun itu berasal dari dua seri SBSN yaitu seri SPN-S04032014 dan seri PBS005. Sementara untuk seri PBS001 dan PBS004 tidak ada yang dimenangkan.
Jumlah dimenangkan sebesar Rp1,06 triliun itu lebih rendah dari target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp1,5 triliun.
Jumlah dimenangkan untuk seri SPN-S04032014 sebesar Rp700 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,72 persen, tingkat imbalan secara diskonto dan akan jatuh tempo 4 Maret 2014. Penawaran yang masuk untuk seri ini sebesar Rp8,77 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,69 persen dan tertinggi 7,75 persen.
Jumlah dimenangkan untuk seri PBS005 sebesar Rp355 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 9,44 persen, tingkat imbalan 6,75 persen dan akan jatuh tempo 15 April 2043. Penawaran yang masuk untuk seri ini sebesar Rp414 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 9,38 persen dan tertinggi 11,50 persen.
Sementara itu penawaran yang masuk untuk seri PBS001 sebesar Rp107 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 8,25 persen dan tertinggi 9,75 persen. Sedangkan untuk seri PBS004, penawaran yang masuk Rp14 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 9,25 persen dan tertinggi 9,75 persen.
Pewarta : Oleh: Agus Salim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BSI optimistis 2021 kinerja perbankan syariah lebih baik dari konvensional
27 May 2021 18:21 WIB, 2021
Pemerintah tetapkan hasil penjualan sukuk ritel ST006 senilai Rp1,45 triliun
27 November 2019 13:48 WIB, 2019
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB