Ekspor Sumsel hasilkan devisa 1,24 miliar dolar
Rabu, 3 Juli 2013 19:21 WIB
Kegiatan ekspor dan impor di Pelabuhan Boom Baru Palembang (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Nilai ekspor Sumatera Selatan periode Januari-April 2013 menghasilkan devisa 1,24 miliar dolar AS atau turun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya mencapai 1,41 miliar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan Baehdi di Palembang, Rabu mengatakan dari total nilai ekspor Januari-April 2013 tersebut terdiri atas minyak dan gas (migas) 235,78 juta dolar dan nonmigas mencapai 1,180 miliar dolar.
Ia mengatakan, secara keseluruhan nilai ekspor Sumsel periode Januari-April 2013 mengalami penurunan, karena beberapa jenis komoditas andalan terjadi penurunan seperti karet, minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan batu bara.
Di samping itu, kata dia, nilai ekspor migas juga mengalami penurunan dari 239,67 juta dolar periode Januari-April 2012 menjadi hanya 235,78 juta dolar di bulan Januari-April 2013.
Khusus nilai devisa ekspor nonmigas Sumsel periode Januari-April 2013 tercatat 1,180 miliar dolar AS, juga mengalami penurunan dibandingkan dengan periode bulan sama tahun 2012 mencapai 1,237 miliar dolar AS, katanya.
Ia menjelaskan, turunnya nilai devisa ekspor nonmigas Sumatera Selatan itu antara lain karena hasil beberapa komoditas andalan merosot seperti karet, batu bara dan CPO termasuk produk turunannya.
Nilai ekspor karet Sumsel periode Januari-April 2013 tercatat 954,08 juta dolar, atau turun dibandingkan periode bulan sama tahun 2012 mencapai 980,46 juta dolar, disusul CPO dan produk turunannya dari 113,21 juta dolar (Januari-April 2012), turun menjadi 92,29 juta dolar (Januari-April 2013).
Berikutnya nilai ekspor batu bara dari 94,15 juta dolar (Januari-April 2012) menjadi 51,63 juta dolar (Januari-April 2013), serta produk kayu 10,15 juta dolar (Januari-April 2012) menjadi 9,46 juta dolar (Januari-April 2013).
Ia mengatakan, Sumsel sekarang ini memiliki tujuh komoditas andalan ekspor nonmigas yakni karet, batu bara, produk kayu, udang, kopi, minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya, serta teh di samping sejumlah komoditas lainnya.
Sementara dari total ekspor nonmigas Sumsel Januari-April 2013 mencapai 1,180 miliar dolar AS itu, ke-tujuh komoditas andalan tersebut berhasil menyumbang 1,113 miliar dolar AS, katanya.
Ekspor Sumsel periode Januari-April 2013 menurut negara tujuan utama adalah ke Amerika Serikat, Malaysia, dan China masing-masing mencapai 311,43 juta dolar, 285,49 juta dolar dan 215,06 juta dolar AS dan dengan peranan ketiganya mencapai 57,33 persen dari total ekspor.
Selanjutnya, ekspor nonmigas Sumsel periode Januari-April 2013 menurut negara tujuan Uni Eropa mencapai 167,75 juta dolar, atau 11,84 persen dari total ekspor.
"Sedangkan ekspor ke negara ASEAN mencapai 324,17 juta dolar, atau 22,89 persen dari total ekspor," katanya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan Baehdi di Palembang, Rabu mengatakan dari total nilai ekspor Januari-April 2013 tersebut terdiri atas minyak dan gas (migas) 235,78 juta dolar dan nonmigas mencapai 1,180 miliar dolar.
Ia mengatakan, secara keseluruhan nilai ekspor Sumsel periode Januari-April 2013 mengalami penurunan, karena beberapa jenis komoditas andalan terjadi penurunan seperti karet, minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan batu bara.
Di samping itu, kata dia, nilai ekspor migas juga mengalami penurunan dari 239,67 juta dolar periode Januari-April 2012 menjadi hanya 235,78 juta dolar di bulan Januari-April 2013.
Khusus nilai devisa ekspor nonmigas Sumsel periode Januari-April 2013 tercatat 1,180 miliar dolar AS, juga mengalami penurunan dibandingkan dengan periode bulan sama tahun 2012 mencapai 1,237 miliar dolar AS, katanya.
Ia menjelaskan, turunnya nilai devisa ekspor nonmigas Sumatera Selatan itu antara lain karena hasil beberapa komoditas andalan merosot seperti karet, batu bara dan CPO termasuk produk turunannya.
Nilai ekspor karet Sumsel periode Januari-April 2013 tercatat 954,08 juta dolar, atau turun dibandingkan periode bulan sama tahun 2012 mencapai 980,46 juta dolar, disusul CPO dan produk turunannya dari 113,21 juta dolar (Januari-April 2012), turun menjadi 92,29 juta dolar (Januari-April 2013).
Berikutnya nilai ekspor batu bara dari 94,15 juta dolar (Januari-April 2012) menjadi 51,63 juta dolar (Januari-April 2013), serta produk kayu 10,15 juta dolar (Januari-April 2012) menjadi 9,46 juta dolar (Januari-April 2013).
Ia mengatakan, Sumsel sekarang ini memiliki tujuh komoditas andalan ekspor nonmigas yakni karet, batu bara, produk kayu, udang, kopi, minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya, serta teh di samping sejumlah komoditas lainnya.
Sementara dari total ekspor nonmigas Sumsel Januari-April 2013 mencapai 1,180 miliar dolar AS itu, ke-tujuh komoditas andalan tersebut berhasil menyumbang 1,113 miliar dolar AS, katanya.
Ekspor Sumsel periode Januari-April 2013 menurut negara tujuan utama adalah ke Amerika Serikat, Malaysia, dan China masing-masing mencapai 311,43 juta dolar, 285,49 juta dolar dan 215,06 juta dolar AS dan dengan peranan ketiganya mencapai 57,33 persen dari total ekspor.
Selanjutnya, ekspor nonmigas Sumsel periode Januari-April 2013 menurut negara tujuan Uni Eropa mencapai 167,75 juta dolar, atau 11,84 persen dari total ekspor.
"Sedangkan ekspor ke negara ASEAN mencapai 324,17 juta dolar, atau 22,89 persen dari total ekspor," katanya.
Pewarta : Oleh Muhammad Suparni
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemendag sebut kenaikan HPE dan HR emas Agustus 2026 dipicu permintaan global
18 August 2026 10:10 WIB
Peluang ekspor tuna ke Jepang terbuka, KKP tegaskan penguatan daya saing dimulai dari hulu
03 August 2026 9:42 WIB
Jaga pasokan domestik, Rusia perpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir 2026
26 July 2026 9:56 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Pusri pastikan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi aman hadapi musim kemarau
24 August 2026 12:28 WIB