REI : warga asing bisa manfaatkan jaminan Fidusia
Kamis, 18 April 2013 17:25 WIB
Ilustrasi - Perumahan (FOTO ANTARA)
Batam (ANTARA Sumsel) - Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso mengatakan seharusnya warga asing yang ingin memiliki properti di Indonesia bisa memanfaatkan jaminan fidusia.
Di Batam, Kamis, ia meminta perbankan untuk mempertimbangkan pemberian KPR bagi warga asing yang ingin membeli rumah melalui jaminan fidusia, jika nanti kepemilikan rumah oleh asing diizinkan pemerintah.
"Perlu sosialisasi dengan perbankan apa bisa asing memakai KPR dengan sistem fidusia," kata dia.
Pemerintah kini tengah menggodok revisi PP No.41/1996 yang nantinya akan memberi peluang kepemilikan properti oleh asing.
Ia menyatakan industri pengembang harus mulai memikirkan strategi pengembangan pasar asing, seiring akan dibukanya kepemilikan rumah asing.
Menurut dia, dengan memberikan KPR dengan jaminan fidusia bagi warga asing, maka akan mendorong tenaga kerja asing di Indonesia untuk memiliki properti di Indonesia.
"Pembelian properti oleh asing akan menambah devisa negara," kata dia.
Sementara itu, perusahaan pengembang Batam kehilangan peluang merebut pasar properti warga negara Singapura untuk menanamkan investasi di kota itu karena terbentur peraturan.
"Warga Singapura akhirnya lebih memilih membeli properti di Johor," kata Ketua DPD REI Batam Djaja.
Ia mengatakan seharusnya Batam bisa merebut pasar Singapura setelah Negara Jiran itu memperketat pembelian properti.
Sayangnya, peluang merebut pasar dolar Singapura terhalang karena peraturan kepemilikan rumah.
Menurut dia, pasar properti Johor lebih menggiurkan dibanding Batam, sehingga warga Singapura lebih memilih membeli rumah dan apartemen di Malaysia.
"Kalau di Johor, lahan bisa dimiliki, kalau di kita, hak pakai saja ada batasan-batasan," kata Djaja.
Padahal, pangsa pasar properti Singapura sangat besar karena kedekatan wilayah antara Singapura dan Batam.
Batam memiliki potensi besar. REI mencatat sedikitnya terdapat 5.000 warga negara asing yang tinggal di Batam tapi belum memiliki tempat tinggal tetap.
Di Batam, Kamis, ia meminta perbankan untuk mempertimbangkan pemberian KPR bagi warga asing yang ingin membeli rumah melalui jaminan fidusia, jika nanti kepemilikan rumah oleh asing diizinkan pemerintah.
"Perlu sosialisasi dengan perbankan apa bisa asing memakai KPR dengan sistem fidusia," kata dia.
Pemerintah kini tengah menggodok revisi PP No.41/1996 yang nantinya akan memberi peluang kepemilikan properti oleh asing.
Ia menyatakan industri pengembang harus mulai memikirkan strategi pengembangan pasar asing, seiring akan dibukanya kepemilikan rumah asing.
Menurut dia, dengan memberikan KPR dengan jaminan fidusia bagi warga asing, maka akan mendorong tenaga kerja asing di Indonesia untuk memiliki properti di Indonesia.
"Pembelian properti oleh asing akan menambah devisa negara," kata dia.
Sementara itu, perusahaan pengembang Batam kehilangan peluang merebut pasar properti warga negara Singapura untuk menanamkan investasi di kota itu karena terbentur peraturan.
"Warga Singapura akhirnya lebih memilih membeli properti di Johor," kata Ketua DPD REI Batam Djaja.
Ia mengatakan seharusnya Batam bisa merebut pasar Singapura setelah Negara Jiran itu memperketat pembelian properti.
Sayangnya, peluang merebut pasar dolar Singapura terhalang karena peraturan kepemilikan rumah.
Menurut dia, pasar properti Johor lebih menggiurkan dibanding Batam, sehingga warga Singapura lebih memilih membeli rumah dan apartemen di Malaysia.
"Kalau di Johor, lahan bisa dimiliki, kalau di kita, hak pakai saja ada batasan-batasan," kata Djaja.
Padahal, pangsa pasar properti Singapura sangat besar karena kedekatan wilayah antara Singapura dan Batam.
Batam memiliki potensi besar. REI mencatat sedikitnya terdapat 5.000 warga negara asing yang tinggal di Batam tapi belum memiliki tempat tinggal tetap.
Pewarta : Pewarata : YJ Naim
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden: Ada perusahaan properti China ambruk berutang Rp4.400 triliun
09 August 2023 17:31 WIB, 2023
Wapres Maruf Amin: Bank Tanah optimalkan penggunaan tanah terlantar untuk rakyat
03 December 2020 11:08 WIB, 2020
REI: 70 persen rumah komersial terkonsentrasi di empat kota salah satunya Sumsel
02 October 2020 14:18 WIB, 2020
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025