Pangdam IV Diponegoro diganti
Sabtu, 6 April 2013 17:15 WIB
Mayjen TNI Hardiono Saroso (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Mabes TNI Angkatan Darat mengganti Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Hardiono Saroso dari jabatannya pascapenyerangan Lapas IIB Cebongan, Sleman, Yogyakarta yang menewaskan empat orang tahanan yang dilakukan oleh oknum anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan pada 23 Maret 2013.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Rukman Ahmad di Jakarta, Sabtu, mengatakan, penggantian tidak terkait sanksi atau pernyataannya atas bantahannya bahwa pelaku penyerbuan Lapas Cebongan adalah oknum anggota Kopassus.
"Saya tegaskan, Mayjen TNI Hardiono diganti, bukan dicopot. Ini berdasarkan evaluasi, pembinaan karier dan sebagainya," katanya.
Mayjen TNI Hardiono akan digantikan oleh Mayjen TNI Sunindya yang sebelumnya menjabat Asisten Personalia Kepala Staf TNI AD.
Kepala Subdinas Penerangan Umum AD Kolonel Zaenal Arifin membenarkan pergantian tongkat komando dari Matjen Hardiono ke Mayjen Sunindyo, bahkan rencana serah terima jabatan akan dilakukan di Mabes TNI AD pada Senin (8/4).
Sebelumnya, anggota Komisi Pertahanan DPR Susaningtyas Kertopati mengkritik statemen Pangdam Diponegoro yang tampak tidak menguasai standar operasional prosedur (SOP) dalam menjelaskan sebuah peristiwa yang menyita perhatian publik.
"Seharusnya (Pangdam) tidak langsung mengatakan tak terlibat, cukup jelaskan SOP-nya saja," kata politisi Partai Hanura ini.
Ia pun menyarankan agar setiap Pangdam memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan media. Dalam setiap menjelaskan persoalan, kata dia, seharusnya Pangdam tidak perlu reaktif dan membantah kalau memang informasi yang didapat belum cukup.
"Hal inilah mengapa setiap pimpinan teritorial harus memiliki kecakapan komunikasi dan bertindak hati-hati sebelum ada pembuktian yang akurat," kata Nuning sapaan Susaningtyas.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Rukman Ahmad di Jakarta, Sabtu, mengatakan, penggantian tidak terkait sanksi atau pernyataannya atas bantahannya bahwa pelaku penyerbuan Lapas Cebongan adalah oknum anggota Kopassus.
"Saya tegaskan, Mayjen TNI Hardiono diganti, bukan dicopot. Ini berdasarkan evaluasi, pembinaan karier dan sebagainya," katanya.
Mayjen TNI Hardiono akan digantikan oleh Mayjen TNI Sunindya yang sebelumnya menjabat Asisten Personalia Kepala Staf TNI AD.
Kepala Subdinas Penerangan Umum AD Kolonel Zaenal Arifin membenarkan pergantian tongkat komando dari Matjen Hardiono ke Mayjen Sunindyo, bahkan rencana serah terima jabatan akan dilakukan di Mabes TNI AD pada Senin (8/4).
Sebelumnya, anggota Komisi Pertahanan DPR Susaningtyas Kertopati mengkritik statemen Pangdam Diponegoro yang tampak tidak menguasai standar operasional prosedur (SOP) dalam menjelaskan sebuah peristiwa yang menyita perhatian publik.
"Seharusnya (Pangdam) tidak langsung mengatakan tak terlibat, cukup jelaskan SOP-nya saja," kata politisi Partai Hanura ini.
Ia pun menyarankan agar setiap Pangdam memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan media. Dalam setiap menjelaskan persoalan, kata dia, seharusnya Pangdam tidak perlu reaktif dan membantah kalau memang informasi yang didapat belum cukup.
"Hal inilah mengapa setiap pimpinan teritorial harus memiliki kecakapan komunikasi dan bertindak hati-hati sebelum ada pembuktian yang akurat," kata Nuning sapaan Susaningtyas.
Pewarta : Oleh: Syaiful Hakim
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PEP Zona 4 perkuat sinergi dengan Pangdam II Sriwijaya demi dukung ketahanan energi nasional
22 April 2026 17:12 WIB
Tiga prajurit TNI jalani sidang eksepsi kasus pembunuhan berencana kacab bank
13 April 2026 7:12 WIB
Presiden Prabowo kecam keras tindakan keji tewaskan tiga prajurit TNI di Lebanon
05 April 2026 8:51 WIB
Jenazah tiga prajurit TNI gugur tiba di Indonesia, Prabowo sampaikan belasungkawa
04 April 2026 19:57 WIB
Praka Farizal Romadhon gugur di Lebanon, jalankan tugas mulia misi perdamaian
01 April 2026 6:42 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kejati Sumsel pulihkan keuangan negara senilai Rp1,2 triliun dari kasus perbankan
07 May 2026 23:03 WIB