Bulog menyewa pesawat impor daging sapi
Kamis, 18 Juli 2013 6:07 WIB
Ilustrasi (Foto Antarasumsel.com/Yudi Abdullah/11)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengizinkan Perum Bulog menyewa pesawat sendiri dalam pengadaan impor daging sapi untuk menstabilkan harga selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1434 Hijriah.
"Saya izinkan Bulog carter pesawat agar daging impor dapat direalisasikan dengan menyesuaikan jumlah dan waktu kedatangannya. Dengan begitu harga daging di pasar segera turun," kata Dahlan di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu.
Menurut dia, keputusan memberi izin kepada Bulog menyewa pesawat khusus untuk mengangkut daging sejalan dengan keterlambatan izin importasi daging, sementara waktu sudah memasuki puasa dan mendekati Lebaran.
Ia mengakui penggunaan pesawat carter akan menimbulkan biaya yang lebih besar ketimbang melalui kapal laut.
"Sudah tidak ada waktu lagi. Kalaupun menimbulkan biaya tambahan itu sudah menjadi bagian dari konsekuensi yang harus ditanggung perusahaan," ujar Dahlan.
Menurut dia, itu jalan satu-satunya yang bisa ditempuh dengan cepat agar harga daging di pasar cepat turun dan lebih stabil.
"Kalau harga semua komoditas naik, daging naik, ayam naik, semuanya naik, mengakibatkan inflasi tinggi, dan dampaknya yang meluas. Jadi lebih baik Bulog rugi daripada dampaknya kemana-mana," ujar Dahlan.
Diketahui, untuk menstabilkan harga daging di pasar, pemerintah mengizinkan Bulog mengimpor daging dari Australia dengan kuota 3.000 ton.
Namun sejak diputuskan mengimpor daging pada 13 Mei 2013, rekomendasi impor baru resmi diterbitkan pada 26 Juni 2013.
Akibatnya terjadi keterlambatan realisasi impor yang ditengarai akibat berbelit-belitnya birokrasi untuk menentukan pemberian rekomendasi impor.
Bulog yang sedianya disebut-sebut mulai mendatangkan sebesar 800 ton pada Rabu (16/7), namun realisasinya baru mencapai 8 ton yang diangkut lewat pesawat terbang.
Meski demikian, mantan Dirut PT PLN ini mengatakan tidak seluruh daging diangkut dengan pesawat sewa.
"Boleh sewa pesawat bahkan pesawat jenis Boeing 747-300ER juga tidak apa-apa, tapi hanya saat ini saja karena sudah mendekati Lebaran. Selebihnya tinggal mengatur saja lewat kapal laut," katanya.
Ia tidak mempermasalahkan jika ada kerugian lewat pesawat carter, karena bisa ditutup dari keuntungan yang diperoleh Bulog dari pengangkutan daging lewat kapal laut.
"Bulog tidak harus untung terus. Ini kan penugasan dari negara dalam rangka stabilisasi harga menjelang Lebaran," ujarnya.
"Saya izinkan Bulog carter pesawat agar daging impor dapat direalisasikan dengan menyesuaikan jumlah dan waktu kedatangannya. Dengan begitu harga daging di pasar segera turun," kata Dahlan di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu.
Menurut dia, keputusan memberi izin kepada Bulog menyewa pesawat khusus untuk mengangkut daging sejalan dengan keterlambatan izin importasi daging, sementara waktu sudah memasuki puasa dan mendekati Lebaran.
Ia mengakui penggunaan pesawat carter akan menimbulkan biaya yang lebih besar ketimbang melalui kapal laut.
"Sudah tidak ada waktu lagi. Kalaupun menimbulkan biaya tambahan itu sudah menjadi bagian dari konsekuensi yang harus ditanggung perusahaan," ujar Dahlan.
Menurut dia, itu jalan satu-satunya yang bisa ditempuh dengan cepat agar harga daging di pasar cepat turun dan lebih stabil.
"Kalau harga semua komoditas naik, daging naik, ayam naik, semuanya naik, mengakibatkan inflasi tinggi, dan dampaknya yang meluas. Jadi lebih baik Bulog rugi daripada dampaknya kemana-mana," ujar Dahlan.
Diketahui, untuk menstabilkan harga daging di pasar, pemerintah mengizinkan Bulog mengimpor daging dari Australia dengan kuota 3.000 ton.
Namun sejak diputuskan mengimpor daging pada 13 Mei 2013, rekomendasi impor baru resmi diterbitkan pada 26 Juni 2013.
Akibatnya terjadi keterlambatan realisasi impor yang ditengarai akibat berbelit-belitnya birokrasi untuk menentukan pemberian rekomendasi impor.
Bulog yang sedianya disebut-sebut mulai mendatangkan sebesar 800 ton pada Rabu (16/7), namun realisasinya baru mencapai 8 ton yang diangkut lewat pesawat terbang.
Meski demikian, mantan Dirut PT PLN ini mengatakan tidak seluruh daging diangkut dengan pesawat sewa.
"Boleh sewa pesawat bahkan pesawat jenis Boeing 747-300ER juga tidak apa-apa, tapi hanya saat ini saja karena sudah mendekati Lebaran. Selebihnya tinggal mengatur saja lewat kapal laut," katanya.
Ia tidak mempermasalahkan jika ada kerugian lewat pesawat carter, karena bisa ditutup dari keuntungan yang diperoleh Bulog dari pengangkutan daging lewat kapal laut.
"Bulog tidak harus untung terus. Ini kan penugasan dari negara dalam rangka stabilisasi harga menjelang Lebaran," ujarnya.
Pewarta : Oleh: Royke Sinaga
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemendag terbitkan Permendag Nomor 11 Tahun 2026 atur pembatasan impor pangan
30 April 2026 9:16 WIB
Indonesia stop impor solar mulai 1 Juli 2026, Mentan Amran: Siap transisi ke B50
19 April 2026 18:07 WIB
Pasar otomotif Indonesia digeser Malaysia, Gaikindo soroti penurunan penjualan
09 April 2026 17:27 WIB
Pupuk Indonesia pastikan pasokan bahan baku aman meski ada eskalasi konflik Timur Tengah
03 April 2026 7:28 WIB
Pupuk Indonesia usulkan bangun dua pabrik metanol dukung program Biodiesel B50
03 April 2026 7:12 WIB
Sasar butik mewah di Jakarta, Bea Cukai periksa dokumen impor jam tangan bernilai tinggi
11 March 2026 7:14 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB