Festival internasional suko Bajo di Wakatobi di tunda
Senin, 8 April 2013 17:03 WIB
Suku Bajo (FOTO ANTARA)
Wangiwangi, Sultra (ANTARA Sumsel) - Festival Internasional Suku Bajo yang akan digelar Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada awal Mei 2013 ditunda hingga September 2013.
Presiden Suku Bajo Indonesia Abdul Manan di Wakatobi, Senin mengatakan penundaan jadwal pelaksanaan festival tersebut atas permintaan dari negara-negara peserta, seperti Thailand, Pilipina dan Vietnam.
"Atas pemintaan dari beberapa negara peserta festival itu kami sebagai tuan rumah penyelenggara menunda jawal pelaksanaan festival hingga September 2013," katanya.
Menurut dia, Festival Internasional Suku Bajo tersebut akan diawali dengan kegiatan Konfrensi Suku Bajo yang dipusatan di Universitas Haluoleo Kendari.
"Peserta konfresi diperkirakan diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai negera," katanya.
Usai konfressi, jelas Manan, seluruh peserta akan diangkut ke Wakatobi menggunakan angkutan kapal laut untuk mengikuti festival internasional yang dipusatkan di Desa Mola, Kecamatan Wangiwangi Selatan.
"Rombongan yang ikut dalam kapal itu akan disambut dengan iring-iringan ribuan kapal-kapal nelayan Suku Bajo Waatobi," katanya.
Menurut Manan, dalam Festival Internasional Suku Bajo tersebut, akan dimeriahkan dengan pagelaran seni tari dan atraksi budaya dari masing-masing negara peserta.
Suku Bajo Wakatobi sendiri, kata dia, sudah menyiapkan tarian duata dan atraksi Bangka Mbule-mbule untuk memeriahkan festival tersebut.
"Tarian duata, merupakan tarian tradisional Suku Bajo Wakatobi dalam menyambut tamu-tamu kehormatan daerah. Tarian ini dimainkan anak-anak gadis di atas perahu yang dibuat semacam rakit," katanya.
Sedangkan tradisi Bangka Mbule-mbule merupakan kebiasaan masyarakat Suku Bajo melarung sesajen di tengah laut, sebagai permohonan kepada penguasa laut agar menjauhan mereka dari marabahaya dan melimpahkan rezeki berupa tangkapan ikan yang banyak.
Selain pagelaran seni budaya, dalam festival tersebut juga akan diadakan berbagai lomba, yang berkaitan dengan kehidupan masyaraat Suku Bajo sehari-hari.
Presiden Suku Bajo Indonesia Abdul Manan di Wakatobi, Senin mengatakan penundaan jadwal pelaksanaan festival tersebut atas permintaan dari negara-negara peserta, seperti Thailand, Pilipina dan Vietnam.
"Atas pemintaan dari beberapa negara peserta festival itu kami sebagai tuan rumah penyelenggara menunda jawal pelaksanaan festival hingga September 2013," katanya.
Menurut dia, Festival Internasional Suku Bajo tersebut akan diawali dengan kegiatan Konfrensi Suku Bajo yang dipusatan di Universitas Haluoleo Kendari.
"Peserta konfresi diperkirakan diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai negera," katanya.
Usai konfressi, jelas Manan, seluruh peserta akan diangkut ke Wakatobi menggunakan angkutan kapal laut untuk mengikuti festival internasional yang dipusatkan di Desa Mola, Kecamatan Wangiwangi Selatan.
"Rombongan yang ikut dalam kapal itu akan disambut dengan iring-iringan ribuan kapal-kapal nelayan Suku Bajo Waatobi," katanya.
Menurut Manan, dalam Festival Internasional Suku Bajo tersebut, akan dimeriahkan dengan pagelaran seni tari dan atraksi budaya dari masing-masing negara peserta.
Suku Bajo Wakatobi sendiri, kata dia, sudah menyiapkan tarian duata dan atraksi Bangka Mbule-mbule untuk memeriahkan festival tersebut.
"Tarian duata, merupakan tarian tradisional Suku Bajo Wakatobi dalam menyambut tamu-tamu kehormatan daerah. Tarian ini dimainkan anak-anak gadis di atas perahu yang dibuat semacam rakit," katanya.
Sedangkan tradisi Bangka Mbule-mbule merupakan kebiasaan masyarakat Suku Bajo melarung sesajen di tengah laut, sebagai permohonan kepada penguasa laut agar menjauhan mereka dari marabahaya dan melimpahkan rezeki berupa tangkapan ikan yang banyak.
Selain pagelaran seni budaya, dalam festival tersebut juga akan diadakan berbagai lomba, yang berkaitan dengan kehidupan masyaraat Suku Bajo sehari-hari.
Pewarta : Oleh: Sarjono
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tata kelola pariwisata Labuan Bajo jadi sorotan, terkait kasus penipuan terhadap WNA
08 June 2025 14:56 WIB
Ini penjelasan ilmiah fenomena Halo saat pentahbisan Uskup Labuan Bajo
01 November 2024 21:19 WIB, 2024
Wisatawan Belgia sesak nafas usai menyelam, Tim SAR bertindak cepat
18 November 2023 20:02 WIB, 2023
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
PLTU Banjarsari-FPTI Lahat kembangkan wisata 'waterfall rappelling' di Curug Perigi
24 April 2026 11:40 WIB
Pengunjung destinasi wisata Al Quran Akbar Palembang meningkat selama momentum Isra Mi'raj
19 January 2026 6:35 WIB