Mendagri: BLSM selesaiakhir Juli 2013
Senin, 8 Juli 2013 13:20 WIB
Mendagri Gamawan Fauzi (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi berharap panyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) selesai pada akhir Juli 2013.
"Harapannya bulan Juli selesai semuanya, dari situ lah kita tahu mekanisme yang harus diperbaiki masing-masing siapa yang pantas menerima siapa yang tidak. Kalau ada kekurangan nanti ditambah lagi," kata Mendagri Gamawan usai rakor di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin.
Gamawan menyebutkan saat ini penyaluran sudah berlangsung 30 persen dari target sasaran sebanyak 15,5 juta kepala rumah tangga.
"Itu yang sudah dicairkan sampai minggu lalu. Belum semuanya, tapi kan ini berjalan terus," ujarnya.
Dia menjelaskan penyaluran sudah difinalisasi dan dirapatkan dengan Wakil Presiden Boediono.
Terkait penyelewengan penyaluran BLSM di daerah, Gamawan mengatakan sudah ada mekanisme karena daerah menginventarisasi.
"Ini tinggal PT Pos tinggal membayarkan saja. Kalau ada kesalahan, desa lah yang disalahkan karena desa yang tahu dan melaporkan," tandasnya.
BLSM merupakan bantuan tunai kepada penduduk yang layak menerima sebagai kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi yang ditetapkan mulai 21 Juni 2013.
BLSM disalurkan dalam dua bulan, yakni pada Juni dan Juli senilai Rp300.000. Masyarakat mendapat kompensasi BLSM untuk empat bulan, satu bulan pemerintah memberikan Rp150.000 yang pembagiannya dilakukan dalam dua tahap.
Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto menilai BLSM kurang efektif sebagai kompensasi kenaikan harga BBM tersebut.
"Dialihkan saja ke daerah daripada 'menggarami laut'. Bagaimana lapangan pekerjaan diciptakan untuk menolong pengangguran. Itu yang lebih tepat sasaran," tukasnya.
Menurut Suryo kompensasi dalam bentuk proyek yang diberikan ke daerah-daerah lebih bisa diukur dan lebih produktif daripada konsumtif.
"Misalnya, kasih saja tiap daerah proyek senilai Rp5 triliun, bukan dikasih duit langsung karena buktinya kelangkaan BBM masih banyak di daerah-daerah, tapi perlu sosialisasi" katanya.
"Harapannya bulan Juli selesai semuanya, dari situ lah kita tahu mekanisme yang harus diperbaiki masing-masing siapa yang pantas menerima siapa yang tidak. Kalau ada kekurangan nanti ditambah lagi," kata Mendagri Gamawan usai rakor di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin.
Gamawan menyebutkan saat ini penyaluran sudah berlangsung 30 persen dari target sasaran sebanyak 15,5 juta kepala rumah tangga.
"Itu yang sudah dicairkan sampai minggu lalu. Belum semuanya, tapi kan ini berjalan terus," ujarnya.
Dia menjelaskan penyaluran sudah difinalisasi dan dirapatkan dengan Wakil Presiden Boediono.
Terkait penyelewengan penyaluran BLSM di daerah, Gamawan mengatakan sudah ada mekanisme karena daerah menginventarisasi.
"Ini tinggal PT Pos tinggal membayarkan saja. Kalau ada kesalahan, desa lah yang disalahkan karena desa yang tahu dan melaporkan," tandasnya.
BLSM merupakan bantuan tunai kepada penduduk yang layak menerima sebagai kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi yang ditetapkan mulai 21 Juni 2013.
BLSM disalurkan dalam dua bulan, yakni pada Juni dan Juli senilai Rp300.000. Masyarakat mendapat kompensasi BLSM untuk empat bulan, satu bulan pemerintah memberikan Rp150.000 yang pembagiannya dilakukan dalam dua tahap.
Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto menilai BLSM kurang efektif sebagai kompensasi kenaikan harga BBM tersebut.
"Dialihkan saja ke daerah daripada 'menggarami laut'. Bagaimana lapangan pekerjaan diciptakan untuk menolong pengangguran. Itu yang lebih tepat sasaran," tukasnya.
Menurut Suryo kompensasi dalam bentuk proyek yang diberikan ke daerah-daerah lebih bisa diukur dan lebih produktif daripada konsumtif.
"Misalnya, kasih saja tiap daerah proyek senilai Rp5 triliun, bukan dikasih duit langsung karena buktinya kelangkaan BBM masih banyak di daerah-daerah, tapi perlu sosialisasi" katanya.
Pewarta : Oleh: Juwita Trisna Rahayu
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mendagri: Skema WFH satu hari dalam sepekan tunggu keputusan Presiden Prabowo
25 March 2026 14:49 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Polisi selamatkan 13 wisatawan tenggelam akibat kapal karam di Labuan Bajo
27 September 2026 17:13 WIB
Puluhan rumah di Pademangan terbakar, 380 jiwa kehilangan tempat tinggal
27 September 2026 12:26 WIB
Tim SAR gabungan cari nelayan hilang di perairan Kuala Tungkal Tanjabbar
27 September 2026 12:24 WIB
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB