Program pengendalian BBM bersubsidi hemat Rp15 triliun
Selasa, 12 Februari 2013 19:00 WIB
Menko Perekonomian Hatta Rajasa (FOTO ANTARA)
Jakarta (Antara Sumsel) - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan program pengendalian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dilakukan Kementerian ESDM tahun 2013 dapat menghemat belanja hingga Rp15 triliun.
"Saya yakin pengendalian bisa berkurang, mungkin di sekitaran Rp15 triliun," katanya di Jakarta, Selasa.
Hatta mengharapkan program pengendalian BBM bersubsidi dengan penggunaan teknologi informasi dapat berlangsung efektif dan menyerahkan implementasi sepenuhnya kepada PT Pertamina.
"Tahun 2013 ini sudah diputuskan, jadi sudah harus dipasang. Teknisnya tanya Pertamina," katanya.
Hatta memastikan pemerintah akan lebih fokus untuk melakukan pengendalian serta konversi gas, dibandingkan untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi pada 2013.
"Kita belum memikirkan soal kenaikan harga, pokoknya belum kita bahas. Kita konsentrasi ke pengendalian, penghematan dan konversi," katanya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo meminta Kementerian ESDM untuk kembali melakukan pengendalian BBM bersubsidi pada 2013, yang selama dua tahun terakhir tidak berjalan maksimal.
Hal itu, kata dia, harus diupayakan karena pengendalian konsumsi yang kurang maksimal menyebabkan peningkatan belanja subsidi energi, yang dalam jangka panjang dapat membahayakan kesinambungan fiskal.
Berdasarkan data per Desember 2012, belanja subsidi energi yang ditetapkan sebesar Rp202,4 triliun, dalam realisasinya melebihi pagu hingga mencapai Rp306,5 trilliun atau kelebihan 151,5 persen.
Dari realisasi tersebut, belanja subsidi BBM tercatat sebesar Rp211,9 triliun atau melebihi pagu Rp137,5 triliun (154,2 persen) dan subsidi listrik mencapai Rp94,6 triliun atau melebihi pagu Rp65 triliun (145,6 persen).
Volume BBM bersubsidi yang ditetapkan sebesar 40 juta kiloliter pada 2012, dalam kenyataan konsumsinya mencapai 45,2 juta kiloliter akibat kebijakan pengendalian yang kurang berhasil.
Pemerintah dalam APBN 2013 memberikan pagu belanja subsidi energi sebesar Rp274,7 triliun dengan rincian subsidi BBM Rp193,8 triliun dan subsidi listrik Rp80,9 triliun, dengan volume sebesar 46 juta kiloliter. (ANT)
"Saya yakin pengendalian bisa berkurang, mungkin di sekitaran Rp15 triliun," katanya di Jakarta, Selasa.
Hatta mengharapkan program pengendalian BBM bersubsidi dengan penggunaan teknologi informasi dapat berlangsung efektif dan menyerahkan implementasi sepenuhnya kepada PT Pertamina.
"Tahun 2013 ini sudah diputuskan, jadi sudah harus dipasang. Teknisnya tanya Pertamina," katanya.
Hatta memastikan pemerintah akan lebih fokus untuk melakukan pengendalian serta konversi gas, dibandingkan untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi pada 2013.
"Kita belum memikirkan soal kenaikan harga, pokoknya belum kita bahas. Kita konsentrasi ke pengendalian, penghematan dan konversi," katanya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo meminta Kementerian ESDM untuk kembali melakukan pengendalian BBM bersubsidi pada 2013, yang selama dua tahun terakhir tidak berjalan maksimal.
Hal itu, kata dia, harus diupayakan karena pengendalian konsumsi yang kurang maksimal menyebabkan peningkatan belanja subsidi energi, yang dalam jangka panjang dapat membahayakan kesinambungan fiskal.
Berdasarkan data per Desember 2012, belanja subsidi energi yang ditetapkan sebesar Rp202,4 triliun, dalam realisasinya melebihi pagu hingga mencapai Rp306,5 trilliun atau kelebihan 151,5 persen.
Dari realisasi tersebut, belanja subsidi BBM tercatat sebesar Rp211,9 triliun atau melebihi pagu Rp137,5 triliun (154,2 persen) dan subsidi listrik mencapai Rp94,6 triliun atau melebihi pagu Rp65 triliun (145,6 persen).
Volume BBM bersubsidi yang ditetapkan sebesar 40 juta kiloliter pada 2012, dalam kenyataan konsumsinya mencapai 45,2 juta kiloliter akibat kebijakan pengendalian yang kurang berhasil.
Pemerintah dalam APBN 2013 memberikan pagu belanja subsidi energi sebesar Rp274,7 triliun dengan rincian subsidi BBM Rp193,8 triliun dan subsidi listrik Rp80,9 triliun, dengan volume sebesar 46 juta kiloliter. (ANT)
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Awasi penyaluran BBM Subsidi di Sumsel, Pertamina dan Pemda sidak sejumlah SPBU
16 July 2026 7:51 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025